Sabtu, 11 Juni 2022 14:15 WIB
Oleh : Raffi Busttamam
JAKARTA, Youth Vogue - Setelah 2 tahun menjalani kuliah secara online, akhirnya Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengizinkan mahasiswa dan mahasiswi untuk kuliah secara tatap muka.
Para mahasiswa terlihat antusias dengan adanya kuliah tatap muka. Sebelumnya, UIN Jakarta hanya memperbolehkan mahasiswa/i kuliah secara offline, bagi mereka yang masih semester 2 dan 4 karena terbilang belum pernah merasakan menginjak bangku perkuliahan selama kuliah secara online.
Fachri, salah satu mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) mengaku lebih memilih kuliah secara tatap muka karena bisa bertemu dengan teman-teman secara langsung.
“Lebih seru karena ketemu temen secara langsung, tapi kalau soal efisien mungkin lebih enak kuliah online karena ringkas,” ujar Fachri, salah satu mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi saat diwawancarai di gedung Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Selasa, (7/6/2022).
Kembalinya aktivitas kampus UIN Jakarta secara normal, ditandai dengan mulai padatnya parkiran di kampus oleh kendaraan mahasiswa dan dosen, baik itu roda dua maupun roda empat. Tak lupa, kemacetan yang menghiasi gedung kampus saat mulai memasuki waktu perkuliahan dan ketika jam pulang mahasiswa/i.
Aktivitas belajar mengajar juga sudah mulai kembali normal seperti biasa. Gedung fakultas mulai dipadati oleh mahasiswa dan mahasiswi yang hendak mengikuti kegiatan pembelajaran. Namun dengan dimulainya kuliah secara tatap muka, banyak hal yang mulai dikeluhkan oleh para mahasiswa/i.
Mulai dari kondisi lift yang memprihatinkan, sampai raibnya helm di parkiran. Krisna, salah satu mahasiswa Fdikom yang menjadi korban karena kehilangan helm miliknya di parkiran depan perpustakaan gedung Fdikom.
“Helm saya hilang sewaktu lagi kelas. Saat turun ke parkiran, udah raib itu helm punya saya,” ungkap Krisna, mahasiswa Fdikom yang kehilangan helm kesayangannya di parkiran kampus saat ditemui di tangga perpustakaan gedung Fdikom, Rabu (8/6/2022)..
Tak hanya parkiran kampus yang padat, fasilitas kampus lain juga memprihatinkan. Salah satunya lift Fakultas yang tidak berfungsi normal dan toilet yang kurang bersih, juga banyak dikeluhkan oleh para mahasiswa.
Lift di gedung Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi bahkan pernah mengalami error dan macet, hingga beberapa mahasiswa yang masih menaiki lift tersebut terjebak di dalamnya. Hal ini masih menjadi PR bagi pihak kampus agar tetap mempertahankan fasilitas-fasilitas yang digunakan mahasiswa atau dosen, agar kegiatan belajar mengajar di kampus tetap berjalan aman dan nyaman.