Orang yang mempelajari sejarah Islam sejak zaman dahulu hingga hari ini, tentu akan menemukan bahwa ahli hadis adalah pengikut Nabi yang paling kokoh dan teguh mengikuti Nabi Muhammad dalam hal akidah, manhaj, ibadah, dakwah, muamalah, dan berhujah. Mereka, ahlul hadis, benar-benar berada pada titik tertinggi dalam keyakinan dan ketenangan sehingga dapat menghafal, menjaga hafalan dan mengajarkan atau menularkan hafalannya kepada generasi sesudahnya. Tanpa peran perjuangan dan pengabdian keilmuan dan ketakwaan para ahli hadis ini, mustahil kita dapat meyakini kesahihan dan keotentikan hadis-hadis Rasulullah saw. yang merupakan sumber hukum Islam kedua setelah al-Qur’an
TOKOH-TOKOH ULAMA HADIS
a. Imam Malik (93-179 H)
b. Imam al-Bukhari
c. Abu al-Husein Muslim ibn al-Hajjaj al-Naisaburi
d. Abu Daud al-Sijistani
e. Imam al-Tirmidzi
f. Al-Imam al-Nasai
g. Al-Imam Ibn Majah
Rangkuman
1. Kitab al-Muwatta’ disusun selama hampir empat puluh tahun. Dan Imam Malik keberatan kalau al-Muwatta’ dijadikan kitab pegangan resmi bagi pemerintah, karena berarti kitab yang memuat pendapat lain harus dibuang.
2. Menurut Imam Malik hadis yang dapat diterima tidak boleh bertentangan dengan al-Qur’an dan harus masyhur atau diamalkan oleh masyarakat Madinah.
3. Kitab karya Imam Bukhari paling terkenal adalah al-Jami’ al-Sahih. Kitab ini mulai ditulis ketika ia berada di Makkah dan berakhir ketika ia berada di Madinah.
4. Imam Ahmad ibn Hanbal adalah guru Imam Bukhari dan juga guru Imam Muslim. Imam Bukhari adalah juga guru Imam Muslim. Murid-murid Imam Muslim yang terkenal antara lain adalah Imam al-Tirmidzi, Ibn Khuzaimah, Abdurrahman ibn Abi Hatim.
5. Menurut Imam Abu Daud, hadis yang kurang sahih masih lebih berbobot dibanding pendapat ulama.
PETA KONSEP
SILAHKAN KALIAN BACA MATERI BERIKUT !