Pasola adalah ritual adat yang berasal dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, bukan dari Sumatera Barat. Secara historis, Pasola berawal dari legenda rakyat yang mengisahkan seorang wanita yang lari dengan kekasihnya dari desa lain, dan upacara ini kemudian digelar untuk menebus kesedihan serta menghormati leluhur. Filosofinya sangat mendalam, di mana Pasola merupakan ritual untuk memohon ampun, kemakmuran, dan kesuburan tanah dengan mengurbankan darah yang tumpah saat pertarungan.
Berupa pengumpulan cacing laut (nyale), yang dianggap sebagai tanda dari leluhur.
Satu bulan sebelum Pasola, masyarakat mematuhi pantangan seperti tidak boleh mengadakan pesta atau membangun rumah
Pasola dilaksanakan di lapangan terbuka dengan dua kubu pria menunggangi kuda.
Setelah Pasola selesai, para peserta berkumpul untuk melakukan doa penutup.
Perengkapan khas yang wajib dikenakan saat mengikuti tradisi ini nukai dari kuda yang ditunggangi hingga aksesoris dan konsum yang digunakan penunggan.
Cara bermain dalam tradisi adat ini sangat unik dan perlu benar benar di pahami oleh pemainnya. Serta terdapat aturan bermain di dalamnya.