Bentuk Dasar Lambang Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bulat (lingkaran).
Bagian - bagian yang menonjol keluar dari bentuk dasar :
separo bagian atas dari gambar bintang;
gambar ompak;
gambar pita bertuliskan "YOGYAKARTA".
Ukuran Lambang Daerah adalah garis tengah lingkaran 30, sedangkan ukuran bagian-bagian yang menonjol 40.
Landasan Idiil Pancasila :
Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa dilukiskan dalam gambar bintang emas persegi lima;
Perikemanusiaan dilukiskan dalam tugu (saka guru) dalam sayap;
Persatuan dilukiskan dalam gambar bulatan (lingkaran) berwarna merah dikelilingi lingkaran berwarna putih;
Kerakyatan dilukiskan dalam gambar ompak dengan tatahan bunga teratai;
Keadilan sosial dilukiskan dalam gambar padi dan kapas;
Landasan Struktur Undang - Undang Dasar 1945 dilukiskan dalam gambar bunga kapas berjumlah 17 kuntum, daun kapas berjumlah 8 dan padi sewuli yang berisi 45 butir.
Tat kehidupan gotong royong dilukiskan dalam gambar bulatan yang dalam bahasa Jawa disebut "golong" dan tugu berbentuk silinder yang dalam bahasa Jawa disebut "gilig", sehingga perpaduan dua gambar itu melambangkan semangat yang "golong-gilig".
Nilai-nilai keagamaan pendidikan dan kebudayaan dilukiskan dalam gambar bintang emas persegi lima, bunga melati yang mencapai bintang dengan daun kelopak 3 helai.
Semangat perjuangan dan kepahlawanan dilukiskan dalam gambar warna merah dan putih dengan gambar tugu tegak lurus, berarti dengan jiwa yang teguh berjuang dengan gagah berani mencapai tujuan yang suci.
Semangat pembangunan dilukiskan dalam gambar tatahan miring pada soko guru, tatahan spesifik Yogyakarta, yang berarti menghias, membangun diidentikkan dengan menghias memperlengkapi dengan alat-alat yang tak dimiliki sebelumnya.
Sejarah terbentuknya Daerah Istimewa Yogyakarta dilukiskan dengan sayap mengembang berbulu 9 helai di bagian luar dan 8 helai di bagian dalam, menggambarkan peranan Sri Sultan Hamengku BuwonoIX dan Sri Paduka Paku Alam VIII, yang pada tanggal 5 September 1945 mengeluarkan amanatnya untuk menggabungkan daerah Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keadaan alam dilukiskan dalam gambar warna-warna hijau tua dan hijau muda dan lukisan bentuk stileer bunga teratai, untuk menggambarkan kesuburan alam (hijau) dan kesuburan jiwa (bunga teratai).
kuning emas → yang berarti keluhuran, keagungan dan kemasyuran.
Kuning tua → yang berarti keluhuran, keagungan dan kemasyuran.
hijau tua → yang berarti kesuburan dan harapan.
hijau muda → yang berarti kesuburan dan harapan.
merah → yang berarti keberanian.
putih → yang berarti kesucian.
hitam → yang berarti keabadian.