1. PARAMETER BASIC
A. Recording
Catatan perjalanan proses produksi dari awal sampai
dengan akhir produksi yang meliputi seluruh aspek
variabel performance, yaitu:
a. Bobot Badan (BB)
b. Deplesi (Dpls)
c. Feed Intake (FI)
d. Pertambahan Bobot Badan (PBB)
e. Average Daily Gain (ADG)
f. Feed Covertion Ratio (FCR)
g. Efisiensi Pakan
h. Indeks Performance (IP)
a. Bobot badan / BB (gr/ekor)
Rata-rata bobot ayam pada pengukuran secara periode (Gr/ekor).
b. Deplesi / Dpls (%)
Pengurangan jumlah populasi awal baik itu dari faktor kematian (mortalitas) maupun culling.
rumus :
Daya Hidup /DH (%) = 100% - Dpls (%)
c. Feed Intake / FI
ada 2 :
c.1. FI harian (Gr/ekor/hari) yaitu jumlah pakan yang dikonsumsi pada hari itu.
rumus : FI HARIAN = JUMLAH PAKAN HARI ITU (KG) / JUMLAH SISA AYAM HARI ITU (EKOR) X 100
c.2. FI cum (Gr/ekor) yaitu jumlah pakan cumulative dari awal pemeliharaan.
rumus : FI CUM = JUMLAH PAKAN TOTAL (KG) / JUMLAH SISA AYAM HARI ITU (EKOR) X 1000
d. Pertambahan Bobot Badan / PBB (gr/ekor)
Kenaikan bobot badan dari pengukuran sampling sebelumnya.
PBB = (Bobot badan update) – (Bobot badan sampling sebelumnya)
e. Average Daily Gain / ADG
Rata-rata pertambahan bobot badan per hari mulai dari umur 1 hari sampai dengan pengkuran sampling bobot terakhir (gr/ekor)
ADG = RATAAN BB (GR/EK) / UMUR (HARI)
f. Feed Convertion Ratio / FCR
Berapa banyak pakan yang dikonsumsi untuk membentuk 1 Kg bobot badan. Ada 2 macam:
f.1. FCR mingguan yaitu pencapaian FCR pada periodik tertentu.
Rumus : FCR MINGGUAN = JUMLAH FI HARIAN PERIODIK (GR/EK) / PBB PERIODIK (GR/EK)
f.2. FCR cum yaitu pencapaian FCR pada BB tertentu secara cumulative mulai dari umur 1 hari sampai dengan sampling bobot tertentu. Rumus : FCR CUMM = FI CUM ACT (GR/EK) / RATAAN BB (GR/EK)
g. Efisiensi pakan (%)
Prosentase dari bobot yang dihasilkan oleh tiap kg pakan.
EFISIENSI PAKAN = RATAAN BOBOT BADAN (GR/EK) / FI CUM (GR/EK) X 100%
h. Indeks Performance (IP)
IP = DH (%) X BB (KG/EK) / UMUR (HARI) / FCR X100%
B. Kontrak Plasma
Lembar kesepakatan harga antara plasma dan inti sebelum melakukan proses produksi. Komponen kontrak :
a. Harga DOC
b. Harga pakan
c. Harga OVK
d.Harga Daging
e.Performance
C. HPP dan RHPP
a. Harga Pokok Produksi / HPP (Rp/kg) adalah biaya yang dibutuhkan untuk membentuk 1 kg bobot badan, rumus perhitungan :
● HPP = (HARGA DOC+HARGA OVK) / DH / BW (M+) FCR X HARGA PAKAN (M+)(MR)
b. Rekapitulasi Hasil Pendapatan Peternak / RHPP (Rp/ekor), rumus perhitungan : (HARGA KONTRAK DAGING - HPP) X BB X DH
2. INPUTAN DATA RECORDING
A. Aturan main :
1. Pencatatan awal umur 1 hari adalah dari tanggal surat jalan DOC +1
2. Populasi awal di rekording adalah total populasi chick in + 1%
3. Data rekording kosong maksimal 3 hari untuk kondisi ayam sehat
4. Data rekording kosong maksimal 2 hari untuk kondisi ayam pantauan
5. Pencatatan jumlah deplesi dan pakan dilakukan dari pagi jam 06.00 ke pagi jam 06.00 hari berikutnya (24 jam)
6. Data rekording yang sudah dilaporkan tidak boleh direvisi
7. Rekording final wajib diisi lengkap pada semua kolom sebelum dikumpulkan ke admin beserta ttd TS, plasma, kepala produksi dan kepala unit
8. Sisa ayam yang terpanen, jumlahya tidak boleh lebih / kurang dari populasi awal sebanyak 1%.
B. Variabel yang harus dicermati
a. Deplesi / dpls
Besarnya % Deplesi per hari
Normal : 0,0% – 0,15% /hr
Tidak normal : > 0,15% /hr
Indikasi deplesi tidak normal :
1.kecurangan (simpan jumlah ekoran)
2.ayam bermasalah/sakit
Bakterial : 0,15 – 0,5% /hr
Viral : > 0,5% /hr
Tren Deplesi pada waktu dan pola tertentu dapat dikaitkan dengan indikasi penyakit serta diperkuat dengan hasil anamnesa :
1. Deplesi 5 hari terakhir
2. Umur
3. Kejadian khusus
4. Kondisi cuaca
5. Medikasi 5 hari terakhir
b. Feed Intake / FI
Hal-hal yang bisa diamati untuk variabel FI
1. Tren FI harian yang kurang wajar (naik ekstrim atau tetap dalam waktu > 2 hari bahkan turun)
2. Besarnya FI yang kurang / dibawah Std pada saat periode brooding
3. Besarnya FI per ekor yang tidak wajar dengan cross cek ke deplesi, BB dan FCR
Indikasi terkait pemakaian pakan yang kurang wajar,contoh :
à Nabung pakan harian
à Plasma nambah DOC tapi tidak nambah pakan
c. PBB harian
Kondisi normal kenaikan PBB harian tidak lebih dari 10 gr/ekor (acuan tabel standar)PASCA MAS I.xlsx
d. FI harian
Kondisi normal pertambahan FI harian tidak lebih dari 10 gr/ekor (acuan tabel standar)
e. Bobot badan / BB
Pencapaian di bawah/ di atas Std acuan tabel berdasarkan umur.
Data inputan BB harus dikonversikan pada jam 06.00 pagi, rumus :
KONVERSI BB = BB TERHITUNG - (PBB STD/24JAM X SELISIH JAM)
f. FCR mingguan
Besarnya FCR mingguan naik secara bertahap (linier gradual) tiap minggunya, sama halnya dengan efisensi pakan akan menurun pada tiap minggunya.
Pencapaian FCR dan efisiensi mingguan mengacu pada :
1. Kesalahan di manajemen pemeliharaan
2. Indikasi ayam sakit
3. Kecurangan plasma
4. Sebagai kontrol terhadap akurasi sampling BB
g. Differential (diff) FCR
Diff FCR = FCR Cum – FCR Std tiap BB
Standard perbaikan diff FCR pada kondisi normal
adalah 0,020 = 20 gr = 2 point per hari
4. KETEPATAN PROYEKSI HASIL
Berkaitan dengan akurasi sampel BB.
Faktor akurasi sampling :
1. Uniformity (Keseragaman)
2. Besarnya Populasi Sampel
3. Cara Pengambilan Sampel
4. Alat (Timbangan Sampling)
Selanjutnya dikroscek ulang dengan FI, deplesi dan FCR.
5. TEKNIK NORMALISASI DATA
DATA FINAL PANEN dinormalkan dengan :
1. Deplesi distandarkan dari pencapaian BB dengan pemakaian pakan total. Hitung pencapaian RHPP dan diff FCR
2. Populasi dihidupkan semua (dpls 0%) dengan pemakaian pakan total. Hitung pencapaian RHPP dan diff FCR
3. Dpls 0% dan BB menggunakan pencapaian BB panen ayam tertinggi normal. Hitung pencapaian RHPP dan diff FCR