Pasola adalah ritual adat yang berasal dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, bukan dari Sumatera Barat. Secara historis, Pasola berawal dari legenda rakyat yang mengisahkan seorang wanita yang lari dengan kekasihnya dari desa lain, dan upacara ini kemudian digelar untuk menebus kesedihan serta menghormati leluhur. Filosofinya sangat mendalam, di mana Pasola merupakan ritual untuk memohon ampun, kemakmuran, dan kesuburan tanah dengan mengurbankan darah yang tumpah saat pertarungan. Tradisi ini juga melambangkan "perang damai" untuk menjaga persaudaraan, menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama, dan menunjukkan semangat kepemimpinan serta gotong royong dalam komunitas. Hingga kini, Pasola tetap dilestarikan sebagai warisan leluhur, terutama oleh penganut kepercayaan asli Marapu, dan menjadi bagian dari rangkaian upacara musim tanam padi. Pasola Sumba bermula dari legenda cinta segitiga antara Rabu Kabba, Umbu Dulla, dan Teda Gaiparona. Saat Umbu Dulla kembali dari melaut, ia mendapati istrinya, Rabu Kabba, telah kabur bersama Teda Gaiparona. Untuk menghindari pertumpahan darah, Umbu Dulla dan Teda Gaiparona sepakat untuk mengadakan Pasola, sebuah ritual perang dengan lembing kayu, sebagai cara untuk meluapkan kesedihan dan menjaga kedamaian. Menurut cerita rakyat, tradisi ini lahir dari perselisihan yang dipicu oleh kawin lari Rabu Kabba dengan Teda Gaiparona setelah suaminya, Umbu Dulla, dikira meninggal saat melaut. Ketika Umbu Dulla kembali dan mengetahui istrinya pergi, ia tidak ingin terjadi perang saudara. Sebagai kompromi, ia mengajukan syarat agar Teda Gaiparona menikahi Rabu Kabba secara resmi dan memberikan belis (mas kawin) berupa sebungkus cacing laut berwarna-warni (nyale) sebagai simbol kemakmuran dan penghormatan atas kebesaran jiwa Umbu Dulla. Pasola kemudian disepakati sebagai ritual untuk melupakan kesedihan dan mengenang besarnya hati Umbu Dulla. Percikan darah yang tumpah dalam ritual ini diyakini memiliki kekuatan magis untuk menyuburkan tanah dan memberikan kehidupan serta keseimbangan bagi masyarakat dan alam.