MATERI : HARI JUM'AT
MATERI PANCANITI
BAGIAN I: NITI SAJATI
(Jati Diri Sejati Manusia sebagai Hamba Allah dan Warga Bangsa)
Tahap Refleksi dan Internalisasi Nilai
A. Tujuan Pembelajaran (Diperdalam)
Peserta didik diharapkan mampu:
Merefleksikan seluruh proses pembelajaran dari NITI HARTI hingga NITI BAKTI.
Menyadari keterkaitan antara iman, ibadah, dan kepedulian lingkungan.
Menginternalisasi nilai syukur, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai sikap hidup.
Menumbuhkan komitmen pribadi untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan dan ikhlas.
B. Hakikat NITI SAJATI
NITI SAJATI adalah tahap kesadaran sejati, yaitu:
Ketika pengetahuan menjadi keyakinan
Ketika tindakan menjadi kebiasaan
Ketika kepedulian menjadi karakter
Pada tahap ini, peserta didik tidak lagi bertanya βapa yang harus saya lakukan?β
melainkan βbagaimana saya hidup dengan nilai itu?β
C. Refleksi Diri (Muhasabah)
1. Evaluasi Diri terhadap Lingkungan
Refleksi bukan sekadar mengingat kegiatan, tetapi menilai kejujuran diri.
Pertanyaan reflektif:
Apa perubahan sikap saya terhadap lingkungan?
Kebiasaan buruk apa yang masih saya lakukan?
Apakah saya sudah konsisten menjaga kebersihan?
Refleksi membantu peserta didik mengenali:
Kelebihan diri
Kekurangan diri
Peluang perbaikan
2. Rencana Perbaikan ke Depan
Refleksi harus berujung pada niat dan rencana.
Contoh komitmen:
Tidak membuang sampah sembarangan
Mengurangi penggunaan plastik
Mengajak keluarga menjaga kebersihan rumah
Islam menekankan niat yang tulus sebagai awal perubahan.
D. Lingkungan sebagai Sarana Ibadah
1. Menjaga Alam sebagai Ibadah Berkelanjutan
Dalam Islam:
Ibadah tidak terbatas di masjid
Setiap perbuatan baik bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah
Menjaga lingkungan termasuk:
Amal jariyah
Ibadah sosial
Bukti syukur atas nikmat Allah
2. Bersyukur dengan Menjaga Nikmat
Syukur bukan hanya ucapan alhamdulillah, tetapi:
Menggunakan nikmat dengan benar
Menjaganya dari kerusakan
Memanfaatkannya untuk kebaikan
Merusak alam berarti ingkar nikmat, sedangkan menjaganya adalah syukur sejati.
E. Kepedulian Sosial dalam Perspektif Lingkungan
1. Dampak Lingkungan terhadap Sesama
Lingkungan rusak berdampak pada:
Kesehatan masyarakat
Keselamatan jiwa
Keadilan sosial
Kerusakan lingkungan sering kali paling dirasakan oleh:
Orang miskin
Anak-anak
Generasi mendatang
2. Menjaga Alam sebagai Menjaga Kehidupan Manusia
Islam mengajarkan:
Menyelamatkan satu kehidupan sama dengan menyelamatkan seluruh manusia.
Menjaga lingkungan berarti:
Melindungi kehidupan
Menjaga martabat manusia
Menghindari kezaliman sosial
F. Aktivitas Murid (Diperdalam)
1. Menulis Refleksi Pribadi
Peserta didik menulis:
Pengalaman selama pembelajaran
Perubahan sikap yang dirasakan
Komitmen pribadi ke depan
Refleksi dapat berbentuk:
Esai singkat
Jurnal harian
Surat untuk diri sendiri
2. Sharing Pengalaman Proyek
Kegiatan berbagi pengalaman:
Apa yang paling berkesan?
Tantangan yang dihadapi
Pelajaran hidup yang diperoleh
Sharing menumbuhkan:
Empati
Apresiasi
Inspirasi antar peserta didik
3. Komitmen Aksi Berkelanjutan
Peserta didik menyusun:
Janji pribadi
Target sederhana dan realistis
Aksi yang bisa dilakukan setiap hari
Contoh:
βSaya berkomitmen menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.β
G. Penilaian Reflektif (Opsional)
Penilaian difokuskan pada:
Kejujuran refleksi
Kedalaman pemaknaan
Konsistensi komitmen
Bukan sekadar benar atau salah, tetapi tumbuh dan berubah.
H. Penegasan Akhir NITI SAJATI
Pada tahap NITI SAJATI, peserta didik:
Tidak hanya berbuat baik saat diminta
Tetapi melakukannya karena kesadaran iman
Menjadikan kepedulian lingkungan sebagai jalan ibadah sepanjang hayat
A. PENGERTIAN DAN HAKIKAT SAJATI
1. Pengertian Umum
Sajati berarti jati diri yang sesungguhnya, yaitu kondisi ketika:
hati (Harti) lurus,
akal (Surti) tercerahkan,
perbuatan (Bukti) nyata,
pengabdian (Bakti) konsisten.
β‘οΈ Sajati adalah puncak keutuhan kepribadian manusia.
Seseorang disebut sajati bukan karena status, jabatan, atau gelar, tetapi karena kesatuan antara nilai, sikap, dan perilaku.
2. Sajati dalam Struktur PANCANITI
PANCANITI bukan sekadar daftar nilai, tetapi tahapan pembentukan manusia utuh:
Harti β niat ikhlas
Surti β pemahaman benar
Bukti β amal nyata
Bakti β pengabdian tulus
Sajati β jati diri sejati
Tanpa Sajati:
nilai tercerai-berai
manusia kehilangan arah
hidup menjadi topeng
B. SAJATI DALAM AJARAN ISLAM
1. Hakikat Manusia dalam Islam
Islam menjelaskan bahwa manusia memiliki dua identitas utama:
βAbdullah β hamba Allah
Khalifatullah β pemimpin di bumi
π QS. Adz-Dzariyat: 56
βTidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.β
π QS. Al-Baqarah: 30
βAku hendak menjadikan khalifah di bumi.β
β‘οΈ Manusia sajati adalah yang menyeimbangkan keduanya.
2. Sajati sebagai Insan Kamil
Dalam Islam, konsep Sajati sejalan dengan Insan Kamil (manusia paripurna):
iman kuat
ilmu luas
akhlak mulia
amal konsisten
π QS. Fussilat: 30
βSesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami Allah, kemudian istiqamahβ¦β
β‘οΈ Istiqamah adalah ciri utama manusia sajati.
3. Keutuhan Hati, Akal, dan Amal
Islam menolak kepribadian terpecah:
tahu kebenaran tapi tidak mengamalkan
rajin ibadah tapi zalim
pintar tapi tidak bermoral
π QS. Ash-Shaff: 2β3
C. SEJARAH NILAI SAJATI
1. Dalam Sejarah Islam
Rasulullah ο·Ί adalah teladan manusia sajati:
ucapan = perbuatan = akhlakPara sahabat menampilkan keutuhan iman, ilmu, dan amal
Ulama salaf menekankan keikhlasan dan konsistensi
2. Dalam Tradisi Nusantara
Budaya Indonesia mengenal konsep:
manunggaling rasa, cipta, karsa
eling lan waspada
budi pekerti luhur
β‘οΈ Ini semua adalah bentuk pencarian jati diri sejati.
3. Dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Pahlawan bangsa berjuang bukan demi nama, tapi nilai
Tokoh bangsa hidup sederhana dan mengabdi
Kemerdekaan diraih oleh manusia yang berjiwa Sajati
D. FUNGSI SAJATI DALAM KEHIDUPAN
1. Fungsi Spiritual
menumbuhkan ketenangan batin
menjaga keikhlasan
menguatkan hubungan dengan Allah
π QS. Ar-Raβd: 28
2. Fungsi Moral
membentuk integritas
melahirkan kejujuran
menjaga konsistensi sikap
3. Fungsi Sosial
menjadi teladan
pemersatu perbedaan
pembawa maslahat
4. Fungsi Kepemimpinan
adil
amanah
melayani
β‘οΈ Pemimpin sejati lahir dari pribadi sajati.
E. CONTOH-CONTOH SAJATI DALAM KEHIDUPAN
1. Dalam Kehidupan Pribadi
tetap jujur meski tidak diawasi
konsisten berbuat baik dalam sepi
sederhana meski mampu
2. Dalam Ibadah
ibadah yang melahirkan akhlak
doa yang diikuti usaha
zikir yang membuahkan kedamaian
3. Dalam Dunia Pendidikan
belajar sebagai ibadah
berprestasi tanpa sombong
menghormati guru dan teman
4. Dalam Dunia Kerja
profesional dan amanah
bekerja sebagai bentuk ibadah
menolak korupsi dan manipulasi
F. KESESUAIAN SAJATI DENGAN PRIBADI MUSLIM
Pribadi Muslim sajati:
beriman kokoh
berilmu benar
berakhlak mulia
istiqamah dalam amal
π QS. Al-Asr
Iman β Amal β Kebenaran β Kesabaran
G. KESESUAIAN SAJATI DENGAN PRIBADI INDONESIA
Nilai Sajati selaras dengan:
Pancasila secara utuh
Bhinneka Tunggal Ika
budaya gotong royong
semangat pengabdian
β‘οΈ Muslim Indonesia sajati:
saleh secara agama, kuat secara moral, dan cinta tanah air.
H. SAJATI SEBAGAI TUJUAN AKHIR PANCANITI
PANCANITI bukan hanya teori, tetapi jalan pembentukan manusia utuh.
Harti β meluruskan niat
Surti β mencerdaskan akal
Bukti β menggerakkan amal
Bakti β mematangkan pengabdian
Sajati β memantapkan jati diri
I. PENUTUP (REFLEKSI UNTUK SISWA)
Pertanyaan refleksi:
Siapakah aku sebenarnya?
Apakah aku sudah jujur pada diriku sendiri?
Apakah hidupku sudah bermanfaat?
βHidup bukan tentang siapa yang paling terlihat, tetapi siapa yang paling bernilai.β