Fase B
KELAS IV TAHUN AJARAN 2023/2024
Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar
KELAS IV TAHUN AJARAN 2023/2024
Pada pekan pertama pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas IV, kami memulai perjalanan kami dengan mengikuti panduan dari Ibu Lailatul Masruro yang kami sapa Bu Lely. Beliau memperkenalkan kami pada kekayaan kuliner daerah Gresik melalui sebuah video menarik. Kami diajak untuk menjelajahi ragam makanan khas yang dapat ditemukan di kota ini, dari hidangan laut yang segar hingga jajanan tradisional yang unik. Setelah itu, kami diberikan kesempatan untuk berdiskusi bersama teman-teman sekelas untuk memilih makanan khas Gresik yang akan menjadi tema utama dalam projek kami. Diskusi ini menjadi langkah awal yang sangat menarik dalam perjalanan kami untuk lebih mendalami budaya dan kekayaan daerah serta memahami nilai-nilai Pancasila yang akan kami aplikasikan dalam projek ini.
Pada pekan kedua pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas IV, Bu Lely melanjutkan perjalanan kami dalam memahami makanan khas Gresik dengan mengajak kami untuk kembali menonton video mengenai cara pembuatan makanan khas tersebut. Kami dengan seksama mencatat setiap langkah dan detail yang ditampilkan dalam video tersebut. Hal ini sangat penting untuk memahami proses pembuatan makanan khas Gresik dengan teliti agar nantinya kami dapat mengaplikasikannya dengan baik dalam projek kami. Dengan bimbingan dari Bu Lely, kami semakin mendalami pengetahuan kami tentang kuliner daerah ini dan melihat betapa pentingnya upaya untuk melestarikan warisan budaya dan kuliner yang ada dalam konteks pembelajaran nilai-nilai Pancasila.
Pada pekan ketiga pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas IV, Bu Lely melanjutkan pembelajaran kami dengan cara yang interaktif. Kami diajak untuk membentuk kelompok dengan cara berhitung, di mana setiap kelompok terdiri dari enam peserta didik. Proses pembentukan kelompok ini dilakukan secara acak, sehingga kami dapat bekerja dengan beragam teman sekelas. Setelah kelompok terbentuk, Bu Lely kemudian mengarahkan kami untuk berdiskusi dalam kelompok masing-masing tentang makanan khas Gresik yang akan kami pilih dan buat sebagai bagian dari projek kami. Diskusi kelompok ini sangat bermanfaat karena kami dapat berbagi ide, pandangan, dan pemahaman kami tentang makanan khas tersebut. Dengan kerjasama dalam kelompok, kami mulai merumuskan rencana projek kami dengan lebih baik, sambil terus mengacu pada nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran kami.
Pada pekan keempat pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas IV, Bu Lely memberikan pengalaman yang sangat menarik kepada kami. Beliau membawa sebuah tester makanan khas Gresik yang dikenal dengan sebutan "bonggolan." Bonggolan adalah jajanan berbentuk lonjong yang terbuat dari bahan dasar daging ikan yang dicampur tepung kanji, garam, dan bawang putih. Kami semua diajak untuk mencicipi hidangan ini, dan kemudian kami diminta untuk menuliskan bagaimana rasanya. Pengalaman ini tidak hanya memberikan kami wawasan tentang cita rasa khas Gresik, tetapi juga mengajarkan kami untuk menghargai dan memahami makanan tradisional serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam makanan tersebut. Dengan cara ini, kami terus belajar mengenai Pancasila, baik melalui pengalaman langsung maupun diskusi yang mendalam.
Pada pekan kelima pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas IV, Bu Lely melanjutkan pendekatan yang menarik dalam memperkenalkan kami pada kekayaan kuliner Gresik. Kali ini, kami diberikan tester makanan berupa "pepes telur ikan bader." Pepes ini adalah hidangan tradisional yang terbuat dari telur ikan bader yang dibumbui dan dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Kami dengan antusias mencicipi hidangan ini dan selanjutnya diminta untuk menuliskan bagaimana rasanya. Pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan kami tentang makanan khas daerah ini, tetapi juga memungkinkan kami untuk menghargai warisan kuliner lokal dan memahami betapa pentingnya melestarikan budaya dan nilai-nilai Pancasila melalui kuliner. Kesempatan ini memberikan kami pandangan yang lebih mendalam tentang hebatnya masyarakat dalam memanfaatkan kekayaan alam sekitar menjadi karya kuliner yang lezat dan bernutrisi tinggi.
Pada pekan keenam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas IV, Bu Lely memberikan kami wawasan yang sangat berharga tentang salah satu kuliner khas Gresik, yaitu Lontong Roomo. Bu Lely menjelaskan secara detail tentang makanan ini, mulai dari asal-usulnya hingga komposisi bahan-bahannya. Lontong Roomo adalah sebuah hidangan tradisional dengan bahan utama lontong yang kemudian disiram dengan kuah bumbu kental mengandung santan kelapa dan udang.
Selain itu, Bu Lely juga memberikan pemahaman tentang kandungan nutrisi dalam makanan ini, yang menggabungkan karbohidrat dari lontong, protein dari udang, dan kaya akan lemak sehat dari santan kelapa. Kami juga diajak untuk memahami nilai filosofis dalam Lontong Roomo, di mana penggunaan bahan-bahan alami seperti daun pisang dan santan melambangkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam, Bu Lely memberikan kami tester makanan Lontong Roomo untuk dicicipi. Kami semua dengan antusias mencicipi hidangan ini dan mencatat hasil pengalaman kami. Rasanya yang lezat dan tekstur yang unik benar-benar menggambarkan kekayaan kuliner Gresik. Pengalaman ini tidak hanya menambah wawasan kuliner kami, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya dan kuliner dalam konteks pembelajaran nilai-nilai Pancasila.