4-5 April 2026
Poster Juara 2 Lomba Debat SEGI 2026
Dibuat oleh Riza pada 18 April 2026
Debat SEGI 2026 merupakan ajang kompetisi debat akademik tahunan yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Kompetisi ini dirancang untuk menguji kemampuan berpikir kritis, argumentasi, dan public speaking mahasiswa melalui format debat kompetitif. Seluruh rangkaian acara terdiri dari Workshop Debat, Technical Meeting, dan babak penyisihan hingga final yang berlangsung selama dua hari.
Saya tergabung dalam tim Busyro Lana bersama dua kawan saya: Palito Berliano dan Daffa Sumarlan. Tim kami berhasil menyisihkan berbagai peserta lainnya dan meraih posisi Juara 2. Sebagai apresiasi, BEM FIKOM UNISBA juga memberikan insentif finansial sebesar Rp200.000 kepada kami.
Setelah melalui serangkaian babak yang melelahkan, tim Busyro Lana berhasil meraih Juara 2 Lomba Debat SEGI 2026. Adapun perolehan nilai individu adalah sebagai berikut:
Daffa Sumarlan sebagai Pembicara 1 dengan nilai 76
Palito Berliano sebagai Pembicara 2 dengan nilai 78
Riza F. Nurwahid sebagai Pembicara 3 dengan nilai 78
Peringkat juara secara keseluruhan:
Juara 1: Tim Trispeaks
Juara 2: Tim Busyro Lana
Juara 3: Tim 24station
Perjalanan tim Busyro Lana dimulai sejak akhir Februari 2026, ketika saya diundang bergabung ke dalam grup persiapan debat. Proses persiapan mencakup beberapa tahapan berikut:
Workshop Debat (13 Maret 2026):
Seluruh peserta wajib mengikuti workshop yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom. Materi workshop mencakup teknik debat, struktur argumentasi (Elemen Argumen Toulmin), metode analisis mosi, serta strategi rebuttal. Pemateri menyampaikan rumus dasar debat: Data – Logika – Bukti – Analisis, serta cara mengidentifikasi stakeholder, menentukan clash utama, dan membangun kerangka argumen yang kuat.
Technical Meeting (2 April 2026):
Dilaksanakan secara daring melalui Zoom, di mana dilakukan undian kelompok dan penyampaian teknis pelaksanaan lomba. Pada sesi ini, tema besar kompetisi diumumkan, yaitu "Relevansi Pendidikan Tinggi dalam Menentukan Kesuksesan Karier", dengan tiga subtema: Pendidikan Tinggi dan Karier, Gen Z dan Dunia Kerja, serta Kurikulum dan Relevansinya.
Persiapan Tim:
Tim Busyro Lana melakukan serangkaian persiapan intensif, baik secara daring melalui Discord maupun tatap muka di kediaman penulis. Strategi yang dikembangkan mencakup pembagian peran yang jelas:
Daffa sebagai Pembicara 1 (The Deconstructor) bertugas membangun definisi dan limitasi mosi.
Palito Berliano sebagai Pembicara 2 (The Counter-Builder) bertugas menyusun argumen utama dan bantahan.
Riza F. Nurwahid sebagai Pembicara 3 (The Whip/Destroyer) bertugas menyimpulkan dan menghancurkan argumen lawan.
Tim juga merumuskan dua strategi utama:
Sebagai Pemerintah (Pro): "Pembangun Piramida" – membangun argumen dari pondasi hingga puncak, dengan masing-masing pembicara menguatkan struktur.
Sebagai Oposisi (Kontra): "Pasukan Penghancur" – menyerang definisi dan argumen lawan sejak awal, lalu menawarkan alternatif solusi.
Hari Pelaksanaan (4-5 April 2026)
Lomba dilaksanakan di Aula Pascasarjana UNISBA. Tim Busyro Lana bertanding melawan berbagai tim lainnya, termasuk Logos Prime, Trispeaks, dan 24Station. Proses debat berlangsung dengan sistem gugur, di mana pada hari pertama diselesaikan 7 babak penyisihan dan dilanjutkan dengan semi-final serta final pada hari kedua.
Pengalaman mengikuti SEGI Debat 2026 memberikan pelajaran berharga bagi penulis, baik secara akademik maupun personal:
Kerja Sama Tim: Debat bukanlah kompetisi individu. Keberhasilan tim sangat bergantung pada koordinasi, saling percaya, dan kemampuan membaca situasi secara kolektif. Setiap anggota memiliki peran yang saling melengkapi - Daffa sebagai fondasi, Palito sebagai penyerang, dan Riza sebagai penutup.
Kesiapan Mental: Debat mengajarkan pentingnya penguasaan materi, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir cepat di bawah tekanan. Jam terbang dalam diskusi dan latihan rutin sangat berpengaruh terhadap performa di atas panggung.
Penguasaan Argumentasi: Saya semakin memahami bahwa argumen yang kuat tidak hanya berdasarkan data, tetapi juga pada logika, analisis, dan kemampuan mengantisipasi serangan lawan. Teknik rebuttal dan interupsi yang tepat menjadi kunci untuk mendominasi jalannya debat.
Networking: Kompetisi ini menjadi ajang bertemu dengan mahasiswa dari berbagai angkatan dan program studi di lingkungan FIKOM UNISBA, membuka peluang kolaborasi di masa depan.