Definisi
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
TBC merupakan penyakit kronis yang dapat menular dari satu orang ke orang di sekitarnya, disebabkan oleh bakteri/kuman Mycobacterium Tuberculosis. Penularan TBC terjadi sangat mudah melalui udara, dapat berasal dari percikan droplet saat berbicara, batuk atau bersin. TBC utamanya menyerang organ paru, namun ternyata TBC juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstra Paru.
Edukasi dan dukungan pasien TBC
Edukasi dan dukungan untuk penyakit tuberkulosis (TBC) dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:
Memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami tentang TBC melalui pembicaraan, penyebaran materi tertulis, rekaman video, seni, dan pertunjukan.
Memberikan dukungan asupan gizi bagi pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan.
Menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap pasien TBC, misalnya tidak memberikan label negatif pada mereka.
Memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan penanggulangan TBC.
Membantu mengurangi dampak risiko bagi pasien TBC dan keluarga.
Memberikan perhatian dan empati kepada pasien TBC.
Selain itu, masyarakat juga dapat berperan dalam mencegah TBC dengan:
1. Olahraga teratur
2. Menjemur alas tidur agar tidak lembab
3. Tidak merokok dan tidak meminum minuman keras,
4. Mendapatkan suntikan vaksin BCG bagi anak usia 5 tahun
5. Menerapkan etika batuk yang benar.
TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang disiplin, dukungan dari keluarga dan tenaga medis, serta pemahaman yang baik tentang penyakit ini.
MANIFESTASI KLINIS
1. Gejala Umum (TB Paru)
- Batuk berkepanjangan* (lebih dari 2-3 minggu), yang kadang-kadang disertai darah (hemoptisis).
- Demam ringan atau demam tinggi, biasanya terjadi pada malam hari.
- Berkeringat malam (berkeringat berlebihan saat tidur).
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
- Kelelahan atau rasa lemah yang tidak biasa.
- Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada (pada TB paru yang sudah parah).
2. Gejala TB Ekstra Paru (TB yang menyerang organ lain)
- TB Limfatik: Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher atau ketiak.
- TB Ginjal: Nyeri atau darah dalam urine, gangguan fungsi ginjal.
- TB Tulang dan Sendi: Nyeri pada tulang atau sendi, pembengkakan.
- TB Sistem Saraf Pusat (Meningitis TB): Sakit kepala, muntah, kejang, gangguan kesadaran.
- TB Peritoneal (perut): Nyeri perut, pembengkakan abdomen, atau asites (penumpukan cairan di perut).
- TB Laring : Gangguan suara atau serak.
3. Gejala Lainnya
-Anemia atau kekurangan sel darah merah, yang dapat menyebabkan kelelahan.
- Keringat dingin atau menggigil.
- Gangguan pada pola pernapasan (terutama pada TB paru lanjut).
Gejala-gejala ini dapat berkembang secara bertahap dan bisa sangat bervariasi tergantung pada usia, status kesehatan umum, dan jenis TB yang diderita. Jika tidak diobati dengan tepat, tuberkulosis bisa menyebabkan kerusakan organ yang serius dan menyebar ke bagian tubuh lain.