Add Headings and they will appear in your table of contents.
Pemantauan Minum Obat Pasien
Pemantauan minum obat TBC dilakukan dengan cara:
Mengamati kondisi pasien, seperti apakah berat badan mulai bertambah atau menurun, dan apakah wajah pasien terlihat pucat atau mulai segar
Menanyakan kepada pasien apa yang dirasakannya, seperti apakah gejala TBC sudah semakin berkurang atau nafsu makannya sudah mulai membaik
Memeriksa dahak pasien secara berkala, minimal tiga kali selama pengobatan
Melakukan pemeriksaan fisik, rontgen dada, dan pemantauan laboratorium secara berkala, Pemeriksaan dahak dilakukan pada:
Satu minggu sebelum akhir tahap awal (intensif) atau akhir bulan ke-2
Satu minggu sebelum bulan ke-5
Satu minggu sebelum akhir pengobatan
Pengobatan TBC memiliki dua tahap, yaitu tahap awal (intensif) dan tahap lanjutan. Pada tahap awal, pasien diwajibkan meminum obat setiap hari, sedangkan pada tahap lanjutan, pasien hanya diwajibkan meminum obat tiga kali seminggu
Penyakit tuberkulosis (TB) umumnya diobati dengan kombinasi beberapa jenis obat antituberkulosis (OAT) untuk memastikan bahwa infeksi dapat disembuhkan dan mencegah resistensi obat. Ada dua kategori utama obat TB, yaitu obat untuk pengobatan TB standar dan TB resisten obat.
1. Obat untuk TB Sensitif (Standar)
Obat-obat ini digunakan untuk mengobati TB yang belum menunjukkan resistensi terhadap obat tertentu. Pengobatan standar biasanya melibatkan pengobatan selama 6 bulan dengan kombinasi obat-obat berikut:
Isoniazid (INH): Obat ini mencegah bakteri TB berkembang biak dan menghentikan infeksi.
Rifampisin (RIF): Obat ini menghentikan pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat produksi DNA bakteri.
Pirazinamid (PZA): Obat ini efektif dalam membunuh bakteri TB yang berada dalam jaringan yang lebih sulit dijangkau, seperti dalam jaringan paru yang sudah rusak.
Etambutol (EMB): Obat ini digunakan untuk menghambat sintesis dinding sel bakteri TB, sehingga bakteri tidak bisa berkembang biak.
Kombinasi empat obat ini sering disebut sebagai "regimen pertama" untuk pengobatan TB.
2. Obat untuk TB Resisten Obat
Pada beberapa kasus, TB dapat menjadi resisten terhadap satu atau lebih obat, yang disebut TB resisten obat (DR-TB). Ada dua jenis utama TB resisten obat: