Pasola adalah puncak dari kepercayaan Marapu yang diwujudkan dalam bentuk pertarungan berkuda. Bagian ini menyajikan panduan lengkap tentang bagaimana tradisi heroik ini dilaksanakan, mulai dari teknis saling lempar lembing hingga pembagian kelompok. Mari kita pahami bersama cara Pasola dimainkan dan peraturan adat yang menjadi landasan utama bagi keselamatan dan kesakralan ritual ini.
Pasola adalah permainan ketangkasan dengan dua kelompok pemuda yang saling melempar lembing kayu dari atas kuda yang melaju kencang di sebuah lapangan. Peraturan utama adalah menjunjung tinggi sportivitas, dengan larangan melempar lawan yang jatuh, membelakangi, atau menggunakan lembing tajam. Pemain juga harus mematuhi pantangan seperti tidak mengadakan pesta sebelum upacara, serta kepatuhan pada komando dari pemimpin adat, yaitu Rato Nale.
Peserta: Permainan ini dimainkan oleh kelompok pemuda yang terbagi menjadi dua tim yang berhadap-hadapan.
Arena: Permainan dilangsungkan di sebuah lapangan besar.
Peralatan: Peserta menggunakan lembing dari kayu yang ujungnya tumpul, dan mereka menunggangi kuda.
Atraksi: Para peserta memacu kuda mereka, saling mendekati, lalu melempar lembing ke arah lawan.
Tujuan: Tujuannya adalah untuk menangkis serangan lawan dengan lincah dan mengenai sasaran dengan lembing yang dilempar.
Kepatuhan: Pemain harus mematuhi instruksi dari Rato Nale, pemimpin upacara adat.
Larangan melempar: Peserta dilarang keras melempar lawan yang sudah jatuh dari kuda atau lawan yang sudah membelakangi mereka.
Senjata: Lembing yang digunakan hanya boleh terbuat dari kayu dengan ujung tumpul, dan tidak boleh tajam.
Junjung tinggi sportivitas: Menjaga sportivitas adalah hal terpenting. Jika ada korban luka atau bahkan kematian akibat permainan, maka dipercayai telah terjadi pelanggaran norma adat.
Pantangan: Ada pantangan yang harus dipatuhi sebelum dan selama Pasola, seperti tidak boleh mengadakan pesta atau membangun rumah.
Tidak boleh membalas dendam: Pemain dilarang membalas dendam secara pribadi saat permainan sedang berlangsung. Dendam boleh dibalas pada Pasola berikutnya.