(Source : megapolitan.kompas.com)
Minggu, 26 Juni 2022 11:48 WIB
Oleh : REDAKSI
JAKARTA, Youth Vogue - Kabut tebal menyelimuti, menciptakan suasana gelap di Ibu Kota. Debu hitam bertebaran hingga klakson-klakson kendaraan yang memadati hiruk-pikuk kota Jakarta setiap harinya. Gedung-gedung hingga bangunan pabrik terus menjulang yang menimbulkan dampak pencemaran udara bagi masyarakat.
Jakarta akhir-akhir ini sedang mengalami polusi udara ekstrem yang dapat membahayakan masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat data partikulat PM 2,5 Jakarta berada dalam kondisi hingga mencapai 77 mikrogram per meter kubik, yang mana termasuk ke dalam kategori tidak sehat.
Bahkan Jakarta menjadi nomor 5 Kota yang memiliki kualitas udara terburuk setelah Delhi, Dubai, Lahore dan Santiago. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengantisipasi terjadinya udara di Jakarta yang memburuk dengan mencabut izin Iingkungan perusahaan Industri batu bara PT Karya Citra Nusantara (KCN) di Marunda, Jakarta Utara.
Namun, hal itu saja belum cukup. Perlu adanya antisipasi lain yang dilakukan masyarakat sebagai pengguna transportasi pribadi, yang tentunya menjadi salah satu dampak terciptanya polusi udara akibat asap kendaraan yang ditimbulkan. Bahkan, kendaraan besar seperti tronton atau truk pengangkut bahan bangunan menjadi faktor terbesar terciptanya polusi udara memburuk.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta juga menyarankan masyarakat pengguna kendaraan pribadi agar beralih menggunakan kendaraan umum yang sudah tersedia dan semakin berkembang, sepeti Moda Raya Terpadu (MRT), Kereta Rel Listrik (KRL), hingga TransJakarta.
Tetapi, saat ini jumlah penumpang kendaraan umum seperti KRL juga semakin meningkat. Dibuktikan dari selalu padatnya jumlah penumpang di stasiun transit seperti stasiun Tanah Abang dan Manggarai pada jam-jam berangkat hingga pulang kerja.
Hal itu pula yang menjadi perhatian bagi pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan jumlah penumpang yang semakin meningkat, yang menimbulkan banyak kerumunan hingga KRL dipenuhi manusia yang berdesakan setiap harinya, meski saat ini kondisi pandemi belum juga berakhir.
Selain itu, permasalahan sanitasi seperti sampah masyarakat di Indonesia yang sulit untuk menjaga kebersihan juga menjadi faktor terbesar polusi udara semakin memburuk. Pemeliharaan lingkungan tak hanya bagi Jakarta, namun bagi seluruh wilayah Indonesia. Bukan hanya menjadi tugas dari para petinggi dan pemerintah saja, masyarakat yang tinggal di dalamnya juga perlu menjaga lingkungan dengan hal-hal kecil agar terciptanya lingkungan yang bersih, sehat dan terbebas dari polusi udara yang buruk.