"Macam-macam Toleransi di bagi menjadi 3, yaitu:
Toleransi antarsesama Muslim, Toleransi antarumat Beragama dan Toleransi antarsuku Bangsa"
Toleransi sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh kebersamaan, terutama di tengah masyarakat yang beragam seperti di Indonesia. Keberagaman ini meliputi agama, suku, budaya, hingga pandangan hidup, yang semuanya membutuhkan sikap toleransi agar tidak menimbulkan konflik. Dalam praktiknya, toleransi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yang masing-masing memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan harmoni sosial.
Berikut ini adalah macam-macam toleransi yang perlu kita pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: www.nusantarabicara.co
Toleransi antarsesama Muslim
Toleransi antarsesama muslim didasari adanya tali persaudaraan dalam Islam. Allah Swt. berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Artinya, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati," (Al-Ḥujurāt [49]:10)
Toleransi antarsesama muslim artinya adanya rasa kasih sayang terhadap sesama muslim sehingga akan memperkuat tali persaudaraan dalam Islam. Sikap ini merujuk pada sikap saling menghormati dan memahami perbedaan yang ada di kalangan umat Islam, baik dalam aspek pandangan, praktik ibadah, maupun mazhab. Sikap ini diperlukan untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan di antara umat Islam.
Contohnya: Menghormati perbedaan mazhab atau pandangan fiqih dalam masalah-masalah cabang (furu’), tidak mencela atau merendahkan amalan ibadah tertentu yang masih sesuai dengan kaidah syariat, mengutamakan ukhuwah Islamiyah dengan saling mendoakan dalam kebaikan.
Toleransi antarumat Beragama
Islam merupakan agama yang paling benar di sisi Allah. Namun, Islam tidak memaksa pemeluk agama lain untuk memeluk Islam. Tidak adanya paksaan tersebut merupakan bentuk toleransi antarumat beragama dalam Islam dalam artian Islam menghargai dan menghormati perbedaan keyakinan agama atau kepercayaan orang lain.
Bagi seorang muslim, adanya toleransi umat beragama bukan berarti boleh mengikuti ritual ibadah nonmuslim, apalagi membenarkan ajarannya. Namun, hanya sebagai bentuk penghargaan terhadap perbedaan agama atau keyakinan. Dalam Al-Qur’an Allah Swt. berfirman:
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Artinya, "Untukmu agamamu dan untukku agamaku,” (Al-Kāfirūn [109]:6)
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, isi kandungan ayat tersebut pada dasarnya berisi tentang perintah Allah SWT kepada umat Islam untuk menjauhkan diri dari segala bentuk kemusyrikan. Hal ini termasuk menyerupai bentuk ibadah dari orang-orang kafir, sebagaimana dijelaskan dalam hadist berikut: Dari Ibnu Jabalah diceritakan bahwa ia pernah berkata kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, ajarilah aku sesuatu yang aku akan baca di saat hendak tidurku." Rasulullah SAW menjawab:
إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ مِنَ اللَّيْلِ فَاقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكافِرُونَ فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْك
Artinya, “Apabila engkau telah berada di peraduanmu di malam hari, maka bacalah Qul Ya Ayyuhal Kafirun, karena sesungguhnya surat ini merupakan pembebasan dari kemusyrikan,” (HR. Ibnu Jabalah).
Toleransi antarsuku Bangsa
Toleransi antar suku bangsa adalah sikap saling menghormati, menerima, dan menghargai perbedaan budaya, adat istiadat, bahasa, serta kebiasaan antar kelompok suku bangsa yang hidup dalam satu negara atau wilayah. Sikap ini bertujuan menciptakan harmoni sosial, menghindari konflik, dan memperkuat persatuan dalam keberagaman.
Indonesia, sebagai negara yang memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa, menjadikan toleransi antar suku bangsa sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, masyarakat diajak untuk menyadari bahwa meskipun berbeda-beda, semua tetap satu kesatuan.
Dapat disimpulkan bahwa toleransi antar suku bangsa merupakan kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang damai dan bersatu di tengah keberagaman. Dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai, kita tidak hanya menjaga harmoni sosial, tetapi juga turut melestarikan kekayaan budaya bangsa.
Referensi:
[1] Multahim, dkk., “Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP kelas 8”, (Bogor : yudhistira dunia buku sekolah, 2023), h. 137.
[2] https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/49?from=10&to=10
[3] A. Muslih, “Konsep Toleransi dalam Islam: Studi Perspektif Maqasid Syariah”, Jurnal Ilmu Keislaman, Vol.14 No.2 (2020), h. 101-120.
[4] Berita Hari Ini,”Surat Al Kafirun Ayat 6: Penegasan bahwa Islam Agama yang Toleran”, dikutip dari https://kumparan.com/berita-hari-ini/surat-al-kafirun-ayat-6-penegasan-bahwa-islam-agama-yang-toleran-1wV7hXC3m76/full, diakses tanggal 10 September 2021, pukul 15:30 WIB.