Belajar yang Membahagiakan: Perjalanan Jiri Bertumbuh Bersama Sekolah Kembang
Belajar yang Membahagiakan: Perjalanan Jiri Bertumbuh Bersama Sekolah Kembang
Perjalanan Jiri bersama Sekolah Kembang dimulai sejak usia dini. Dari jenjang PAUD hingga SMP, Kembang menjadi ruang tumbuhnya—tempat ia belajar mengenal diri, bebas untuk berpikir, dan memaknai pengalaman sebagai bagian dari proses belajar. Sejak awal, Jiri dibiasakan untuk mengolah pemikirannya sendiri melalui pengalaman-pengalaman yang unik.
"Aku bersyukur telah diajarkan untuk bisa bebas berpikir, dan mengolah pemikiran lewat pengalaman-pengalaman yang unik," kenangnya.
Bekal inilah yang kemudian terasa sangat berarti ketika Jiri melangkah ke lingkungan baru. Ia terbiasa mengenal diri dan memiliki pendirian, sehingga proses adaptasi tidak terasa menakutkan, melainkan menjadi bagian dari perjalanan belajarnya.
Setelah lulus dari SMP Kembang pada tahun 2024, Jiri melanjutkan perjalanannya ke SMA Kolese Gonzaga. Kini, sebagai siswa kelas XI, ia menjalani hari-hari yang penuh dengan beragam kegiatan yang tidak hanya menekankan akademis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan reflektif, sambil perlahan mempersiapkan diri untuk melangkah ke jenjang perguruan tinggi. Keputusan untuk bersekolah di Gonzaga pun ia ambil bukanlah keputusan yang datang tanpa pertimbangan. Ia secara sadar mencari sekolah lanjutan yang sejalan dengan nilai dan budaya yang telah ia hidupi sejak di Kembang.
Nilai-nilai tersebut tumbuh seiring dengan rasa ingin tahunya yang terus dipupuk selama bersekolah di Kembang. Salah satu pengalaman yang paling ia banggakan adalah sebuah proyek di masa SMP, ketika ia bersama teman-temannya membuat program merajut untuk lingkungan sekitar.
"Dari proses proyek itu, aku belajar bahwa perubahan tidak selalu harus datang dari hal besar—bahkan langkah kecil pun dapat memberi dampak," katanya.
Pengalaman belajar yang membekas juga datang dari ruang kelas, salah satunya melalui pelajaran sejarah seni. Dengan pendekatan yang melibatkan murid secara aktif, guru mengajak mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga berpikir lebih dalam tentang relasi antara manusia dan seni. Proses belajar pun terasa hidup, menggugah, dan penuh makna.
Ketika mengenang masa-masa di Kembang, Jiri menyadari bahwa pembelajaran tidak hanya datang dari momen yang menyenangkan. Kebersamaan, diskusi, hingga konflik menjadi bagian penting dari proses bertumbuh. Semua itu mengajarkannya tentang beragam karakter manusia dan cara menyikapi perbedaan. Kini, kenangan-kenangan itu ingat dengan rasa nostalgia. Salah satunya adalah saat kelas SD3, ketika murid-murid dibagi ke dalam house dengan sistem poin—mirip seperti di dunia Harry Potter. Pada hari terakhir, Jiri harus menerima kenyataan bahwa house-nya gagal menang karena ia meninggalkan barang, yang berujung pada deduksi poin. Sebuah kejadian kecil, namun menjadi bagian dari cerita yang terus ia ingat hingga kini.
Dari seluruh pengalaman tersebut, Kembang mengajarkan Jiri untuk berdiri di atas kaki sendiri, berani memiliki pendirian, dan bebas mengekspresikan diri. Ia belajar bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas, melainkan hadir dalam setiap pengalaman hidup.
"Kembang mengajarkanku untuk tetap autentik, dan percaya bahwa belajar itu datang dari mana saja," ungkapnya.
Nilai yang masih ia pegang hingga hari ini adalah keyakinan bahwa belajar merupakan sebuah perjalanan yang membahagiakan—dan karena itu, penting untuk menjalani proses belajar dengan rasa bahagia, tanpa kehilangan keautentikan diri.
Jika mendengar kata “Sekolah Kembang”, Jiri percaya banyak alumni akan mengingat hal yang serupa: jerapah pink dan gajah polkadot di playground, pasir tempat anak-anak berlomba membuat gunung berapi paling menakjubkan, hingga kolam renang dengan lantai yang sering becek bekas tawa dan cipratan air.
Untuk adik-adik yang saat ini masih belajar di Kembang, pesan Jiri sederhana namun tulus: nikmati setiap momen di Kembang, dan dapatkan sebanyak mungkin dari setiap pengalaman. Karena kelak, semua itu akan tumbuh bersama kalian—dan membentuk perjalanan kalian dengan cara yang mungkin baru disadari bertahun-tahun kemudian.