Nama Anggota Kelompok :
1. Enrico Exociano Louis (08)
2. Lionel kent Juanito Randuk (15)
3. Maria Versila Monim (17)
4. Maya Jelita Elshaday Mandagi (18)
5. Myhero Hillary Pamboedi (19)
Harmoni Minangkabau: Menyelaraskan Adat dan Iman
Masyarakat Minangkabau memandang keberagaman sebagai kekayaan, bukan ancaman. Makna harmoni dalam kehidupan mereka berakar pada falsafah utama: "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (Adat bersendikan syariat, syariat bersendikan Al-Qur'an).
Filosofi ini mengajarkan bahwa tatanan sosial (Adat) harus selalu selaras dengan nilai-nilai agama (Islam), yang menjadi landasan moral. Dengan menempatkan iman sebagai pondasi, mereka mengembangkan prinsip harmoni yang kuat:
Kesetaraan Lintas Kelompok: Di Minangkabau, semua pihak berkedudukan "duduak samo randah, tagak samo tinggi" (duduk sama rendah, berdiri sama tinggi). Prinsip ini menanamkan penghormatan yang mendalam, menghapus diskriminasi, dan membuka ruang bagi siapa saja yang datang dengan niat baik.
Toleransi Sejati: Keberagaman (suku, etnis, budaya pendatang) dianggap sebagai sunnatullah (hukum alam). Harmoni diwujudkan melalui praktik sosial yang tulus, saling membantu, beradaptasi, dan merayakan perbedaan, bukan menyeragamkan.
Kekuatan Musyawarah: Segala perbedaan diselesaikan melalui musyawarah mufakat di Nagari, dipimpin oleh Penghulu. Ini adalah mekanisme adat untuk memastikan keadilan dan kedamaian tercapai tanpa merugikan satu pihak pun.
Intinya, membangun harmoni di Ranah Minang adalah usaha untuk menjaga keseimbangan antara tradisi, kearifan lokal, dan nilai-nilai spiritual, demi mewujudkan masyarakat yang rukun, adil, dan sejahtera.
Our class proudly presents a cultural performance inspired by the Minangkabau tradition from West Sumatra.
We perform Tari Pasambahan, a short Randai show, and traditional Minang music that represent the beauty, honor, and courage of Minangkabau society.
This performance shows our appreciation for Indonesia’s cultural diversity. 🎭✨
📅 Date: Tuesday, 28 Oktober 2025
🕒 Time: 09.30 AM – 02.00 PM
📍 Venue: School Auditorium, SMAS Katolik Cor Jesu Malang
We are going to wear traditional Minangkabau costumes, present energetic dance moves, and show unique storytelling tradition from West Sumatra.
We will also invite the audience to clap along to the rhythm and enjoy the spirit of Minang culture!
Come and support our performance!
Let’s celebrate Pesona Nusantara together!
See you there! 👋
Keripik Sanjai bukan sekadar camilan, tapi warisan rasa dari ranah Minang. Setiap irisan singkong yang renyah membawa cerita tentang ketekunan, gotong royong, dan cinta terhadap tradisi. Dari dapur kecil di Bukittinggi hingga meja makan modern, Sanjai adalah simbol kehangatan dan kebanggaan budaya Minang yang tak lekang oleh waktu. Gurihnya tekad, pedasnya perjuangan, begitulah cita rasa kehidupan orang Minang yang tercermin dalam keripik Sanjai. Setiap gigitan adalah semangat pantang menyerah, keberanian menghadapi tantangan, dan kenikmatan hasil dari kerja keras.
Alat: Pisau atau alat pengupas, Parutan atau alat pemotong tipis (serutan singkong), Wadah atau baskom, Kuali atau wajan besar, Kompor dan spatula penggoreng, Sutil atau serok, Tampah atau loyang untuk meniriskan, Saringan minyak.
Bahan: Singkong segar 1 kg, air bersih secukupnya, 20 buah cabai merah keriting, 8 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, 100 gram gula pasir, ½ sdt garam, 1 sdm air asam jawa, 100 ml minyak goreng.
Cara Kerja:
1. Persiapan bahan utama:
- Kupas singkong, lalu cuci hingga bersih.
- Iris tipis-tipis menggunakan parutan atau alat pemotong khusus (seperti serutan keripik).
2. Perendaman:
- Rendam irisan singkong dalam air garam 1 sdm dengan air panas dan selama ±30 menit sampai airnya mulai dingin.
- Setelah itu, bilas dengan air bersih dan tiriskan.
3. Penggorengan:
- Panaskan minyak banyak dalam wajan.
- Goreng singkong hingga kering dan berwarna kuning keemasan.
- Angkat dan tiriskan minyaknya.
4. (Opsional) Pembuatan bumbu balado:
- Goreng cabe keriting lalu blender
- Haluskan 5 bawang putih, peras asam jawa sehingga membentuk larutan,iris gula merah menjadi beberapa bagian, goreng daun jeruk dan hancurkan jadi beberapa bagian.
- Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih yang sudah dihaluskan, tuang cabe keriting yang sudah dihaluskan, tambahkan garam, air, larutan asam jawa, gula pasir secukupnya, dan gula merah.
- Aduk hingga saus menjadi kental dan berwarna merah tua lalu tambahkan potongan daun jeruk.
5. Pencampuran:
-Masukkan keripik singkong goreng ke dalam saus balado, aduk hingga semua bagian terbalut rata.
- Dinginkan sebelum disimpan dalam wadah tertutup.