Nama saya Safiuddin, namun orang-orang lebih mengenal saya sebagai Pak Safi. Lahir pada 18 Februari 1994 sebagai anak kedua dari enam bersaudara, hidup saya dibentuk oleh deburan ombak dan tekad yang lebih keras dari karang.
Saya adalah putra asli Binongko. Sebuah pulau yang hanya berjarak satu jam pelayaran dari tempat saya mengabdi sekarang, SMPN Satu Atap Lamanggau. Perjalanan hidup membawa saya menyeberangi lautan menuju Ambon untuk menimba ilmu. Di sana, di tengah keterbatasan ekonomi, saya belajar bahwa pendidikan adalah satu-satunya jembatan menuju mimpi.
Bukan sekadar lulus, saya membuktikan tekad itu melalui riset 'Penggunaan Sensor Ultrasonik untuk Mengidentifikasi Gerak Harmonik Sederhana & Teredam Berbasis Arduino UNO R3', yang kini tengah menuju publikasi jurnal internasional. Kini, sebagai guru, saya tidak hanya mengajarkan rumus atau teori. Saya menyalurkan energi, penguasaan teknologi, dan semangat pantang menyerah kepada siswa-siswi saya—para penerus bangsa. Karena bagi saya, menjadi pengajar profesional adalah tentang membentuk masa depan, satu langkah presisi di setiap waktu.
"Tidak ada halangan yang berarti bagi seseorang yang punya tekad yang kuat"