Suaka Margasatwa adalah Kawasan Suaka Alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman danlatau keunikan jenis Satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya (UU Nomor 32 Tahun 2018).
Dataran Tinggi Yang ditunjuk sebagai Suaka Margasatwaberdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Agraria Nomor: SK.12/PA/1962 tanggal 5 Mei 1962 dengan luas 14.145 Ha. Namun setelah dilakukan pengukuran penataan batas pada tahun 1986, luas kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang menjadi 14.177 Ha dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 680/Kpts-II/1990 tanggal 19 Nopember 1990.
Secara administrasi pengelolaan, kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang berada di wilayah kerja Resort Konservasi Wilayah 18 Dataran Tinggi Yang, Seksi KSDA Wilayah VI, Bidang KSDA Wilayah III, Balai Besar KSDA Jawa Timur.
Berdasarkan administrasi pemerintahan, kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang terletak di 4 (empat) wilayah kabupaten dengan luas masing-masing sebagai berikut:
Kabupaten Probolinggo : 7.452,00 Ha
Kabupaten Situbondo : 1.085,00 Ha
Kabupaten Bondowoso : 1.275,00 Ha
Kabupaten Jember : 4.375,00 Ha
Berdasarkan ketinggian tempatnya, kawasan ini terletak pada ketinggian antara 1.900 – 3.088 meter diatas permukaan laut.
Obyek Penelitian
Suaka Margasatwa Dataran Yang mempunyai potensi yang dapat dijadikan sebagai obyek penelitian, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Potensi flora, fauna, situs purbakala dan keanekaragaman type ekosistem merupakan obyek yang mendukung untuk dijadikan obyek penelitian, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Di Danau Taman Hidup dapat dipergunakan sebagai bumi perkemahan, sedangkan di Danau Tunjung lebih diarahkan pada wisata terbatas penelitian dan pendidikan.
Potensi lain adalah adanya kawah-kawah tua yang berada di kawasan ini dapat dilakukan penelitian tentang jenis-jenis tumbuhan apa, jenis batuan dan potensi untuk aktif kembali. Situs purbakala yang berada di puncak gunung Argopuro dan Rengganis. Sejarah keberadaan situs dan makam yang ada di puncak Gunung Argopuro tersebut masih belum diketahui dengan jelas. Untuk itu perlu dilakukan koordinasi dengan Dinas Purbakala untuk mendapatkan sejarah tersebut.
Aksesibilitas
Rute yang bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dari ibu kota Propinsi di Surabaya menuju ke Probolinggo atau Situbondo. Dari Kota Surabaya baik stasiun Gubeng maupun terminal Bungurasih. Perjalanan bisa dilanjutkan baik menaiki mobil carter ataupun transportasi umum ke daerah Probolinggo bagi yang ke arah Basecamp Bermi, atau ke Situbondo (alun-alun Besuki) bagi yang lewat Basecamp Baderan.