Sumber: Pinterest.com
Toleransi secara etimologi disebutkan dalam KBBI yaitu sesuatu yang bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.
Sedangkan dalam khazanah pemikiran Islam, kata toleransi biasa disebut dengan terma tasamuh. Kata tasamuh menurut Ibnu Faris berasal dari kata samaha yang artinya suhulah yaitu mudah. Menurut Fairuz Abadi kata tersebut berasal dari kata samuha berarti jada yaitu bermurah hati dan karuma yaitu mulia. Sedangkan menurut Ibnu Mandzur kata simah dan samāhatun berarti al-jūd yaitu murah hati.
Dalam Al Qur'an terdapat banyak sekali surat yang penuh dengan makna dan bisa dijadikan sebagai pedoman hidup. Salah satu surat yang penuh dengan makna adalah surat Al-Kafirun ayat 1 - 6 :
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ⚪ لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ⚪ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ⚪ وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ⚪
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ⚪ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ⚪
Artinya, (1) Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,” (2) “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.” (3) "dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah" (4) "dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah" (5) "dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah." (6) "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
Surat Al-Kafirun memiliki makna yang kuat tentang toleransi beragama tanpa mengganggu akidah masing-masing pemeluk agama. Arti surat Al-Kafirun menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menolak dengan tegas untuk menyembah Tuhan selain Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu haditsnya terkait dengan toleransi yang telah diceritakan Abdillah, lalu kepada Yazid yang telah mengabarkan kepada Muhammad bin Ishaq, dari Dawud bin Al Hushain, dari Ikrimah, dari Ibnu 'Abbas, ia berkata:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَة
Artinya, "Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, "Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda," Al Hanifiyyah As Samhah (yang lurus lagi toleran)" (HR. Imam Ahmad).
Menurut tulisan Salma Mursyid dalam jurnal Konsep Toleransi Antar Umat Beragama Perspektif Islam, Al Hanifiyyah dalam hadits tersebut memiliki makna lurus dan benar, sementara itu al samhah maksudnya penuh kasih sayang dan toleransi.
Toleransi mengarah pada sikap terbuka dan mau mengakui adanya berbagai macam perbedaan, baik dari sisi ras, agama, bahasa, suku bangsa, serta adat istiadat. Soejono Soekanto, seorang sarjana sosiologi, mendefinisikan toleransi sebagai salah satu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal, dikarenakan toleransi ini bisa timbul secara sadar dan tanpa direncanakan. Hal ini disebabkan karena adanya watak peperangan atau kelompok manusia untuk sebisa mungkin menghindarkan diri dari suatu perselisihan.
Menurut Hikmat ibn Basyir ibn Yasin, toleransi atau tasāmuḥ adalah kehalusan, kelembutan dan kemudahan. Ini bagian dari perbuatan iḥsān terhadap jiwa yang melahirkan rasa cinta terhadap orang yang berbuat baik. Oleh karena itu, toleransi dapat menciptakan cinta kasih dan menghilangkan rasa benci terhadap orang lain.
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa toleransi adalah sikap tenggang rasa terhadap perbedaan orang lain dalam berbagai hal dengan menghargai dan menghormati prinsip-prinsip hidup dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh agama.
Sedangkan istilah menghargai menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tuntutan setiap orang agar menghormati, mengindahkan, memuliakan, dan menjunjung tinggi pendapat dan keyakinan orang lain. Secara istilah Fatchurochman mendefinisikan kata menghargai sebagai memberikan harga atau memberikan penilaian yang baik. Dengan dihargai, seseorang akan merasa diperhatikan.
Menurut Zainul Hasani Syarif, dkk dalam buku Menguniversalkan Pendidikan Pluralisme Agama dalam Ranah Keindonesiaan, menghargai perbedaan berasal dari kata 'menghargai' dan 'perbedaan'. Menghargai berarti menghormati dan mengindahkan suatu hal. Sementara perbedaan merupakan hal yang berbeda.
Menghargai perbedaan adalah proses menerima dan menghormati keberagaman individu, kelompok, dan komunitas dalam masyarakat. Hal ini bukan hanya soal toleransi, tetapi juga memahami, menghargai, dan merayakan perbedaan sebagai bagian yang penting dalam memperkuat kesatuan dalam masyarakat. Menghargai perbedaan adalah langkah pertama dalam membangun hubungan yang baik antarindividu dan kelompok, serta menjaga perdamaian dan keharmonisan dalam masyarakat.
Dapat disimpulkan bahwa toleransi dan menghargai perbedaan merupakan sikap terpuji yang harus dimiliki setiap insan manusia sehingga dalam berkehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara akan menikmati buahnya ketenangan dan kedamaian.
Referensi:
[1] https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/toleran
[2] Ibnu Faris, Mu’jam Maqāyis al-Lughoh, (Mesir: Maktabah al-Khanji, 1402 H), jilid 3, h. 99.
[3] Fairuz Abadi, al-Qāmus al-Mukhīth, (Kairo: Dar el-Hadits, 2008), h. 799.
[4] Abdul Latif bin Ibrahim, Tasāmuh al-Gharb Ma’a al-Muslimin Fi al-Ashri al-Khādhir: Dirōsah Naqdiyyah Fi Dhoui al-Islam
[5] Soejono Soekanto, “Sosiologi Suatu Pengantar”, (Jakarta: Rajawali, 1982), h. 65.
[6] Ibn Yasin, Samāḥāt al-Islām fī al-Ta’āmul ma’a Ghairi al-Muslimīn, (Maktabah Syamilah), h. 1.
[7] Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka, 2018), h. 525.
[8] Fatchurochman, N., “Teaching with Love: Pendekatan Cinta dan Akhlak Mulia dalam Pembelajaran”, (Jakarta: Senama Sejahtera Utama, 2018), h. 102.
[9] Vanya Karunia Mulia Putri, "Mengapa Kita Harus Saling Menghargai Perbedaan?", dikutip dari https://www.kompas.com/skola/read/2022/08/06/100000369/mengapa-kita-harus-saling-menghargai-perbedaan-. diakses tanggal 06 Agustus 2022, pukul 10:00 WIB.
[10] Taufik, “Jelaskan Pentingnya Menghargai Perbedaan Dalam Bermasyarakat”, dikutip dari https://geograf.id/literasi/jelaskan-pentingnya-menghargai-perbedaan-dalam-bermasyarakat/, diakses tanggal 22 Januari 2024.