MATERI : HARI RABU
MATERI PANCANITI
BAGIAN I: NITI BUKTI
(Perwujudan Nyata Nilai dalam Tindakan dan Amal Perbuata
Tahap Pembuktian dan Analisis Fakta
A. Tujuan Pembelajaran (Diperdalam)
Peserta didik diharapkan mampu:
Menganalisis hubungan sebab-akibat antara perilaku manusia dan kondisi lingkungan.
Mengidentifikasi bukti nyata dampak positif dan negatif dari perlakuan manusia terhadap alam.
Mengaitkan fakta lapangan dengan ayat Al-Qur’an, hadis, dan nilai-nilai Islam.
Menyimpulkan bahwa ajaran Islam tentang lingkungan bersifat rasional, ilmiah, dan aplikatif.
B. Dampak Positif Menjaga Alam (Berbasis Fakta)
1. Lingkungan Bersih dan Sehat
Lingkungan yang terjaga kebersihannya berdampak pada:
Berkurangnya sumber penyakit
Meningkatnya kualitas hidup masyarakat
Terciptanya kenyamanan fisik dan psikologis
Contoh Fakta:
Lingkungan sekolah yang bersih membuat proses belajar lebih kondusif.
Daerah dengan sistem pengelolaan sampah yang baik memiliki tingkat penyakit lebih rendah.
Kaitan Nilai Islam:
Islam mengajarkan kebersihan sebagai bagian dari iman (an-nadhafatu minal iman).
2. Ketersediaan Air dan Udara Bersih
Menjaga hutan, sungai, dan sumber air akan:
Menjamin keberlanjutan air bersih
Menjaga kualitas udara
Mencegah krisis sumber daya alam
Contoh Fakta:
Daerah yang hutannya terjaga jarang mengalami kekeringan.
Wilayah dengan ruang hijau memiliki udara lebih sehat.
Kaitan Nilai Islam:
Air adalah sumber kehidupan (ma’), dan Allah melarang manusia merusaknya.
3. Kehidupan Manusia Lebih Sejahtera
Lingkungan yang lestari mendukung:
Ketahanan pangan
Stabilitas ekonomi
Keharmonisan sosial
Contoh Fakta:
Pertanian berkelanjutan meningkatkan kesejahteraan petani.
Ekowisata membuka lapangan kerja tanpa merusak alam.
Nilai Islam:
Kesejahteraan merupakan tujuan syariat (maslahah).
C. Dampak Negatif Merusak Alam (Analisis Kritis)
1. Banjir, Longsor, dan Kekeringan
Kerusakan alam seperti:
Penebangan liar
Alih fungsi lahan
Penutupan daerah resapan air
menyebabkan bencana alam.
Analisis Sebab-Akibat:
Perilaku manusia → rusaknya keseimbangan alam → bencana ekologis.
2. Pencemaran Udara dan Air
Aktivitas manusia seperti:
Pembuangan limbah sembarangan
Asap kendaraan dan industri
Penggunaan bahan kimia berlebihan
menyebabkan pencemaran.
Dampak Nyata:
Air tidak layak konsumsi
Penyakit pernapasan
Matinya biota air
3. Penyakit dan Krisis Lingkungan
Kerusakan lingkungan memicu:
Penyakit menular
Krisis air bersih
Konflik sosial akibat perebutan sumber daya
Islam memandang bahwa mudarat harus dihindari.
D. Keterkaitan Fakta Lingkungan dengan Dalil Agama
1. Kerusakan Alam sebagai Akibat Perilaku Manusia
QS. Ar-Rum: 41
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…”
Ayat ini menegaskan bahwa:
Kerusakan bukan takdir semata
Manusia adalah penyebab utama
Manusia pula yang harus memperbaiki
2. Bencana sebagai Peringatan dan Evaluasi
Dalam perspektif Islam:
Bencana bukan hanya musibah alam
Tetapi juga peringatan agar manusia introspeksi
Mengubah perilaku yang merusak
Bencana mengandung nilai edukatif dan korektif.
E. Aktivitas Murid (Diperdalam)
1. Studi Kasus Lingkungan
Peserta didik menganalisis kasus nyata:
Banjir di daerah perkotaan
Sampah plastik di sungai
Polusi udara di kota besar
Analisis mencakup:
Penyebab
Dampak
Pihak yang dirugikan
2. Menghubungkan Fakta dengan Dalil
Tugas peserta didik:
Mencari ayat/hadis yang relevan
Menjelaskan keterkaitan fakta dengan pesan ayat
Menyimpulkan pelajaran yang dapat diambil
3. Diskusi Kritis
Pertanyaan pemantik:
Apakah semua bencana alam murni kehendak Allah?
Sejauh mana peran manusia dalam kerusakan lingkungan?
Bagaimana Islam memandang tanggung jawab kolektif?
F. Refleksi Tahap NITI BUKTI
Peserta didik menuliskan kesimpulan pribadi:
“Apa bukti paling nyata bahwa merusak alam berarti melanggar ajaran Islam?”
G. Penegasan Tahap NITI BUKTI
Pada tahap NITI BUKTI, peserta didik:
Tidak hanya percaya
Tetapi melihat bukti nyata
Menganalisis fakta dengan akal dan iman
A. PENGERTIAN BUKTI
1. Pengertian Umum
Bukti berarti perwujudan nyata dari apa yang ada di dalam hati dan pikiran.
Jika Harti adalah niat dan Surti adalah pemahaman, maka Bukti adalah tindakan nyata.
➡️ Bukti menjawab pertanyaan:
“Apa yang benar-benar kamu lakukan?”
Bukti tidak bisa dipalsukan dalam jangka panjang, karena:
niat akan terlihat dari konsistensi
pemahaman akan terlihat dari cara bertindak
karakter akan terlihat dari kebiasaan
2. Posisi Bukti dalam PANCANITI
Urutan logis:
Harti → niat
Surti → pemahaman
Bukti → tindakan
Tanpa Bukti:
Harti hanya menjadi angan-angan
Surti hanya menjadi wacana
nilai hanya tinggal slogan
B. BUKTI DALAM AJARAN ISLAM
1. Iman Harus Dibuktikan dengan Amal
Islam tidak cukup dengan pengakuan lisan.
📖 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh…”
(frasa ini berulang puluhan kali dalam Al-Qur’an)
➡️ Ini menegaskan bahwa iman harus dibuktikan.
2. Bukti = Amal Saleh
Dalam Islam, Bukti disebut amal:
amal ibadah
amal akhlak
amal sosial
amal profesional
📖 QS. Al-Baqarah: 277
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh…”
3. Konsistensi Lebih Penting daripada Banyak
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari Muslim)
➡️ Bukti sejati adalah konsistensi, bukan sensasi.
C. SEJARAH NILAI BUKTI DALAM PERADABAN
1. Dalam Sejarah Islam
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai Al-Amin sebelum diangkat menjadi nabi → Bukti akhlak
Para sahabat membuktikan iman dengan pengorbanan
Islam berkembang karena teladan nyata, bukan paksaan
2. Dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Pahlawan tidak hanya berpidato, tapi berkorban
Nilai gotong royong adalah bukti solidaritas bangsa
Kemerdekaan diraih dengan tindakan nyata
➡️ Indonesia merdeka karena Bukti, bukan janji.
D. FUNGSI BUKTI DALAM KEHIDUPAN
1. Fungsi Spiritual
menguatkan iman
membersihkan hati
mendekatkan diri kepada Allah
📖 QS. Al-Ankabut: 69
“Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami…”
2. Fungsi Moral
membangun integritas
menumbuhkan kepercayaan
membentuk karakter jujur dan disiplin
3. Fungsi Sosial
menciptakan keteladanan
memperkuat persaudaraan
menumbuhkan budaya kerja nyata
4. Fungsi Profesional (Konteks SMK)
menunjukkan kompetensi
membangun etos kerja
meningkatkan kepercayaan industri
E. CONTOH-CONTOH BUKTI DALAM KEHIDUPAN
1. Bukti dalam Ibadah
shalat tepat waktu
puasa dengan menjaga lisan
zakat dan sedekah
➡️ Bukti iman bukan slogan, tapi rutinitas ibadah.
2. Bukti dalam Akhlak
jujur meski rugi
disiplin meski tidak diawasi
amanah dalam tugas
📖 QS. Ash-Shaff: 2–3
“Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?”
3. Bukti di Sekolah
mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh
tidak menyontek
menjaga kebersihan sekolah
4. Bukti di Dunia Kerja
mematuhi SOP
bertanggung jawab
menjaga kualitas hasil kerja
➡️ Dunia kerja menilai Bukti, bukan alasan.
F. HUBUNGAN BUKTI DENGAN HARTI DAN SURTI
Unsur
Peran
Harti
Meluruskan niat
Surti
Membimbing cara
Bukti
Menunjukkan hasil
Tanpa Bukti → Harti dan Surti tidak terlihat.
Tanpa Harti → Bukti bisa menyimpang.
Tanpa Surti → Bukti bisa keliru.
G. KESESUAIAN BUKTI DENGAN PRIBADI MUSLIM
Pribadi Muslim sejati:
berkata sesuai perbuatan
beriman dengan amal
berdakwah dengan teladan
📖 QS. Fussilat: 33
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan beramal saleh.”
H. KESESUAIAN BUKTI DENGAN PRIBADI INDONESIA
Nilai Bukti selaras dengan:
Pancasila sila ke-2 dan ke-5
budaya gotong royong
kerja nyata dan pengabdian
Pribadi Indonesia sejati:
tidak banyak janji
bekerja dengan hasil
bermanfaat bagi sesama
I. BUKTI SEBAGAI JEMBATAN MENUJU BAKTI
Bukti yang terus dilakukan dengan kesadaran akan melahirkan:
tanggung jawab
pengabdian
kesetiaan nilai
➡️ Dari Bukti tumbuh Bakti.
J. PENUTUP (REFLEKSI UNTUK SISWA)
Pertanyaan reflektif:
Apa bukti nyata dari iman dan ilmuku?
Sudahkah aku konsisten dalam kebaikan kecil?
Apa tindakan nyataku hari ini yang bermanfaat?
“Nilai seseorang bukan pada apa yang ia katakan, tetapi pada apa yang ia lakukan.”