MATERI : HARI KAMIS
MATERI PANCANITI
BAGIAN I: NITI BAKTI
(Pengabdian Tulus sebagai Puncak Tanggung Jawab Moral dan Sosial)
Tahap Implementasi dan Aksi Nyata
A. Tujuan Pembelajaran (Diperdalam)
Peserta didik diharapkan mampu:
Mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Islam tentang lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Menunjukkan perilaku nyata sebagai bentuk tanggung jawab sebagai khalifah di bumi.
Melakukan aksi lingkungan secara individu maupun kelompok.
Menumbuhkan karakter disiplin, kerja sama, kepedulian sosial, dan tanggung jawab melalui praktik langsung.
B. Hakikat NITI BAKTI
NITI BAKTI adalah tahap pengamalan, yaitu:
Ilmu yang diamalkan
Iman yang diwujudkan
Nilai yang dihidupkan
Dalam Islam, ilmu tanpa amal tidak bernilai sempurna. Oleh karena itu, kepedulian lingkungan harus terlihat dalam tindakan, bukan hanya wacana.
C. Bentuk Implementasi Nyata (Diperdalam)
1. Menjaga Kebersihan Sekolah dan Rumah
Menjaga kebersihan merupakan:
Perintah agama
Cermin akhlak
Bentuk ibadah sosial
Contoh Implementasi:
Tidak membuang sampah sembarangan
Membersihkan kelas sebelum dan sesudah pembelajaran
Menjaga toilet dan fasilitas umum
Nilai Islam:
Kebersihan bagian dari iman dan tanggung jawab bersama.
2. Mengurangi Sampah Plastik
Sampah plastik menjadi masalah serius karena:
Sulit terurai
Mencemari tanah dan air
Membahayakan makhluk hidup
Bentuk Aksi Nyata:
Membawa botol minum sendiri
Mengurangi penggunaan kantong plastik
Memilah sampah organik dan anorganik
Nilai Islam:
Menghindari mudarat dan menjaga maslahat umum.
3. Menanam dan Merawat Tanaman
Menanam pohon adalah:
Amal jariyah
Sedekah berkelanjutan
Bentuk kepedulian lintas generasi
Implementasi:
Menanam tanaman hias atau produktif
Merawat taman sekolah
Membuat pojok hijau kelas
Landasan Hadis:
Setiap tanaman yang memberi manfaat bernilai sedekah.
4. Hemat Air dan Listrik
Air dan energi adalah nikmat Allah yang harus disyukuri.
Bentuk Implementasi:
Menggunakan air secukupnya
Mematikan lampu dan alat listrik saat tidak digunakan
Menghindari pemborosan
Nilai Islam:
Larangan israf (berlebihan), bahkan dalam ibadah.
D. Proyek Lingkungan (Diperdalam)
1. Bank Sampah Sekolah
Tujuan:
Mengurangi volume sampah
Menumbuhkan budaya memilah sampah
Memberikan nilai ekonomi
Peran Murid:
Pengumpul
Pencatat
Pengelola sederhana
Nilai Karakter:
Disiplin, tanggung jawab, kerja sama.
2. Gerakan Jumat Bersih
Kegiatan rutin membersihkan lingkungan sekolah.
Makna Edukatif:
Konsistensi dalam kebaikan
Kerja kolektif
Keteladanan sosial
Kaitan Nilai Islam:
Amal kecil yang dilakukan terus-menerus lebih dicintai Allah.
3. Kampanye Peduli Lingkungan
Dilakukan secara kreatif dan kolaboratif.
Bentuk Kampanye:
Poster dan slogan
Video pendek
Media sosial sekolah
Orasi atau presentasi kelas
Tujuan:
Menumbuhkan kesadaran bersama, bukan sekadar aksi pribadi.
E. Nilai Karakter yang Dikembangkan
1. Disiplin
Melaksanakan aksi lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan.
2. Kerja Sama
Lingkungan tidak bisa dijaga sendiri, tetapi melalui kolaborasi.
3. Kepedulian Sosial
Menyadari bahwa lingkungan berdampak langsung pada kehidupan orang lain.
4. Tanggung Jawab
Berani bertindak dan siap menanggung akibat dari pilihan yang dibuat.
F. Aktivitas Murid (Diperdalam)
1. Proyek Kelompok atau Perorangan
Peserta didik:
Merancang aksi lingkungan
Menentukan tujuan dan langkah
Melaksanakan kegiatan secara nyata
2. Dokumentasi Kegiatan
Bentuk dokumentasi:
Foto
Video
Laporan singkat
Jurnal refleksi
Dokumentasi berfungsi sebagai:
Bukti aksi
Sarana evaluasi
Media inspirasi bagi orang lain
3. Presentasi Hasil
Peserta didik mempresentasikan:
Proses kegiatan
Hambatan
Dampak yang dirasakan
Nilai yang dipelajari
G. Refleksi Tahap NITI BAKTI
Peserta didik menjawab secara reflektif:
“Perubahan apa yang sudah saya lakukan setelah memahami tanggung jawab menjaga lingkungan menurut Islam?”
H. Penegasan Tahap NITI BAKTI
Pada tahap NITI BAKTI, peserta didik:
Membuktikan iman melalui tindakan
Mengubah kebiasaan kecil menjadi budaya baik
Menjadi agen perubahan lingkungan
A. PENGERTIAN DAN HAKIKAT BAKTI
1. Pengertian Umum
Bakti berarti pengabdian yang lahir dari kesadaran, ketulusan, dan tanggung jawab.
Bakti bukan perintah semata, tetapi kesediaan memberi diri demi kebaikan yang lebih besar.
➡️ Jika Bukti adalah perbuatan, maka Bakti adalah perbuatan yang disertai kesetiaan nilai.
2. Kedudukan Bakti dalam PANCANITI
Urutan nilai:
Harti → niat
Surti → pemahaman
Bukti → tindakan
Bakti → pengabdian
Sajati → jati diri
Tanpa Bakti:
perbuatan tidak berkelanjutan
nilai tidak mengakar
tanggung jawab mudah ditinggalkan
B. BAKTI DALAM AJARAN ISLAM
1. Bakti sebagai Ibadah
Dalam Islam, pengabdian adalah ibadah, selama diniatkan karena Allah.
📖 QS. Adz-Dzariyat: 56
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
➡️ Bakti kepada sesama adalah bagian dari ibadah sosial (ibadah ghairu mahdhah).
2. Bakti kepada Orang Tua (Birrul Walidain)
Bentuk Bakti paling utama dalam Islam.
📖 QS. Al-Isra: 23
“Janganlah kamu berkata ‘ah’ kepada keduanya…”
📖 Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua.” (HR. Tirmidzi)
3. Bakti kepada Guru dan Ulama
Guru adalah pewaris ilmu.
📖 “Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Tirmidzi)
➡️ Menghormati guru adalah bentuk Bakti intelektual dan moral.
4. Bakti kepada Masyarakat dan Bangsa
Islam mendorong kontribusi sosial.
📖 “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
C. SEJARAH NILAI BAKTI
1. Dalam Sejarah Islam
Rasulullah ﷺ mengabdi pada umat hingga akhir hayat
Para sahabat berbakti dengan harta, tenaga, dan jiwa
Ulama mengabdi dengan ilmu tanpa pamrih
2. Dalam Tradisi Nusantara
Nilai bakti hidup dalam:
gotong royong
hormat pada orang tua
setia pada amanah
Ungkapan:
“Urip iku urup” (hidup harus memberi manfaat)
3. Dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Pahlawan berbakti pada bangsa
Guru dan tenaga kesehatan mengabdi tanpa pamrih
Tokoh bangsa hidup sederhana demi rakyat
D. FUNGSI BAKTI DALAM KEHIDUPAN
1. Fungsi Spiritual
mendekatkan diri kepada Allah
melatih keikhlasan
membersihkan ego
2. Fungsi Moral
membentuk tanggung jawab
menumbuhkan loyalitas nilai
melahirkan integritas
3. Fungsi Sosial
memperkuat solidaritas
menjaga harmoni
mengurangi konflik
4. Fungsi Kepemimpinan
pemimpin melayani, bukan dilayani
kekuasaan sebagai amanah
📖 QS. An-Nisa: 58
E. CONTOH-CONTOH BAKTI DALAM KEHIDUPAN
1. Bakti kepada Orang Tua
membantu tanpa diminta
mendoakan
menjaga nama baik keluarga
2. Bakti di Sekolah
menghormati guru
menjaga fasilitas
aktif dalam kegiatan positif
3. Bakti di Masyarakat
kerja bakti
membantu tetangga
taat aturan
4. Bakti dalam Dunia Kerja
loyal pada tugas
profesional
mengutamakan kualitas
5. Bakti di Era Digital
menggunakan teknologi untuk kebaikan
menyebarkan konten positif
menolak ujaran kebencian
F. HUBUNGAN BAKTI DENGAN BUKTI DAN SAJATI
Bukti → perbuatan nyata
Bakti → perbuatan yang setia dan berkelanjutan
Sajati → jati diri yang matang
➡️ Bakti adalah jembatan kematangan karakter.
G. KESESUAIAN BAKTI DENGAN PRIBADI MUSLIM
Pribadi Muslim berbakti:
taat pada Allah
hormat pada orang tua
peduli sesama
setia pada amanah
📖 QS. Al-Asr sebagai ringkasan hidup berbakti.
H. KESESUAIAN BAKTI DENGAN PRIBADI INDONESIA
Nilai Bakti sejalan dengan:
Pancasila sila ke-2, ke-3, dan ke-5
gotong royong
pengabdian kepada bangsa
➡️ Muslim Indonesia berbakti adalah:
saleh secara personal, aktif secara sosial, dan setia pada NKRI.
I. BAKTI SEBAGAI JALAN MENUJU SAJATI
Ketika bakti dilakukan:
tanpa pamrih
dengan kesadaran
secara konsisten
➡️ Maka lahirlah pribadi SAJATI.
J. PENUTUP (REFLEKSI UNTUK SISWA)
Pertanyaan reflektif:
Kepada siapa aku sudah berbakti?
Apakah baktiku masih berharap pujian?
Apa bentuk baktiku hari ini?
“Hidup yang tidak diabdikan adalah hidup yang kehilangan makna.”