Picture Source: https://www.literacyideas.com/procedural-texts/
Hi there, long-life learners!
Kali ini kita akan belajar cara menyusun Procedural Text. Panduan ini diadaptasikan dari website Literacy Ideas pada link di bawah ini.
Procedural Text digunakan untuk menjelaskan cara mengerjakan atau membuat sesuatu. Tujuan dari sebuah Procedural Text adalah memaparkan langkah-langkah kerja sehingga sesuatu dapat dibuat atau dikerjakan secara aman, efisien, dan sesuai. Contoh paling umum dari sebuah Procedural Text adalah resep (recipe) dan tutorial (manual book). Selain itu, ada juga contoh-contoh Procedural Text lainnya seperti misalnya:
Directions – Petunjuk arah Bagaimana cara menuju ke suatu tempat? Instruksi yang sangat detail yang berisi lokasi, nama tempat dan jarak yang ditempuh. Directions dapat dilengkapi dengan peta sehingga intruksi yang dibuat lebih mudah dipahami.
Instructions – Instruksi/petunjuk Bagaimana cara melakukan sesuatu? Gunakan bahasa yang jelas dan sederhana untuk menulis instruksi. Instruksi dapat dilengkapi dengan gambar atau diagram agar lebih mudah dipahami.
Recipes – Resep: Bagaimana cara memasak sesuatu? Resep dibuat untuk untuk memandu seseorang agar hasil masakan yang dihasilkan sesuai dengan ekspektasi. Oleh karena itu, bahan-bahan masakan beserta takarannya, alat yang dibutuhkan, serta langkah-langkah pembuatan harus ditulis dengan terperinci. Resep juga dapat dilengkapi dengan gambar masakan yang sudah jadi sehingga pembaca dapat memahami bagaimana masakan disajikan.
Rules for games – Aturan permainan Bagaimana ini dimainkan? Instruksi diberikan sebelum game dimainkan sehingga seluruh pemain dapat memahami cara bermain dan aturan yang harus disepakati dalam permainan.
Manuals – Buku Panduan Bagaimana cara menggunakan alat ini? Apakah ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum alat digunakan? Buku panduan ditulis untuk membantu seseorang menggunakan alat secara tepat dan aman.
Agendas – Jadwal Kegiatan Apa yang akan kita lakukan? Kapan kegiatan dilaksanakan? Siapa yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut? Jadwal kegiatan sangat penting dibuat sebelum sebuah kegiatan dilaksanakan untuk kelancaran acara tersebut.
Goal/Aim - Tujuan: apa yang akan dibuat? apa yang akan dilakukan? Tujuan Procedural Text dapat ditulis pada bagian judul.
Resources - Alat dan Bahan: apa saja yang dibutuhkan? Paparkan dengan jelas bahan (ingredients) dan alat (tools/equipment) yang dibutuhkan. Jangan lupa lengkapi dengan jumlah alat dan bahan yang diperlukan, misalnya 2 eggs, 125 ml of water, one teaspoonful of salt, dan sebagainya.
Steps/method - Langkah-langkah pembuatan. Bagaimana cara mengerjakannya? Jelaskan langkah-langkah pengerjaan dengan singkat dan jelas.
Conclusion - kesimpulan, tips, dan evaluasi.
Language Features of a Procedural Text: Unsur kebahasaan Procedural Text
Untuk membuat text procedural text, perhatikan penggunaan unsur kebahasaan berikut:
Simple present tense: Procedural Text ditulis dengan menggunakan Simple Present Tense dengan ciri-ciri penggunaan kata kerja bentuk pertama yang menyatakan tindakan, misalnya: cut, grate, wash, pour, scoop, trim, chop.
Imperative - kalimat perintah. Karena Procedural Text bertujuan untuk memandu dan meberikan instruksi, maka kalimat perintah banyak digunakan terutama pada bagian steps/methiod. Contohnya: wash the vegetable, slice the lemon, chop the garlic.
Descriptive noun phrase - frasa kata benda. Kata benda yang digunakan dalam Procedural Text ditulis secara rinci sehingga pembaca dapat memahami bentuk, ukuran, warna, dan jumlah benda yang diperlukan untuk membuat sesuatu. Misalnya: two big tomatoes, brown malt vinegar, finely chopped garlic.
Adverbial Sequence/Temporal Conjunctions - kata penghubung/kata keterangan. Menggunakan kata penghubung yang menyatakan urutan peristiwa/kegiatan, misalnya first, next, finally.
Adverbs - kata keterangan digunakan untuk mendeskripsikan waktu dan cara mengerjakan sesuatu. Misalnya: let simmer for two hours, rest the dough for fifteen minutes, chop the garlic finely, stir thoroughly.