Gempa Bumi
Gempa adalah pergerakan permukaan bumi akibat gelombang (getaran yang merambat) yang disebabkan oleh pelepasan energi dari dalam bumi. Proses terjadinya gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan tersebut semakin membesar hingga mencapai pada keadaan tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempeng.
Batuan pada lempeng mengalami perubahan bentuk atau deformasi secara perlahan dalam jangka waktu tertentu. Ketika batuan tersebut mengeras/menegang maka energi potensialnya terus bertambah. Ketika lempeng bergerak atau patah, maka energi tersebut dilepaskan. Energi tersebut mengakibatkan terjadinya getaran yang merambat melalui material bumi sehingga menyebabkan gempa bumi. Gempa bumi melepaskan gelombang seismik dimana gelombang merambat sepanjang permukaan bumi. Semakin besar energi yang dilepaskan, maka getarannya akan semakin terasa.
Hiposentrum adalah titik pusat terjadinya gempa sedangkan episentrum adalah permukaan bumi yang berada di atas hiposentrum. Saat terjadi pergerakan lempeng, gelombang seismik muncul di hiposentrum. Kemudian gelombang tersebut merambat dari hiposentrum ke segala arah. Gelombang seismik merambat ke bagian dalam bumi serta ke permukaan bumi. Gelombang yang merambat di permukaan Bumi menyebabkan kerusakan saat terjadi gempa.
Ketika lempeng patah menjadi 2 bagian, maka masing-masing bagian akan bergerak menjauh. Daerah lempeng yang patah tersebut dinamakan fault (patahan/sesar). Sesar yang terjadi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, bergantung pada bagaimana sebuah gaya bekerja pada lempeng.
Sesar normal, ketika sebuah lempeng ditarik berlawanan oleh sebuah gaya, maka akan terbentuk sesar normal. Pada sesar normal, struktur batuan lempeng yang ada di atas sesar akan bergeser turun dibandingkan struktur batuan lempeng yang ada di bawah sesar.
Reverse fault (sesar terbalik), ketika sebuah gaya yang mendorong lempeng saling mendekat akan menekan lempeng tersebut dari arah yang berlawanan. Gaya dorong ini menyebabkan struktur batuan lempeng di bagian atas sesar bergerak naik.
Strike-slip fault (sesar geser), Gaya geser yang bekerja mengakibatkan lempeng di kedua sisi sesar geser bergerak berlawanan pada permukaan bumi.
Seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi.
Ahli seismologi adalah ilmuwan yang mengkaji gempa bumi.
Seismograf adalah alat yang digunakan untuk mencatat data gelombang seismik.
Mitigasi Bencana Gempa Bumi
- Tindakan tanggap sebelum gempa Bumi terjadi
a. Merenovasi rumah agar tahan gempa
b. Cek kestabilan benda yang menggantung
c. Pelajari lingkungan sekitar kita
d. Meletakkan benda berat dan mudah pecah dibagian bawah
e. Selalu sedia P3K, senter, dan makanan sebagai persediaan darurat.
- Tindakan yang harus dilakukan ketika gempa terjadi
a. Ketika dalam ruangan, cari perlindungan dari reruntuhan
b. Ketika diluar ruangan, tetaplah diluar ruangan dan menjauh dari bangunan atau benda lain yang berpotensi runtuh
c. Jika dalam kendaraan, keluar dan cari tempat terbuka
d. Menjauh dari pantai, karena berpotensi tsunami
e. Jika di pegunungan, menjauh dari daerah yang rawan longsor
- Tindakan yang harus dilakukan setelah gempa
a. Keluar ruangan dengan teratur
b. Perhatikan lingkungan sekitar, apakah terjadi kebakaran, gas bocor, atau korsleting listrik
c. Jangan berjalan di daerah gempa, karena ada kemungkinan reruntuhan menimpamu
d. Jangan memasuki rumah yang telah terkena gempa
e. Mengisi angket dari instansi terkait
f. Mengikuti informasi terkait gempa yang terjadi
g. Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Gunung Meletus
Gunung meletus disebabkan adanya tekanan udara yang kuat dari dalam Bumi yang terus menerus sehingga magma terdorong naik menuju permukaan. Pada proses terjadinya gunung meletus, magma yang memiliki suhu tinggi mencapai 1200oC akan melelehkan batuan di sekitarnya. Sehingga terdapat penumpukan magma di dalam Bumi. Tekanan udara yang berasal dari dalam Bumi semakin lama akan semakin besar dan menyimpan energi yang sangat besar untuk mendorong magma keluar. Ketika kerak bumi yang berada di atas magma tidak mampu menahan tekanan tersebut, maka gunung meletus akan terjadi. Magma dan material yang terdapat dalam Bumi dikeluarkan melalui kawah gunung berapi. Energi yang tersimpan tersebut dilepaskan dalam bentuk ledakan dan semburan yang kuat saat terjadinya gunung meletus.
Mitigasi Bencana Gunung Meletus
- Tindakan tanggap sebelum bencana gunung meletus terjadi
a. Memperhatikan perkembangan status aktivitas gunung berapi sesuai dengan arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
b. Menyiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi abu vulkanik.
c. Mengetahui jalur evakuasi dan tempat pengungsian yang telah disiapkan.
d. Menyiapkan skenario evakuasi lain apabila dampak letusan meluas di luar prediksi ahli.
e. Menyiapkan keperluan logistik (makanan dan minuman siap saji, lampu senter, obat-obatan, uang tunai, dll)
- Tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gunung meletus
a. Berada di tempat pengungsian atau tempat lain yang aman dari dampak letusan gunung berapi.
b. Menggunakan masker dan kacamata pelindung.
c. Memperhatikan setiap arahan dari pihak berwenang.
- Tindakan yang harus dilakukan setelah gunung meletus
a. Memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar dan pendampingan bagi masyarakat yang mengungsi.
b. Tetap menggunakan masker dan kacamata pelindung saat berada di wilayah terdampak abu vulkanik.
c. Memperhatikan informasi terkini dari pihak berwenang
d. Waspada terhadap ancaman bahaya kedua berupa banjir lahar dingin.