Nama anggota kelompok :
Catharine Angelina Halim/5
Helena Netaneel Kristiyawan/14
Marcello Delbert Vinson Tolombot/16
Tristan Hiroshi Yonatan H./23
Xavier Satrio Mukin/25
Clarisa Vivi Amara Siregar/6
Keripik Jagung “Jagung Rancak” menggambarkan kesederhanaan dan keuletan masyarakat Minangkabau yang mampu mengubah hasil tani seperti jagung menjadi produk bernilai jual tinggi.
Rasa gurihnya melambangkan kehangatan dan kebersamaan orang Minang saat menikmati camilan tradisional.
Jagung manis – 4 buah
Tepung beras – 150 gram
Tepung tapioka – 50 gram
Bawang putih – 3 siung
Ketumbar bubuk – 1 sendok teh
Garam – secukupnya
Daun jeruk – 2 lembar
Air – secukupnya
Minyak goreng – secukupnya
Soda kue
Kemasan
Pisau
Talenan
Cobek atau blender
Baskom
Sendok atau centong
Wajan / teflon
Spatula
Saringan minyak
Wadah minyak
Saringan peniris
Tampah / nampan dan kertas minyak
Pipil jagung, lalu haluskan dengan blender.
Campurkan jagung halus dengan tepung beras, tepung tapioka, bumbu halus, dan sedikit air.
Aduk rata hingga adonan bisa dibentuk tipis.
Pipihkan adonan di atas daun pisang atau loyang datar.
Jemur sampai setengah kering (bisa juga dikeringkan di oven suhu rendah).
Goreng dalam minyak panas hingga kuning keemasan dan renyah.
Tiriskan, biarkan dingin, lalu simpan dalam wadah tertutup
🎉 Exciting News from Class X-2! 🎉
Get ready to feel the rhythm of West Sumatra!
Class X-2 proudly presents the traditional Minangkabau dance “Ciek Duo Tigo” at the Pesona Nusantara Performance 🎭
Join us at the Cor Jesu Auditorium as we bring the spirit of Sumatra to life with graceful moves, colorful costumes, and the true energy of Minang culture. 🌺✨
Come support us and experience the magic of Indonesia’s cultural heritage!