Pengasinan atau penggaraman adalah metode pengawetan bahan makanan secara alami. Pengasinan menjaga keawetan makanan dengan menarik air keluar dari makanan, dan mencegah bakteri tumbuh dan merusak makanan. Garam menjadi zat yang berperan penting dalam teknik pengasinan.
Bahan makanan yang dapat diasinkan contohnya daging, ikan, telur, dan buah-buahan.
Semua makhluk hidup tidak dapat hidup atau berkembang tanpa air, termasuk bakteri yang dapat menimbulkan racun pada makanan.
Sementara, garam berperan mengeluarkan air dari bahan makanan sehingga membuatnya kekurangan kandungan air (dehidrasi). Apabila kandungan air dalam makanan berkurang, maka bakteri tidak akan berkembang pada makanan. Hal tersebut membuat makanan jadi tahan lama atau awet.
Garam yang pekat akan menimbulkan racun bagi sebagian besar mikroba. Hal tersebut karena efek osmolaritas atau tekanan air.
Air bercampur antar sel di lingkungan, sehingga konsentrasi zat terlarut (seperti garam) sama di kedua sisi sel.
Dalam larutan garam yang sangat tinggi, banyak mikroba akan pecah karena perbedaan tekanan antara bagian luar dan dalam organisme.
Garam yang tinggi juga bisa menjadi racun bagi proses internal mikroba dengan mempengaruhi DNA dan enzim.
Penelitian yang dilakukan The National Academies of Sciences Engineering Medicine (2010), tertulis bahwa kandungan utama garam yang berperan penting memberikan efek pengawet bagi makanan adalah sodium. Nah, sodium inilah yang dapat mencegah busuk atau basinya makanan dengan cara mengurangi terjadinya aktivitas mikroba, pertumbuhan patogen dan organisme lain, serta reaksi kimia yang tidak diinginkan, seperti oksidasi lipid. Reaksi yang dicegah itu bernama reaksi autolisis.
Selain mematikan aktivitas mikroba dan organisme tak tampak mata yang ada dalam makanan, ternyata garam dipercaya sebagai pengawet yang efektif karena dapat mengurangi kadar air dalam makanan. Garam bersifat higroskopis, yang artinya dapat menyerap air.
Lalu, kenapa sih kadar air harus dikurangi dalam makanan yang hendak diawetkan? Mengapa sifat higroskopis dalam prosesnya menjadi penting? Jawabannya adalah karena seringkali air menjadi media tempat bakteri-bakteri tinggal dan tumbuh, serta tempat yang kondusif bagi terjadinya reaksi-reaksi kimia. Nah, kemampuan garam untuk mengurangi kadar air dengan baik disinyalir karena adanya sodium dan ion-ion klorida yang akan bereaksi dengan molekul-molekul air.