Teknik pemanisan adalah cara mengawetkan makanan dengan memasukkan makanan tersebut ke dalam zat yang mengandung gula dengan kadar konsentrasi 40% untuk menurunkan kadar mikroorganisme. Apabila kadar konsentrasinya dinaikkan menjadi 70%, maka hal tersebut dapat mencegah terjadinya kerusakan makanan. Beberapa makanan yang biasa diawetkan dengan cara dimaniskan adalah agar-agar, susu, manisan buah, selai, dodol, dan lain-lain.
Uniknya, cara mengawetkan makanan dengan garam dan gula ini telah dilakukan sejak dahulu kala, entah berabad-abad sebelum ditemukannya lemari es atau kulkas. Sayangnya, dengan berkembang dan majunya teknologi modern, cara yang alami dan aman dalam mengawetkan makanan seperti ini justru perlahan mulai ditinggali oleh manusia.
Gula pasir adalah sebuah butiran menyerupai kristal hasil pemanasan dan pengeringan sari tebu atau bit. Gula pasir merupakan butiran berwarna putih yang tersusun atas 99.9% sakrosa murni. Fungsi gula pasir biasanya untuk memberikan rasa manis. Selain memberikan rasa, gula pasir bisa menjadi bahan pengawet. Penggunaan gula sebagai pengawet disebut penggulaan.
Tingkat konsentrasi tinggi pada gula tersebut mampu menyerap cairan internal mikroorganisme hingga membuat mereka mati. Secara otomatis makanan yang diberi gula pada kadar tertentu bisa membantu melindungi makanan pada pertumbuhan mikroba yang buruk dan bisa mengurangi kualitas makanan. Penggunaanya bisa ditaburkan atau dicampur dan dilarutkan dengan bahan makanan atau minuman yang akan diawetkan.
Gula tidak bisa sembarangan dijadikan pengawet makanan, hanya gula dengan konsentrasi tinggi saja yang bisa.
Gula dalam konsentrasi tinggi dapat berperan sebagai pengawet makanan karena adanya proses osmosis. Gula akan mengikat sebagian air bebas di dalam makanan, tergantung konsentrasi gula yang ditambahkan, dan mengubahnya menjadi air terikat. Saat kondisi ini terjadi, mikroorganisme tidak dapat memanfaatkan air bebas di dalam makanan untuk tumbuh dan berkembang, karena setiap mikroorganisme membutuhkan air bebas dalam kadar tertentu untuk dapat hidup.
Bakteri biasanya tumbuh pada kondisi kandungan air bebas (Aw) ≥ 0,8 sedangkan jamur kapang dan khamir tumbuh pada kondisi kandungan kadar air bebas (Aw) ≥ 0,7. Itulah sebabnya makanan akan lebih awet jika kita bisa menekan kandungan air bebas (Aw) menjadi ± 0,6. Salah satu cara untuk mencapai kondisi tersebut adalah dengan menambahkan gula, biasanya minimal 68% dari total kandungan bahan.