September 2022 - November 2024
Saya dipercaya sebagai Coach dan Mentor di ekstrakurikuler ESMA (Entrepreneur, Seni Media, dan Animasi) SMA Negeri 1 Banjar, sebuah wadah bagi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat di bidang seni media, desain grafis, dan komik digital. ESMA tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan artistik, tetapi juga membekali anggota dengan jiwa kewirausahaan melalui pembuatan dan penjualan produk merchandise serta jasa desain.
Tugas utama saya adalah mengajarkan dasar-dasar menggambar komik digital, mulai dari teknik dasar, ekspresi karakter, hingga pembuatan cerita. Materi disampaikan dalam beberapa pertemuan dengan pendekatan yang santai namun terstruktur, sesuai dengan kebutuhan dan level kemampuan para siswa.
Sepanjang masa bimbingan, saya menyampaikan berbagai materi yang mencakup aspek teknis maupun kreatif dalam pembuatan komik digital. Beberapa di antaranya adalah:
Definisi komik sebagai medium ekspresi ide melalui gambar dan teks.
Pengenalan bagian-bagian komik: judul, panel, speech bubble, teks dialog, latar belakang, watermark, nomor episode, dan SFX (efek suara).
Contoh visual efek suara dalam komik.
Penjelasan tentang berbagai gaya gambar: kartun, manga, realistik, dan lain-lain.
Pentingnya eksperimen untuk menemukan gaya pribadi.
Tips menciptakan ciri khas agar karya mudah dikenali.
Pentingnya keseimbangan antara gaya gambar dengan tema dan ekspresi cerita.
Kritik konstruktif terhadap contoh gambar siswa: perbaikan proporsi wajah, anatomi, dan penggunaan bayangan yang efektif.
Fokus pada elemen-elemen wajah yang membentuk ekspresi: alis, mata, hidung, dan mulut.
Alis sebagai elemen paling berpengaruh dalam ekspresi.
Pengaruh arah pandang, ukuran pupil, dan lipatan mata terhadap emosi karakter.
Pentingnya kerutan wajah untuk mengekspresikan emosi ekstrem (senang, sedih, marah, geli, jijik, dll.).
Latihan menggambar dua ekspresi manusia dengan tingkat ekstrim yang tinggi.
Format Komik: Perbedaan antara komik standar (A4/A5) dan webtoon (vertikal digital), serta kelebihan masing-masing.
Pembuatan Cerita: Pentingnya menentukan awal dan akhir cerita sebelum mengisi bagian tengahnya.
Thumbnails/Sketsa: Fungsi sketsa awal untuk memeriksa komposisi, panel, teks, dan latar sebelum menggambar final.
Adegan Pembangun (Establishing Shot): Penggunaan adegan awal untuk menyampaikan informasi 5W+1H kepada pembaca.
Hindari Overdesign: Pentingnya mendesain karakter secara sederhana agar tidak membuang energi saat menggambar berulang kali. Trik: desain sederhana, bayangan dasar, anatomi tidak ribet.