Teks laporan adalah suatu bentuk hasil dari sebuah pengamatan yang dilakukan dan bertujuan untuk menginformasikan hasil yang diperoleh tersebut kepada orang banyak. Berdasarkan pengertian tersebut, teks aporan adalah sebuah bentuk tulisan yang memaparkan suatu fenomena hasil dari pengamatan kepada para pembacanya.
Teks laporan juga sering disebut dengan teks klasifikasi. Hal ini dikarenakan teks ini mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Teks ini hampir sama dengan teks deskripsi, namun yang membedakan adalah sifatnya. Jika teks deskripsi membicarakan hal-hal khusus, teks laporan membicarakan fenomena atau hal umum yang lebih luas.
Dibawah ini merupakan struktur teks laporan percobaan diantaranya adalah sebagai berikut :
Judul.
Tujuan.
Bahan dan alat.
Langkah-langkah kegiatan.
Hasil percobaan.
Simpulan.
Dibawah ini merupakan beberapa ciri-ciri teks laporan hasil percobaan adalah sebagai berikut :
Melaporkan hasil percobaan.
Percobaan ilmiah dilakukan guna menguji sesuatu.
Teks laporan percobaan diawali dengan memaparkan tujuan percobaan.
Memaparkan bahan dan alat yang diperlukan untuk melasanakan percobaan.
Memaparkan prosedur melaksanakan percobaan dan melakukan pengamatan.
Memaparkan pencatatan hasil percobaan.
Diakhir laporan diaparkan simpulan hasil percobaan berdasarkan hasil analisis terhadap data hasil pengamatan.
Harus mengandung fakta
bersifat objektif
harus ditulis sempurna dan lengkap
tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau pemihakan
disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis.
Setelah selesai melakukan percobaan, kalian tentu ditugaskan untuk menuliskan hasilnya ke dalam teks laporan percobaan. Yuk, pelajari cara membuat teks laporan percobaan.
1. Menulis Struktur dari Teks Laporan Percobaan
Langkah pertama dalam membuat teks laporan percobaan ialah terlebih dahulu dengan cara membuat struktur teks laporan percobaan. Langkah ini bisa dimulai dari :
Menulis judul
Tujuan percobaan
Alat serta bahan yang dipakai
Dan langkah awal sampai akhir percobaan.
2. Tulislah hasil dari percobaan ke dalam bentuk grafik, tabel, bagan atau gambar
agar pembaca lebih mudah dalam memahami hasilnya. Sesudah semuanya selesai, selanjutnya tulislah kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.
3. Mengembangkan Kerangka jadi Sebuah Teks
Sesuah menyelesaikan kerangka tersebut, lalu kembangkanlah jadi sebuah teks. Jangan lupa pula untuk memerhatikan kaidah dari kebahasaannya yang dipakai supaya teks percobaan ini mudah dipahami oleh pembaca.
Tujuan Teks Laporan Percobaan
Memberitahukan atau menjelaskan laporan pertanggung jawaban dari sebuah tugas atau kegiatan pengamatan (observasi).
Memberitahukan atau menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan atau pemecahan masalah dalam pengamatan.
Menjadikan sumber informasi yang akurat dan terpercaya karena disusun berdasarkan dengan data dan fakta.
Menjadikan sarana untuk mendokumentasikan hasil kegiatan observasi.
Dibawah ini merupakan salah satu contoh teks laporan percobaan.
Membuat Slime Tanpa Boraks
Tujuan :
Tujuan dari pembuatan slime tanpa boraks ini adalah agar menjadi lebih kreatif dan mampu berinovasi dalam berkreativitas. Cara membuat slime ini cukup mudah sekali serta tidak memakan banyak biaya.
Alat dan Bahan :
Lem povinal secukupnya.
Deterjen bubuk secukupnya.
Deterjen cair secukupnya.
Pembersih lantai secukupnya.
Air secukupnya.
Alat pengaduk (mixer, sendok, atau tangan).
Wadah tempat slime (baskom atau yang lainnya).
Langkah-Langkah :
Mula-mula, campurkan terlebih dahulu lem povinal, pembersih lantai, deterjen cair, deterjen bubuk, dan air secukupnya saja ke dalam wadah slime. Campuran ini disebut dengan activator.
Aduklah campuran tersebut sampai merata.
Kemudian tambahkan lem povinal kedalam campuran activator.
Aduk lagi hingga struktur atau bentuknya menggumpal.
Masukkan ke dalam freezer selama lima sampai sepuluh menit.
Setelah itu, keluarkan adonan tersebut dari freezer.
Aduk lagi sampai bisa dimainkan.
Slime tanpa boraks pun sudah dapat dimainkan.
Hasil :
Setelah melakukan percobaan ini, kita dapat mempunyai slime yang aman digunakan tanpa menggunakan boraks. Saat ini, slime tanpa boraks sangat populer dikalangan anak-anak dan remaja.
Kesimpulan :
Dengan membuat sendiri slime tanpa boraks, kreativitas serta pengetahuan kita menjadi bertambah. Selain itu, slime tanpa boraks ini biayanya cukup murah dan terjangkau. Slime ini juga aman apabila terkena kulit sebab tidak mengandung boraks.
Secara singkat teks diskusi adalah sebuah teks yang memberikan dua pendapat berbeda mengenai suatu hal (satu “pro dan satu” kontra) yang menyebabkan kedua belah pihak menjadi saling membicarakan masalah yang sedang dipersoalkan Atau bisa juga didefinisikan sebagai tulisan yang mengulas sebuah masalah (isu) dengan disertai argumen/pendapat baik yang mendukung maupun yang menentang isu tersebut serta diakhiri dengan simpulan atau rekomendasi penulis.
Teks diskusi mempunyai 4 struktur diantaranya yaitu isu, argumen mendukung, argumen menolak dan terakhir ialah kesimpulan. Untuk lebih memahaminya simak berikut ini.
Isu: berisi masalah yang akan didiskusikan secara bersama-sama
Argumen mendukung: berisi argumen (alasan) yang mendukung suatu hal yang menjadi pokok permasalahan disku Setelah menyampaikan masalah, penulis dapat menyampaikan pendapat dari satu sudut pandang pendukung disertai alasan-alasan dan bukti untuk mendukung pendapat yang disampaikan sebelumnya.
Argumen menentang: berisi argumen (alasan) yang menentang argumen yang mendukun Pada tahap ini penulis memaparkan pendapat disertai alasan dan bukti dari sudut pandang kontra.
Kesimpulan: hasil akhir yang berisi kesimpulan dan rekomendasi tentang suatu isu yang dibahas berisi jalan tengah antara pendapat pro dan kontra.
Tujuan diskusi merupakan mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat, diskusi yang melibatkan beberapa orang disebut diskusi kelompok. Dalam diskusi kelompok dibutuhkan seorang pemimpin yang disebut ketua diskusi. Tugas ketua diskusi ialah membuka dan menutup diskusi, membangkitkan minat anggota untuk menyampaikan gagasan, menengahi anggota yang berdebat, serta menyimpulkan hasil diskusi.
Teks diskusi terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu antara lain:
Seminar
Seminar adalah sebuah pertemuan khusus yang memiliki teknis dan akademis yang tujuannya untuk melakukan studi menyeluruh tentang suatu topik tertentu dengan pemecahan suatu permasalahan yang memerlukan interaksi di antara para peserta seminar yang dibantu oleh seorang guru besar ataupun cendikiawan.
Sarasehan
Pengertian sarasehan adalah sebuah pertemuan yang dilaksanakan untuk mendengarkan pendapat seseorang yang ahli di dalam bidang tertentu, di mana kegiatan ini akan dilaksanakan dengan cara mengundang atau menghadirkan sekelompok undangan tertentu.
Simposium
Pengertian simposium adalah serangkaian pidato pendek yang dilakukan oleh seseorang di depan para peserta / pengunjung yang datang. Contoh umum : simposium nasional akuntasi.
Diskusi panel
Pengertian Diskusi Panel. Diskusi panel merupakan forum pertukaran pikiran yang dilakukan oleh sekelompok orang dihadapan. sekelompok hadirin mengenai suatu masalah tertentu yang telah dipersiapkannya. Diskusi Panel adalah sekelompok individu yang membahas topik tentang kelebihan pada masyarakat atau pendengar diskusi.
Kongres
Kongres adalah pertemuan besar para wakil organisasi ( politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan.
Muktamar
Pengertian muktamar adalah sebuah pertemuan / permusyawaratan tertinggi yang diadakan oleh pimpinan pusat dalam sebuah organisasi, di mana pertemuan ini akan dihadiri oleh para wakil organisasi tersebut untuk mengambil keputusan mengenai suatu permasalahan yang sedang dihadapi bersama di dalam organisasi tersebut.
Lokakarya
Pengertian Lokakarya adalah suah acara atau pertemuan yang dilakukan oleh para ahli di bidang tertentu yang bertujuan untuk membahas suatu masalah yang terkait dengan keahlian mereka, sekaligus untuk mencari solusi bagi permasalahan tersebut.
Dalam mengidentifikasi unsur kebahasaan teks diskusi,maka perlu diperhatikan dan dipahami tentang ciri-ciri kebahasaan teks diskusi.Sehingga,dalam mengidentifikasi unsur kebahasaan teks diskusi akan lebih mudah.
Ada beberapa ciri-ciri kebahasaan dalam teks diskusi,yaitu mengguakan tanda hubung perlawanan seperti :
a) tetapi,
b) sedangkan,
c) tidak …. tetapi,
d) bukan ….. melainkan,
e) menggunakan kohesi leksikal dan kohesi gramtikal,
f) mengawali dengan kalimat tanya,
g) menggunakan kata modalitas.
Fungsi sosial teks diskusi yaitu digunakan untuk melihat suatu masalah dari berbagai perspektif, sebelum membuat keputusan atau rekomendasi.
Dampak Menonton Televisi Bagi Remaja
Isu
Didalam era globalisasi ini tayangan televisi sudah tidak bisa dihindari, dengan menonton televisi kita bisa memperoleh bermacam-macam informasi, termasuk di dalamnya hiburan. Pertanyaannya ialah adakah dampak negatif yang ditimbulkan dari menonton televisi??
Sebagian masyarakat menganggap bahwa menonton televisi berdampak positif, tetapi banyak juga masyarakat yang menganggap bahwa menonton televisi berdampak negatif.
Argumen Mendukung
Dampak positif dari menonton televisi ialah sebagai berikut:
Pertama, televisi memiliki kelebihan dalam hal penyajian berita, televisi umumnya selalu to date. Hal ini tentu akan membuat remaja tidak ketinggalan informasi dan memberikan wawasan yang cukup luas pada remaja secara cepat.
Kedua, jika televisi menyajikan acara-acara yang berhubungan dengan pendidikan, hal ini tentu sangat berguna bagi para pelajar. Seorang palajar bisa mengambil manfaat berupa informasi pendidikan dari acara televisi tersebut.
Ketiga, pengaruh positif televisi lainnya ialah remaja bisa menyegarkan otak dengan menonton beragam tayangan hiburan yang disajikan oleh stasiun televisi. Mulai dari acara kuis, film, sinetron atau hiburan-hiburan yang lain.
Keempat, acara televisi sering menayangkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh, baik dalam dunia pendidikan, dunia usaha, hiburan atau yang lainnya. Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam televisi ini bisa memicu remaja untuk mencontoh kesuksesan mereka.
Argumen Menentang
Sementara itu, dampak negatif dari menonton televisi ialah sebagai berikut:
Pertama, televisi membuat remaja lupa waktu, bagi pelajar kecanduan nonton televisi menjadi kontra produktif dengan tugas seorang pelajar yang kewajibannya belajar.
Kedua, banyaknya acara-acara yang kurang mendidikan di televisi bisa mempengaruhi kejiwaan remaja. Film-film yang menampilkan adegan tidak layak ditonton remaja tanpa ada sensor sangat mudah ditiru oleh remaja.
Ketiga, televisi mampu meningkatkan daya konsumtif remaja, karena televisi merupakan media iklan yang memiliki pengaruh tinggi terhadap konsumennya. Iklan yang ditayangkan secara terus menerus sepanjang hari, remaja untuk membeli produk yang dipromosikan oleh produsen.
Keempat, banyak acara televisi yang isinya kurang sesuai dengan norma masyarakat Indonesia, termasuk juga dengan berita-berita yang kerap menayangkan kekerasa tanpa disensor terlebih dahulu. Acara demikian jika ditonton oleh remaja yang notabene suka meniru, tentu bisa ditiru oleh mereka.
Simpulan
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa televisi mempunyai dampak positif atau negatif, hal itu bergantung pada penonton televisi.
Inspirasi adalah percikan ide-ide kreatif (ilham) akibat hasil proses belajar dan peduli kepada sekeliling kita. Cerita inspiratif biasanya dibuat oleh seseorang yang sudah dalam taraf bijak. Orang bijak tidak selalu digambarkan berbentuk kakek-kakek berjanggut putih berjubah putih memegang tongkat. Semua usia bisa saja memiliki pikiran bijak. Bijak dapat dihasilkan oleh pengamatan dan pengalaman yang menyentuh hati.
Bijak juga dapat dibentuk oleh perjuangan hidup yang keras dan penuh tantangan. Ada seorang anak usia sekolah dasar yang selalu menabung separuh dari uang jajannya dan setelah seminggu diberikan kepada orang yang menurutnya memerlukan pertolongan. Bijak bisa ada pada siapa saja akibat berbuat baik. Jangan remehkan perbuatan baik sekecil apapun, oleh siapapun.
Teks Cerita Inspirasi adalah bahan tertulis yang digunakan sebagai media untuk mendapatkan ilham, ide, atau gagasan yang dapat menambah semangat dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Berdasarkan definisi tadi, tujuan teks inspirasi adalah untuk menambah dan menggugah motivasi, semangat, dan rasa percaya diri untuk menghadapi semua tantangan yang mungkin akan dihadapi dalam mencapai tujuan yang diharapkan secara positif.
Kata sifat , contoh : cantik, pendek, besar, pintar, ramah.
Kata Kerja Aksi , contoh : belajar, menanam, bekerja, melompat.
Berisi kalimat fakta
Merupakan hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar – benar ada atau terjadi.
Ciri-Ciri Kalimat Fakta
Dapat dibuktikan kebenarannya.
Memiliki data yang akurat misalnya tanggal, tempat ,waktu kejadian.
Memiliki narasumber yang dapat dipercaya.
Bersifat obyektif (apa adanya dan tidak dibuat-buat) yang dilengkapi dengan data berupa keterangan atau angka yang menggambarkan keadaan.
Biasanya dapat menjawab pertanyaan: apa, siapa, di mana, kapan, berapa dengan jawaban yang pasti.
Berdasarkan kenyataan.
Orientasi atau bagian perkenalan.
Insiden atau bagian yang menceritakan peristiwa atau kejadian yang dialami tokoh.
Interpretasi atau bagian perenungan dari peristiwa yang dialami.
Resolusi, merupakan tahap penyelesaian masalah. Peristiwa atau masalah yang dikembangkan pada bagaian rangkaian peristiwa dan komplikasi dikendurkan pada tahap resolusi.
Koda, adalah bagian penutup dari sebuah cerita inspiratif dan jenis teks narasi lainnya. Dalam tahap ini disampaikan kesimpulan dan pesan moral yang dapat diambil dari cerita tersebut.
1. Kisah nyata
Teks inspirasi biasanya diangkat atau diadaptasi dari sebuah kisah nyata. Ini digunakan untuk memberikan gambaran bahwa hal-hal yang terjadi dalam kisah tersebut ternyata dapat juga terjadi dalam kehidupan pembaca.
2. Tema
Selain kisah nyata, setiap bentuk tulisan teks inspirasi dapat dikembangkan dari satu tema tertentu menjadi kisah inspirasi yang menarik.
3. Judul
Setiap teks inspirasi harus diberikan judul untuk memudahkan pembaca mengidentifikasi tentang gambaran isi teks.
4. Alur
Dalam teks inspirasi terdapat alur cerita untuk memberikan pemahaman awal, inti, dan akhir cerita atau kisah. Maka, teks inspirasi juga dapat disebut sebagai teks cerita karena di dalamnya terdapat alur, yaitu urutan waktu cerita dari awal hingga akhir yang dapat dipahami pembaca.
5. Bersifat naratif
Teks inspirasi tentunya bersifat naratif atau cerita karena seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, di dalamnya terdapat alur.
6. Ada tokoh yang diceritakan
Pada teks inspirasi terdapat tokoh cerita dengan kisah hidupnya yang dijadikan sumber inspirasi, contoh, atau teladan bagi pembaca. Pada umumnya, tokoh dalam cerita inspiratif adalah manusia.
Garam dan Telaga
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah ke samping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.
Demikianlah, hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.
Struktur:
1. Orientasi: “Suatu ketika,….”
2. Perumitan peristiwa: “Tanpa membuang waktu,….”
3. Komplikasi: “Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan….”
4. Resolusi: “Pak Tua itu lalu kembali….”
5. Koda: “Demikianlah, hatimu ….”
Fiksi merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris fiction yang berarti rekaan atau khayalan. Cerita fiksi berarti cerita yang tidak terjadi sebenarnya. Secara lebih luas, pengertian cerita fiksi adalah sebuah karya satra yang bersifat imajinasi atau khayalan dari penulis dan bukan kejadian yang sebenarnya. Dengan kata lain cerita fiksi tidak terjadi secara sebenarnya di dunia nyata tetapi hanya berdasarkan imajinasi, pikiran, atau khayalan seseorang.
Meskipun cerita fiksi hanya imajinasi dari penulis namun cerita fiksi tetap masuk akal dan bisa mengandung kebenaran yang bisa mendramatisir hubungan-hubungan antar manusia.
Cerita fiksi biasanya berdasarkan sejarah, kejadian atau pengalaman hidup sang penulis atau orang lain yang dibumbui dengan imajinasi-imajinasi dari penulisanya.
Ada beberapa jenis karya seni yang termasuk ke dalam cerita fiksi diantaranya:
cerpen
novel
roman
drama
sinetron, dll
pendapat para ahli tentang fiksi
1. Krismarsanti
Pengertian fiksi menurut Krismarsanti adalah karangan yang berisi kisah atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang.
2. Thani Ahmad
Definisi fiksi menurut Thani Ahma adalah cerita naratif yang timbul dari imajinasi pengarang dan tidak memperdulikan fakta sejarah.
3. Henry Guntur Tarigan
Henry Guntur Tarigan mendefinisikan fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi penulis.
4. Semi
Pengertian fiksi menurut Semi adalah jenis narasi literer dan berupa cerita rekaan pengarang tanpa memperdulikan realitasnya.
Berdasarkan pengertian cerita fiksi di atas, maka kita dapat mengenali sebuah karya fiksi dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Fiksi sifatnya rekaan atau imajinasi dari pengarang
Dalam fiksi terdapat kebenaran yang relatif atau tidak mutlak
Umumnya fiksi menggunakan bahasa yang bersifat konotatif atau bukan sebenarnya
Karya fiksi tidak memiliki sistematika yang baku
Umumnya karya fiksi menyasar emosi atau perasaan pembaca, bukan logika
Dalam karya fiksi terdapat pesan moral atau amanat tertentu
Di atas kita sudah membahas secara sekilas jenis-jenis karya sastra fiksi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini jenis-jenis cerita fiksi:
Novel
Novel merupakan sebuah cerita fiksi yang menceritakan seorang tokoh utama yang penuh dengan pro dan kontra di dalam ceritanya. Mulai dari awal hingga akhir, novel memiliki klimaks atau ending.
Ciri-ciri novel adalah
Tidak dibaca sekali duduk
Plot mengarah ke insiden atau kejadian jamak
Watak tokoh dilakukan pengembangan secara penuh.
Dimensi ruang dan waktu yang lebih luas, cerita lebih luas dan bisa mencapai keutuhan secara inklusi.
Beberapa contoh novel diantaranya adalah:
Dilan 1990
Siti Nurbaya
Tenggelamnya Kapal Vander Wick
Ketika Cinta Bertasbih
Roman
Roman adalah karya fiksi yang menceritakan kehidupan seorang atau beberapa tokoh mulai dari lahir hingga kematiannya. Cerita roman biasanya banyak mengandung hikmah dan cenderung mengarah pada cerita klasik. Roman juga banyak jenisnya seperti Roman petualangan, Roman Psikologis, Roman percintaan, dan lain-lain.
Beberapa contoh karya sastra berbentuk Roman, yaitu:
Katak Hendak Jadi Lembu (Roman Psikologi)
Gadis Empat Zaman (Roman Percintaan)
Si Dul Anak Jakarta (Roman Anak dan Remaja)
Neraka Dunia (Roman Pendidikan)
Mencari Pencuri Anak Perawan (Roman Kriminal dan Detektif)
Cerpen
Cerpen adalah karya fiksi dengan cerita yang lebih pencdek dan lebih padat dibanding novel dan roman.
Ciri-ciri cerpen adalah:
Bisa dibaca dalam sekali duduk
Plotnya mengarah hanya kepada suatu insiden atau kejadian tunggal
Watak tokoh tidak dikembangkan secara penuh apabila tokoh itu baik maka hanya kebaikan saja yang diceritakan sedangkan sifat lainnya tidak
Dimensi ruang dan waktunya terbatas, cerita lebih berisi, memusat dan mendalam, mencapai keutuhan secara ekslusi.
Beberapa judul cerpen diantaranya:
Dear Mantan, karya Rizki Dwi Lestari
Piala Untuk Riska, karya Yacinta Artha Prasanti
Maafkan Aku Rakyatku, karya Hamka Firmansyah
Menyesal, karya Flawless
Sekardus Uang Cinta Untuk Lala, karya Benny Hakim Benardie
Cerita fisksi memiliki struktur sebagai berikut
Abstrak. Yaitu bagian yang berisi sebuah cerita singkat dari cerita keseluruhan atau berisi cerita inti sebuah teks cerita fiksi. Bagian ini bersifat opsional, boleh ada boleh tidak.
Orientasi. Bagian ini menjelaskan tentang tema, latar belakang tema, serta tokoh dalam novel. Bagian ini biasanya terletak pada bagian awal cerita dan menjadi penjelas dari cerita fiksi dalam novel.
Komplikasi. Bagian yang berisi tentang permasalahan-permasalahan yang mulai dihadapi para tokoh dalam cerita.
Evaluasi. Yaitu bagian dari cerita yang berisi tentng pembahasan pemecahan atau penyelesaian masalah yang dihadapi para tokoh, namun belum berakhir.
Resolusi. Yaitu bagian yang berisi inti pemecahan masalah dari masalah yang dihadapi para tokoh.
Koda (reorientasi). Yaitu bagian yang berisi amanat cerita atau pesan moral yang dipetik dari cerita fiksi
Unsur dalam cerita fiksi terbagi dua yaitu unsur intrisik dan ekstrinsik.
Tema. Yaitu gagasan atau ide dasar yang menjadi landasan suatu karya sastra yang terkandung dalam teks.
Tokoh. Yaitu pelaku dalam cerita.
Alur/plot. Yaitu urutan kejadian cerita.
Konflik. Yaitu permasalahan-permasalahan yang dihadapi para tokoh dalam cerita.
Klimaks. Adalah ujung dari konflik, atau konflik yang telah mencapai tingkat intensitas tinggi dan hal ini tidak dapat dihindari.
Latar. Yaitu tempat, waktu dan suasana yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.
Amanat. Adalah pesan moral yang disampaikan oleh pengarang melalui cerita yang ia buat.
Sudut pandang. Adalah cara pandang pengarang dalam menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita tersebut kepada pembaca. Sudut pandang dapat berupa orang pertama yang ditandai dengan kata “aku”, sudut pandang orang kedua yang ditandai dengan kata “kamu, dan sudut pandang orang ketiga yang ditandai dengan kata “dia atau mereka”.
(yaitu unsur di luar cerita namun sangat mempengaruhi jalannya sebuah cerita fiksi)
Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap.
Keyakinan.
Pandangan hidup yang keseluruhan akan mempengaruhi karya yang ditulisnya.
Psikologi, baik berupa psikologi pengarang seperti ekonomi, politik, dan sosial
Pandangan hidup suatu bangsa.
Berbagai karya seni lain dan lain sebagainya.
Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fiksi
Adapun kaidah atau tata bahasa dalam teks cerita fiski yaitu:
Metafora, yaitu perumpamaan yang sering digunakan untuk membandingkan sebuah benda atau menggambarkan secara langsung atas dasar sifat yang sama.
Metonimia, yaitu gaya bahasa yang digunakan, kata tertentu digunakan sebagai pengganti kata yang sebenarnya, tapi penggunaannya hanya pada kata yang memiliki pertalian yang begitu dekat.
Simile (persamaan), ini digunakan sebagai perbanding yang bersifat eksplisit dengan maksud menyatakan sesuatu hal dengan hal lainnya. Misalnya: seumpama, selayaknya, laksana, dll.
Teks non-fiksi merupakan sebuah teks yang dibuat dengan berdasarkan kenyataan yang benar ada, realita tanpa unsur mengada-ada, atau dengan hal yang benar terjadi di dalam kehidupan.
Karangan non fiksi ini berupa misalnya buku ilmiah, feature, artikel, tesis, skripsi dan juga laporan serta masih banyak lagi. Beberapa dari jenis karangan non fiksi ini di antaranya sebagai berikut :
Karangan non fiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam keidupan kita sehari-hari. Tulisan nonfiktif biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, desertasi, makalah, dan sebagainya.
Buku harian
Buku ilmiah
Buku teks
Dokumen desain
Filsafat
Kamus
Makalah Ilmiah
Panduan dan manual
Sejarah
Surat dan lainnya
1. Asal Mula Gema Di Ruang Hampa
Suatu hari pada sebuah desa hidup seorang wanita cantik yang sombong, ia disukai banyak orang namun dirinya terlalu memandang rendah siapapun yang ingin meminangnya.
Kebiasaan buruk Gema adalah tidak mau menanggapi orang yang dia anggap di bawahnya, Gema akan memperlakukanya seperti orang tersebut tidak ada.
Hingga suatu ketika datanglah seorang laki-laki itu hendak melamar Gema.
“Perkenalkan namaku Erlangga, aku seorang pengawal pribadi pangeran. Aku datang untuk melamarmu”
Mendengarnya Gema hanya diam dan memberikan senyuman sinis dalam hati Gema berfikir hanya seorang pengawal bukan pangeran berani sekali mengajukan lamaran padanya.
“Aku adalah pengawal kesayangan pangeran yang akan menjadi raja negeri ini”
Gema masih saja diam.
“Kamu tuli atau bagaimana?” ucapnya yang seketika membuat Gema memelotot tajam.
Laki-laki itu berjalan medekati Gema “Baiklah kalau itu maumu, hei wanita sombong jika kamu dikarunia mulut namun tidak mau berbicara pada orang yang kamu anggap rendah niscaya mulutmu hanya akan dapat meniru akhir omongan orang saja. Aku pangeran Erlangga mengutukmu!”
Seketika Gema terkejut saat tahu bahwa yang dihadapannya adalah pangeran dan tidak tahu kenapa mulutnya mengeluarkan kata-kata tanpa perintahnya “mengutukmu, mu, mu” ucap Gema dengan terkejut.
Hal itu membuat Gema terkejut dan hal itu membuatnya mulai diolok-olek hingga akhirnya Gema sakit dan tidak ada seorangpun yang mau mengurusnya hingga Gema menutup mata.
Dari sejak itu setiap siapun yang berbicara di ruang hampa akan ada Gema yang menyaut.
2. Matikan Lampu
Terik matahari membuat Bowo membasuh keringatnya yang kian membasahi wajah dan tubuhnya. Siang itu Bowo baru saja diusir dari kamar kosnya karena menunggak.
Mau bagaimana lagi, Bowo hanya seorang buruh bangunan yang kadang kerja dan kadang tidak. Sangat sulit untuk Bowo mencari kamar yang disewakan dengan harga murah, jika harus ukuran sempitpun Bowo bersedia.
Hingga suatu ketika Bowo melihat plang di depan sebuah rumah bertuliskan ada kamar kosong harga murah.
Saat memasuki halaman rumah itu tidak tahu kenapa perasaan Bowo tidak enak, rasanya sunyi, sepi dan dingin.
“Ada perlu apa”
Suara berat itu membuat Bowo seketika terkejut dan jantungnya hampir copot. Seorang wanita parubaya mendekatinya.
“Saya cari kamar kos Bu” ucap Bowo.
“Masuklah, disini ada 1 kamar kosong, kamu tidak perlu membayar hanya saja tetapi listrik sistem pulsa jadi kamu bayar sendiri”
Tentu Bowo terkejut mendengarnya, siapa yang akan memberikan penawaran seperti ini.
“Tapi kamu dengar, lampu kamar jangan pernah dimatikan, walaupun itu pagi ataupun siang”
Bowo mengiyakan saja padahal dirinya tidak akan menuruti hal tersebut, dia harus mengirit.
Letak kamar ini terpisah dari rumah ibu tadi, letaknya di belakang rumah, cukup lusuh dan tidak terawat. Tidak tahu kenapa Bowo seperti merasakan banyak sorotan mata yang memandangnya saat Bowo memasuki kamar.
Karena hari sudah mau malam akhirnya Bowo memilih tidak mematikan lampunya dan mulai bersiap tidur. Tidak tahu kenapa mata Bowo sulit sekali terpejam dan rasanya kamar ini sangatlah dingin.
Pagi harinya walaupun sempat ragu akhirnya Bowo memilih mematikan lampu dan berangkat kerja.
Sore hari saat Bowo pulang dan hendak mandi Bowo melihat lampu kamarnya menyala “Pasti ibu kos, enggak tau orang ngirit apa” ucap Bowo sembari mematikan lampu dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Saat Bowo mandi tidak tahu dari mana Bowo mendengar suara orang ramai, seperti di depan pintu kamar mandinya. Sangat dekat dan semakin membesar saja suaranya dengan cepat Bowo meraih handuk dan keluar.
Namun hal yang ditemukan tidak ada, kamar itu kosong tanpa ada satupun orang serta suara ramai tadi telah menghilang.
Bowo merinding seketika dan langsung menyalakan lampu, namun nihil lampu tidak menyala.
Hingga malam lampu masih tidak mau menyala dan Bowo memilih tidak terlalu memikirkannya dan memilih tidur.
Saat baru menutup matanya suara berisik orang terdengar kembali dan Bowo yakin dirinya tidak salah dengar, suara ramai itu ada disini, bersamanya di kamar ini.
Benar saja saat Bowo membuka mata, seketika ruangan terang namun bukan dari cahaya lampu tapi cahaya rembulan yang tidak tahu dari mana.
Begitu juga dengan begitu ramainya makhluk-makhluk tak kasat mata, mulai dari yang berbadan hitam besar dengan mata merah dan tubuh berbulu.
Hingga wanita berpakaian putih dengan rambut panjang yang wajahnya sangat pucat dan penuh darah.
Menatap Bowo lekat-lekat dan seketika jeritan Bowo tidak terelakan. Perlahan makhluk itu mendekati Bowo sembari salah satunya mengucapkan kalimat yang sama dengan ibu kosnya. “Jangan matikan lampu” ucap mereka.
Bowo jatuh pingsan dan saat bangun terkejutlah Bowo mendapati dirinya yang sudah terbaring di sebuah pemakaman.
PEMBUATAN PETA KONSEP TEKS FIKSI DAN NON FIKSI