Pada Sabtu (20/8), Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengemukakan bahwa Pakistan ingin menjalin perdamaian permanen dengan India. Terlebih dari itu, Sharif juga mengatakan bahwa perdamaian dan penyelesaian konflik di Kashmir akan dilakukan sesuai dengan resolusi yang telah diusulkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagaimana dikutip dari The News International. (Oleh Alysa Reyhan Maharani)
Pada Kamis (19/5), Mozambik secara resmi memperbarui Undang-Undang Anti Teror yang sebelumnya telah disahkan pada tahun 2015. Dilansir dari VOA News, undang-undang terbaru ini menyatakan bahwa siapapun yang melakukan pemberontakan dan menyebarkan informasi tidak benar mengenai pemberontakan, akan dijatuhkan hukuman hingga 24 tahun penjara. Akan tetapi, apa yang sebenarnya melatarbelakangi pembaruan UU ini? Yuk, simak penjelasan berikut! (Oleh Fiorela Sofian)
Pada Senin (21/3) lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Anthony Blinken, secara resmi mendeklarasikan keputusan AS untuk mengakui kekejaman rezim militer Myanmar terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya sebagai tindakan genosida. “Amerika Serikat menyimpulkan militer Burma (Myanmar) melakukan genosida dan kejahatan kemanusiaan terhadap Rohingya," ujar Blinken dalam pidatonya di Holocaust Memorial Museum, Washington. (Oleh Nathania Aviandra)
Bertepatan dengan Pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2022 pada Jumat (4/2), Rusia dan Tiongkok menyatakan kerja sama tanpa batas antara keduanya. Dilansir dari Reuters, kedua pemimpin negara menyatakan bahwa hubungan ini lebih unggul dibandingkan hubungan yang pernah terjalin saat Perang Dingin. “Persahabatan antara kedua negara tidak memiliki batas, tidak ada bidang kerja sama yang ‘terlarang’,” ujar kedua negara dalam pernyataan bersama pada hari yang sama. (Oleh Zahra Nadzirah)
Pada Kamis (16/9), lima Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) ditugaskan di Kepulauan Natuna, Riau, sebagai bentuk peningkatan patroli di wilayah perairan. Tiga KRI berpatroli dalam pelayaran, sementara dua lainnya bersiaga di Fasilitas Pangkalan Pelabuhan (Faslabuh) TNI AL Selat Lampa, Riau. Melihat kehadiran KRI dianggap tidak sebanding dengan armada yang ditempatkan, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya Muhammad Ali meluncurkan bantuan udara di wilayah Natuna Utara yang memiliki luas 191.000 km2 tersebut. (Oleh Lindsay Winola & Jennye Awuy)
Sengketa Laut Natuna Utara antara Indonesia dengan Tiongkok kembali mendapat perhatian beberapa hari terakhir ini. Pada Senin (13/9), beberapa nelayan mengaku melihat adanya kapal perang Tiongkok di perairan Laut Natuna. Dalam video yang diambil oleh para nelayan dan diunggah di Harian Kompas, dapat terlihat sebuah kapal berwarna putih yang diduga sebagai kapal destroyer milik Tiongkok yakni Kapal Kunming-172. Kedatangan kapal perang Tiongkok membuat para nelayan khawatir, terlebih dengan adanya eskalasi sengketa di perairan tersebut beberapa tahun terakhir. Namun, mengapa perairan Natuna menjadi wilayah sengketa padahal perairan tersebut berada dalam teritori Indonesia? (Oleh Zahra Nadzirah)
Konflik di Afghanistan semakin memanas selama beberapa minggu terakhir ini. Sejak awal Agustus 2021, Taliban mulai membangun kembali kekuasaannya di Afghanistan dengan mengambil alih kota-kota besar, seperti Kota Kunduz, Sar-e-Pul, Taloqan, Kandahar, Mazar-i-Sharif, dan Jalalabad. Invasi Taliban mencapai puncaknya saat Taliban berhasil masuk dan mengambil alih ibukota Afghanistan, Kota Kabul, pada Minggu (15/8). Keberhasilan Taliban menimbulkan pertanyaan, bagaimana kelompok ini bisa mengambil kendali hanya dalam hitungan beberapa hari? (Oleh Zahra Nadzirah)
Dalam 10 hari terakhir, demonstrasi yang terjadi di beberapa kota di Kolombia telah menelan setidaknya 25 orang korban jiwa. Dilansir oleh CNN, demonstrasi pertama kali terjadi pada 28 April sebagai bentuk protes masyarakat terhadap pemerintah mengenai reformasi pajak sebagai rencana ekonomi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Presiden Kolombia, Iván Duque, mengatakan bahwa kebijakan ini dibuat sebagai upaya ekonomi dalam situasi pandemi Covid-19. Sampai saat ini, sayangnya, belum banyak masyarakat dan media internasional yang membahas perihal demonstrasi maut ini. Berikut adalah fakta penting yang harus KawanWH ketahui mengenai demonstrasi di Kolombia. (Oleh Alya Diva & Kevin Adithya)