DIY memiliki potensi budaya yang sangat banyak dan beragam. Adapun potensi budaya yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta bersifat tangible (fisik) dan intangible (non fisik).44 Berikut ini adalah peta kondisi keberadaan potensi budaya DIY.
Kondisi Eksisting Potensi Budaya DIY
Berdasarkan peta Kondisi Keberadaan Potensi Budaya DIY diatas bisa diamati bahwa DIY memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan potensial. Potensi budaya tersebut tersebar di seluruh wilayah DIY yaitu Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta. Tercatat sebanyak 107 Prasarana Budaya, 459 Upacara Adat, 4944 Organisasi Kesenian, 43 Desa Budaya, 515 Cagar Budaya, 48 Museum, dan sebuah Taman Budaya KP, menunjukan banyaknya potensi budaya dalam wujud tangible (fisik) yang hingga kini masih dilestarikan dengan sangat baik oleh masyarakat DIY. Begitu pula dengan wujud budaya intangible (non fisik) yang juga memiliki banyak ragamnya seperti yang terdapat dalam tabel berikut ini.
Potensi Kesenian Budaya DIY
Banyaknya keberagaman budaya yang dimiliki DIY tersebut menunjukan bahwa DIY sangat kaya akan potensi kebudayaan. Potensi kebudayaan ini pula yang pada akhirnya dijadikan media strategi pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meningkatkan kerjasama internasional.