Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar
"Ketika Ramadan datang, semua pintu surga dibuka, pintu neraka semua ditutup, dan setan dibelenggu di dalamnya,"
Alhamdulillah, hari pertama masuk sekolah kembali setelah libur awal puasa. Hari ini adalah hari pembukaan rangkaian kegiatan Pondok Ramadan. Seluruh sahabat-sahabat kami hadir mulai dari kelas I sampai kelas VI mengenakan busana muslim. Ini menjadi momentum pembuktian meningkatkan kualitas kami sebagai Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Allah.
Pagi-pagi sudah semangat sekali loh. Segera setelah dibuka, kegiatan dimulai dengan salat Duha yang dipimpin oleh Ustaz Azam. Setelahnya, Ustazah An mengajak kita berselawat bersama, menghidupkan semangat kita di pagi ini. Lantang dan bergelora, menyala terang bagai mentari, itulah gambaran betapa gembiranya hati kami menunjukkan kecintaan kami pada Rasulullah SAW.
Salat Duha berjamaah
Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Pondok Ramadan secara simbolis oleh Ibu Kepala UPT SDN 25 Gresik. Ibu Qubba'atul Mu'arofoah, S.Pd, M.Pd, menyambut kita dengan banyak sekali nasihat-nasihat yang InsyaAllah akan sangat berguna bagi kami. "Saat menjalankan puasa itu harus pandai menjaga hawa nafsu, harus sering-sering berlapang dada, serta saling memaafkan seperti yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW." Itulah salah satu nasihat beliau. Tentunya, sebagai putra-putri beliau di sekolah tercinta ini, kami harus berusaha memaknai nasihat-nasihat beliau dengan sebaik mungkin. Mengamalkan dengan maksimal berselaras dengan hati yang ikhlas kiranya 'kan dapat menjadikan kita semua pribadi-pribadi yang sesuai dengan cita-cita mulia beliau.
Sambutan Ibu Qubba'atul Mu'arofah, S.Pd, M.Pd
Seusai sambutan tersebut, Ustaz Azam mengisi materi pada sesi berikutnya mengenai pengertian puasa. Ustaz Azam menjelaskan seluruh materi dengan sangat sederhana dan mudah dipahami. Mulai dari pengertian puasa, rukun puasa, niat puasa, sahur, anjuran-anjuran bagi orang berpuasa hingga hal-hal yang membatalkan puasa diterangkan sampai, Alhamdulillah, kami dapat memetik banyak pengetahuan dari penjelasan beliau. Tentunya ini adalah bekal yang amat berguna bagi kami terutama saat bulan Ramadan.
Berlanjut dari sesi Ustaz Azam kini saatnya materi membaca Al Quran bersama-sama. Sesi ini dipimpin oleh Ustazah An. Berpuasa itu tiadalah meredupkan semangat kami. Suara lantunan surat At-Takatsur hingga An-Nas menggema di ruangan. Lantas setelahnya, Ustazah An mengajak kita untuk menghafalkan doa sehari-hari sembari membacakannya bersama. Belajar sambil bersuka cita di Bulan Suci Ramadan.
"Barangsiapa berpuasa Ramadan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni."
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, karena rahmat-Nya, hari ini kegiatan Pondok Ramadan lanjut ke hari ke-2. Hari ini santri-santrinya adalah kami, adik-adik dari kelas I sampai kelas III. Seperti sebelumnya, Uztaz Azam memimpin kami untuk salat Duha sebagai kegiatan pembuka.
Seusai sholat Duha, Ustaz Azam mengingatkan kembali beserta menjelaskan adab-adab yang harus kita miliki sebagai muslim yang baik. Beliau menjelaskan adab itu adalah tata krama. Nah, pada kesempatan kali ini, adab yang dijelaskan berkaitan dengan adab-adab ketika berpuasa.
Salah satu pesan dari Ustaz Azam, "Salah satunya adab yang harus dimiliki ketika berpuasa itu, kita harus jujur kepada Allah, pada orang lain, dan diri sendiri." Kata beliau, karena kami masih kecil-kecil, bolehlah kita belajar berpuasa, menahan lapar dan haus dari Subuh sampai Zuhur, jika kuat boleh sampai Ashar, dan syukur-syukur bisa puasa sampai Maghrib. Belum berhenti sampai di situ, Ustaz Azam melanjutkan jikalau belajar berpuasa, kita tidak boleh makan atau minum dengan sengaja sekalipun dengan sembunyi-sembunyi. Kita tetap harus berusaha dengan jujur pada kemampuan kita. Makan atau minum secara sembunyi-sembunyi dengan niatan agar masih dikira puasa oleh orang lain, termasuk tindakan tidak jujur. Maka sebaiknya kita tidak bersikap demikian. Kita harus jujur saat berpuasa pada siapapun, supaya nampaklah kesungguhan usaha kita dalam belajar menjadi seorang muslim yang bertakwa pada Allah SWT.
Sebelum berganti materi, Ustaz Azam mengajak kita membaca bersama "Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin." Artinya: "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Kata beliau, membaca do'a berbuka adalah salah satu adab yang patut diamalkan ketika berpuasa. Oleh karenanya, kami akan mencoba menanamkan adab ini sebagai kebiasaan ketika mengakhiri puasa.
Materi berikutnya sangat seru nih. Ustazah Ira, Usazah Anggi, dan Ustazah Fiqoh yang menjelaskan materi selanjutnya, yaitu Akhlak. Sebelum para ustazah berceramah, layar proyektor sudah disiapkan. Kami sangat senang, karena selain pemberian materi dengan ceramah, kami juga disediakan ilustrasi film. Yay! nobar sambil belajar.
Ustazah Ira mengatakan contoh akhlak yang baik itu sangatlah sederhana. Contoh paling dekatnya adalah ketika kita, sebagai murid, salim pada bapak dan ibu guru saat pagi atau menjelang pulang, membantu bapak/ ibu guru membawakan barang bawaan mereka dari kelas ke kantor atau juga membantu orang tua membelikan gula ke toko dengan ikhlas tanpa meminta imbalan. Ustazah Ira berulang mengingatkan, jikalau membantu seseorang itu harus dengan hati yang ikhlas. Ikhlas itu artinya tanpa mengharap imbalan apapun kecuali rida Allah semata.
Bukan hanya satu film. Kita menonton beberapa film kemudian para ustazah memberikan sesi tanya jawab supaya kita dapat menangkap amanat dalam film-film itu dengan baik. Materi ini seru, asik, dan semoga bisa diulang lagi ya.
Setelah menonton bersama tayangan-tayangan seru dan inspiratif, kami beristirahat sejenak hingga giliran Ustazah An mengajari kami membaca Al Quran dengan baik dan benar. Ustazah An memantik semangat kami tentang bagaimana mulianya pahala membaca Al Quran.
Kata Ustazah An, Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran di bulan Ramadan, maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Mendengar perkataan beliau, siapa yang tidak tergiur dengan pahala sebanyak itu.
Kami diminta membaca surah-surah di juz 30. Rupanya, masih banyak koreksi dari Ustazah An. Kami sangat bersyukur dengan adanya koreksi, artinya kami jadi tahu kesalahan kami dan InsyaAllah akan memperbaiki bacaan kami dengan lebih giat.
“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk (kasturi).”
Puasa hari ke-7, ini hari ketiga Pondok Ramadan di UPT SD Negeri 25 Gresik. Santri-santri Pondok Ramadan hari ini adalah kakak-kakak senior dari kelas IV hingga kelas VI. Seperti hari sebelumnya, kegiatan dibuka dengan salat Duha berjamaah bersama Ustaz Azam. Setelahnya, Ustaz Azam menyambungnya dengan menyapa bagaimana kondisi ibadah puasa kami sembari mengingatkan tentang kebiasaan-kebiasaan yang baik kala berpuasa.
Ustaz Azam mengingatkan jangan sampai setelah sahur, kita malah ketiduran hingga lupa salat Subuh. Kemudian juga perkara gosok gigi. Beliau berpesan supaya kita berhati-hati dalam menggosok gigi ketika berpuasa. Kata beliau, sebaiknya gosok gigi itu dilaksanakan sebelum waktu zuhur. Apabila seseorang menggosok giginya selepas waktu zuhur, maka hukumnya menjadi makruh. Sayang sekali dong kalau berkurang pahalanya, padahal kan pahala di bulan Ramadan itu berlipat ganda. Maka dari itu, jikalau itu makruh, sebaiknya ditinggalkan untuk mengutamakan keistimewaan di bulan Ramadan. Tak lama setelah kajian singkat oleh Ustaz Azam, agenda kegiatan dilanjutkan oleh para Ustazah.
Sesi kegiatan berikutnya dibawakan oleh Ustazah Shovi, Ustazah Luluk, dan Ustazah Lely. Di awal kegiatan, Ustazah Luluk menanyakan apakah bakat kami masing-masing. Beliau berkata,"Setiap anak itu punya bakat masing-masing." Ustazah Luluk meyakinkan kami bahwa setiap dari manusia pasti diberi kelebihan oleh Allah SWT. Penyampaian beliau tentang bakat ini rupanya berkaitan dengan tampilan-tampilan yang disajikan pada kami setelahnya. Yup, berikutnya adalah tampilan-tampilan luar biasa dari sahabat-sahabat kami sendiri.
Shavin, Fadil, & Fitri mendeklamasikan puisi berantai
Ada puisi berantai yang dibawakan oleh Kak Shavin, Kak Fadil dan Kak Fitri yang semuanya merupakan kakak-kakak dari kelas VI. Sangat penuh pengahayatan, itulah penampilan mereka dalam memuliakan figur terbaik bagi semesta, Nabi Muhammad SAW, melalui eloknya deklamasi puisi. Ini baru satu pembuka dari literasi Ramadan yang lain.
Tampilan santri-santri tahfiz dari UPT SDN 25 Gresik menyusul setelahnya. Adalah Kak Safa dari kelas V dan Kak Naurah dari kelas IV. Mereka berdua adalah putri-putri UPT SDN 25 Gresik yang sangat dibanggakan. Penghafal Al Quran itu sangat diistimewakan oleh Allah SWT. Selain kelak akan mendapat syafa'at di hari akhir, diterangkan oleh Ustazah Luluk, jasadnya pun ketika sudah meninggal akan terpelihara sebagaimana golongan orang-orang dengan derajat mulia yang dijamin oleh Allah SWT. Maka dengan doa terbaik, semoga kakak-kakak kami ini dapat istiqomah dalam menjaga hafalannya serta menjadi motivasi bagi sahabat-sahabat yang lain untuk belajar menghafal Al Quran seperti mereka.
Safa Anindya Nadhiroh
Naurah Qonita Lutviah
Setelah santri tahfiz ditampilkan, giliran kakak-kakak dari kelas V. Mereka adalah Kak Aini, Kak Regyna, dan Kak Jasmien. Kakak-kakak kami yang cantik ini, unjuk kebolehan menampilkan bacaan tartil berantai. Secara bergiliran menyambung ayat-ayat suci Al Quran dengan sangat indah mengetuk kalbu kami. Tampilan ini mengingatkan kita tentang betapa syahdu dan indahnya Al Quran apabila dibawakan dengan sebaik mungkin.
Aini, Regyna, & Jasmien membacakan tartil berantai juz 30.
Kemudian tiba saatnya ceramah singkat dari da'i cilik UPT SDN 25 Gresik. Kak Risma, dengan begitu semangat, menyampaikan materi dakwah yang sangat bermakna. Sangat sesuai dengan topik yang dibicarakan oleh para ustazah, Kak Risma memberikan kami nasihat agar selalu bersyukur dengan apa yang Allah telah amanahkan kepada kita. Adanya panca indra yang kita miliki adalah salah satu contoh sederhananya. Kata Kak Risma, seringkali kita lupa bersyukur akan nikmat yang kita terima. Padahal, tiadalah mungkin manusia itu menghitung nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Maka dari itu, kapanpun juga, janganlah kita lalai bersyukur akan nikmat Allah supaya terhindar dari siksa dan selamat dunia akhirat.
Karisma Nailah Putri - Da'i Cilik Kelas IV
Penutup sesi ini, adalah tampilan dari Kak Luki. Dengan sangat terampil namun juga terlihat jenaka, Kak Luki mengisahkan cerita ketika Nabi Musa as. yang mana pada kala itu harus menyelamatkan kaum Bani Israil dari kejaran Firaun. Firaun di masa itu sangatlah sombong. Kesombongan yang ia miliki itu, menjadikannya lalai sampai berani mengaku kalau dirinya adalah Tuhan. Kata Kak luki, bertindak demikian itu adalah dosa besar, karena menyamakan diri sebagai Tuhan itu tergolong perbuatan syirik.
Sahabatku tersayang, haruslah kita sebagai orang muslim menjaga diri dari segala perbuatan dosa. Dosa kecil maupun besar, hakikatnya adalah larangan tuk kita jauhi. Terlebih dosa syirik, jangan kita sedikitpun mendekatinya, karena semua dosa itu diampuni oleh Allah SWT kecuali dosa syirik.
Lucky Wahyu Prasetiyo menceritakan kisah Nabi Musa as.
Di penghujung kegiatan, Ustazah Luluk menyimpulkan seluruh tampilan yang telah disajikan pada kami semua. Merujuk kembali pada kelebihan yang dimiliki setiap orang, maka kata beliau sudah sepatutnya kita sebagai manusia haruslah pandai bersyukur kepada Allah SWT. Bersyukur pada Allah atas kelebihan kita itu tidak sekedar dalam ucapan namun juga dibuktikan dengan perbuatan. Memanfaatkan kelebihan kita untuk meraih prestasi adalah salah satu contoh bersyukur atas kelebihan yang kita miliki dari Allah SWT. Kita tidak boleh lagi malas berlatih mengembangkan kelebihan kita. Kita juga tak boleh malu-malu untuk menampilkan kelebihan kita terlebih dalam berkompetisi membawa nama UPT SD Negeri 25 Gresik. Bukan sebagai bentuk pamer atau kesombongan melainkan bukti kesungguhan kita dalam menggapai prestasi bersyukur pada Allah SWT. Mari saling menyemangati diri sendiri, bersikap optimis, bahwa setiap dari kita layak untuk segala nikmat kelebihan dari Allah. Saling beri semangat juga tuk satu sama lain juga ya...! 😄
“Barangsiapa mendirikan salat malam Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Ustazah An memimpin doa sebelum memulai kegiatan hari ini, Pondok Ramadan hari ke IV. Santrinya adalah kami, adik-adik kelas I sampai III. Walaupun berpuasa, suara Ustazah An kian lantang, mengingatkan kami agar tak kalah dengan semangat beliau.
Setelah menjadi imam salat Duha, Ustaz Azam melanjutkan kegiatan sebagai pemateri yang membahas tentang salat. Ustaz Azam mengawali dengan menerangkan perihal Taharah. Taharah itu bersuci. Bersuci yang dimaksud pada kali ini mengarah pada kepentingan salat. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis bahwa kunci (diterimanya atau sahnya) salat adalah bersuci. Dan sebagaimana dijelaskan oleh Ustaz Azam jikalau salah satu cara bersuci adalah wudu. Wudu itu bersuci dari hadas kecil menggunakan air. Apabila tidak ada air, seorang muslim juga diperbolehkan bersuci menggunakan debu. Bersuci menggunakan debu itu disebut dengan tayamum.
Berlanjut dari penjelasan tentang bersuci, Ustaz Azam mengajari kami praktik salat. Kami diajari melafalkan bacaan-bacaan salat dengan sebaik-baiknya. Mulai dari awal sampai akhir, dari niat sampai salam, kami diajari beliau dengan terperinci.
Kemudian setelah lafal bacaan selesai, Ustaz Azam mengajarkan tata cara praktik salat. Kami mempelajari bagaimana tata cara praktik rukun salat yang benar disertai bacaan-bacaan yang sudah diajarkan sebelumnya. Amanat terpenting dari Ustaz Azam adalah seruan kepada kita semua untuk selalu menegakkan tiang agama. Orang Islam wajib mendirikan salat lima waktu.
“(Puasa pada) bulan Ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah kecuali dengan zakat fitrah."
Peserta Pondok Ramadan pada hari Jumat ini adalah kakak-kakak senior mulai dari kelas IV hingga kelas VI. Kami datang dengan penuh semangat dengan kegiatan utama yaitu mengkaji materi tentang salah satu rukun Islam, rukun Islam yang ke-3, yaitu zakat.
Salah satu ayat yang menjelaskan tentang perintah berzakat adalah Surah al-Baqarah ayat 43, yang terjemahannya adalah “Dirikanlah salat dan bayarkanlah zakat”. Kali ini, karena bersamaan dengan momentum bulan suci Ramadan, Ustaz Azam mengerucutkan kajian pada zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadan hingga menjelang salat Idul Fitri.
Bukan hanya rukun dan syarat-syarat ketentuan zakat fitrah, Ustaz Azam juga menjelaskan pada kita hikmah-hikmah yang bisa kita ambil dari berzakat fitrah. Kurang lebih, selain pastinya untuk mendapat rida Allah akan rezeki yang kita punya, zakat fitrah juga dapat menanamkan pada hati kita untuk peduli terhadap sesama, terutama untuk mereka yang dalam keadaan membutuhkan. Menanamkan hal-hal seperti ini sejak dini akan menjadi bekal kami semua agar saat bertambahnya usia, bertambah dewasa, bertambah rezeki kita semua tidak lalai terhadap perintah Allah yaitu selalu ber ringan tangan membantu sesama.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, karena rahmat-Nya, hari ini adalah penghujung kegiatan Pondok Ramadan di UPT SD Negeri 25 Gresik. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, kali ini kami membaca Al Quran bersama-sama sembari menunggu tiba waktu berbuka.
Kegiatan Pondok Ramadan tahun ini telah usai, sebagai pembelajaran bermakna, memanfaatkan momentum mulia bulan suci Ramadan 'tuk meningkatkan ketakwaan pada Allah SWT. Semoga seluruh rangkaian kegiatan di Pondok Ramadan tahun ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi kita semua. Dengan ini pula, semoga di hari-hari Ramadan yang masih berlanjut, kita semakin bersemangat mengamalkan ilmu-ilmu kebaikan yang dapat kita petik. Semoga Allah masih mempertemukan kita pada Ramadan di tahun-tahun berikutnya dalam kondisi yang bersuka cita.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ