Penyakit tuberkulosis (TB) umumnya diobati dengan kombinasi beberapa jenis obat antituberkulosis (OAT) untuk memastikan bahwa infeksi dapat disembuhkan dan mencegah resistensi obat. Ada dua kategori utama obat TB, yaitu obat untuk pengobatan TB standar dan TB resisten obat.
1. Obat untuk TB Sensitif (Standar)
Obat-obat ini digunakan untuk mengobati TB yang belum menunjukkan resistensi terhadap obat tertentu. Pengobatan standar biasanya melibatkan pengobatan selama 6 bulan dengan kombinasi obat-obat berikut:
Isoniazid (INH): Obat ini mencegah bakteri TB berkembang biak dan menghentikan infeksi.
Rifampisin (RIF): Obat ini menghentikan pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat produksi DNA bakteri.
Pirazinamid (PZA): Obat ini efektif dalam membunuh bakteri TB yang berada dalam jaringan yang lebih sulit dijangkau, seperti dalam jaringan paru yang sudah rusak.
Etambutol (EMB): Obat ini digunakan untuk menghambat sintesis dinding sel bakteri TB, sehingga bakteri tidak bisa berkembang biak. Kombinasi empat obat ini sering disebut sebagai "regimen pertama" untuk pengobatan TB.
2. Obat untuk TB Resisten Obat
Pada beberapa kasus, TB dapat menjadi resisten terhadap satu atau lebih obat, yang disebut TB resisten obat (DR-TB). Ada dua jenis utama TB resisten obat:
TB Multiresisten (MDR-TB): TB yang resisten terhadap isoniazid dan rifampisin, dua obat utama untuk TB. Pengobatannya memerlukan kombinasi obat kedua lini.
TB Sumber Ekstrim Resisten (XDR-TB): TB yang resisten terhadap isoniazid, rifampisin, serta beberapa obat lini kedua seperti fluoroquinolones dan obat injeksi seperti kanamisin.
Obat-obat untuk TB resisten obat sering kali lebih mahal dan lebih lama dalam pengobatannya, serta memiliki efek samping yang lebih berat. Beberapa obat lini kedua yang digunakan antara lain:
Fluoroquinolones (misalnya, levofloxacin, moxifloxacin)
Obat injeksi (misalnya, amikasin, kanamisin, atau capreomycin)
Linezolid: Obat ini sering digunakan untuk XDR-TB.
Clofazimine: Sering digunakan dalam pengobatan TB resisten.
Bedaquiline: Obat baru yang digunakan untuk TB MDR dan XDR yang sulit diobati.
Delamanid: Obat baru lain yang digunakan untuk TB MDR dan XDR.
3. Obat Tambahan untuk Infeksi TB Khusus
Dalam beberapa kasus, pasien dengan TB yang melibatkan organ selain paru-paru, seperti TB meningitis (TB pada otak) atauTB peritoneal (TB pada perut), mungkin memerlukan pengobatan dengan dosis atau kombinasi obat yang berbeda.
Pengobatan TB
Penting untuk mengikuti regimen pengobatan secara tepat dan teratur, sesuai dengan instruksi dokter, untuk memastikan keberhasilan pengobatan dan mencegah resistensi obat. Pengobatan biasanya berlangsung antara 6 hingga 24 bulan, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan TB.
Jangan berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter, karena ini bisa menyebabkan kuman menjadi resisten terhadap obat-obatan tersebut dan memperburuk kondisi.
Pemantauan obat TBC biasanya dilakukan oleh petugas kesehatan melalui:
Kunjungan Rumah: Petugas kesehatan akan mengunjungi rumah pasien secara berkala untuk memastikan pasien mengonsumsi obat sesuai jadwal.
Poliklinik: Pasien akan datang ke poliklinik secara teratur untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil obat.
Kelompok Pendukung: Pasien akan bergabung dalam kelompok pendukung untuk saling memberikan dukungan dan motivasi dalam menjalani pengobatan.