Berikut adalah kumpulan tugas pada modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional
Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional
Selama menjadi pendidik, Anda tentu pernah mengalami sebuah peristiwa yang dirasakan sebagai sebuah kesulitan, kekecewaaan, kemunduran, atau kemalangan, yang akhirnya membantu Anda bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Apa kejadiannya, kapan, di mana, siapa yang terlibat, apa yang membuat Anda memilih merefleksikan peristiwa tersebut, dan bagaimana kejadiannya?
Kejadiannya terjadi saat saya masih menjadi guru honorer di salah satu sekolah swasta di Kota Bandung. Situasi yang saya hadapi ketika itu adalah terdapat konflik dengan rekan kerja satu MGMP. Konflik yang terjadi disebabkan adanya rasa tidak sejalan dengan pola pikir saya. Rekan saya tersebut bersikap egois dengan selalu mementingkan dirinya sendiri. Karena situasi itulah saya melibatkan rekan sesama MGMP yang lainnya agar situasi konflik segera teratasi. Pada saat itu, saya sedang menjalankan program profesi guru. Karena di sekolah saya yang dahulu saya termasuk guru yang berusia masih muda sedangkan rekan saya tersebut sudah senior sehingga ada perasaan cemburu ketika saya lebih dulu memiliki kesempatan untuk mengikuti program profesi guru. Oleh karena adanya konflik tersebut menyebabkan saya menjadi sulit berkomunikasi dengan sesama rekan satu MGMP tersebut. Dengan adanya kejadian tersebut merefleksikan diri saya bahwa saya harus bersikap baik dan ramah dengan siapa saja. Saya harus menerima apapun yang terjadi pada diri saya dengan mensyukuri setiap apa yang Allah berikan untuk saya.
Bagaimana Anda menghadapi krisis tersebut (coping)? Bagaimana Anda dapat bangkit kembali (recovery) dan bertumbuh (growth) dari krisis tersebut?
Hal yang saya lakukan dalam menghadapi krisis tersebut, yaitu saya berusaha untuk tetap ramah terhadap rekan tersebut. Saya berusaha menyapa terlebih dahulu, saya tetap bekerja dengan baik dalam menjalankan tanggung jawab saya. Selain itu, saya juga tetap menjalankan tugas Program Profesi Guru (PPG) dengan baik hingga mendapatkan nilai yang memuaska. Apa yang saya kerjakan tidak terpengaruh oleh sikap rekan saya tersebut. Saya selalu berupaya tetap fokus dengan apa yang sedang saya kerjakan. Saya selalu bersemangat dalam mengembangka apa yang menjadi potensi saya. Saya berusaha tetap merasa nyaman untuk berangkat bekerja apapun yang terjadi saat itu. Selain itu, saya berupaya melakukan mediasi dengan rekan kerja saya tersebut sehingga saya bisa menjalankan tanggung jawab dengan lebih baik lagi. Saya bangkit kembali (recovery) dengan menunjukkan hal-hal positif dari diri saya dan terus bertumbuh (growth) menjadi lebih baik setiap harinya.
Gambarkan diri Anda setelah melewati krisis tersebut. Apa hal terpenting yang telah Anda pelajari dari krisis tersebut? Bagaimana dampak pengelolaan krisis tersebut terhadap diri Anda dalam menjalankan peran sebagai pendidik?
Hal terpenting yang saya pelajari dari krisis tersebut yaitu saya berusaha untuk selalu bangkit dari kejadian-kejadian buruk yang menimpa saya. Saya seringkali dipandang sebelah mata oleh rekan-rekan saya di tempat saya bekerja, hingga saya bertekad untuk membuktikan bahwa saya bisa melakukan yang terbaik. Alhamdulillah banyak hal baik yang saya rasakan ketika saya menjalani segala yang terjadi kepada diri saya dengan penuh keikhlasan. Alhamdulillah dampaknya sangat luar biasa bagi diri saya sebagai seorang pendidik. Saya berusaha untuk selalu berusaha untuk menjadi seseorang yang kuat lahir dan batin sehingga murid-murid saya pun kelak akan menjadi pribadi yang kuat dan hebat.
Sebagai pendidik, Anda tentu pernah bertemu murid yang memiliki pemahaman diri, ketangguhan, atau kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Setujukah Anda bahwa faktor-faktor tersebut membantu ia menjalani proses pembelajaran dengan lebih optimal di sekolah? Jelaskan jawaban Anda dengan bukti atau contoh yang mendukung.
Sangat setuju! Saya melihat murid yang memiliki pemahaman diri, ketangguhan, atau kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain mampu menjalani proses pembelajaran dengan lebih optimal di sekolah dibandingkan dengan murid yang cenderung tidak memiliki rasa kepercayaan diri yang kuat. Saat itu saya menjadi wali kelas VIII yang sempat tidak naik kelas (seharusnya kelas IX, karena satu dan lain hal diputuskan tidak naik kelas). Saya bangga kepada murid saya tersebut, di saat orang tidak bersedia melanjutkan untuk tetap bersekolah di sekolah yang sama. Dia dengan percaya dirinya bangkit kembali untuk tetap menjalankan sekolah di sekolah yang sama. Saya dampingi selalu hingga alhamdulillah lulus dari SMP.
Dari kedua refleksi di atas, apa yang dapat Bapak/Ibu simpulkan tentang hubungan antara kompetensi sosial dan emosional dengan keberhasilan dalam pengelolaan krisis Anda dan pembelajaran murid Anda?
Menurut saya, kompentensi sosial dan emosional adalah dua hal yang saling mendukung untuk mencapai keberhasilan dalam mengelola krisis dan pembelajaran murid. Kompetensi sosial yang baik membuat kita lebih terbuka untuk menyampaikan permasalahan kepada pihak lain untuk mencari jalan keluar terbaik. Demikan pula, pengelolaan emosi yang baik akan dapat mengubah krisis menjadi sarana melakukan refleksi diri demi pembelajaran ke depannya.
Harapan dan Ekspektasi
Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ? Silahkan kemukakan Harapan bagi diri sendiri ?
Harapan saya untuk pembelajaran selanjutnya adalah semoga saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan atau sharing informasi tentang kompetensi sosial emosional untuk lebih menguatkan diri saya sebagai seorang pendidik.
Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ? Silahkan kemukakan Harapan bagi murid-murid Anda ?
Harapan bagi murid-murid saya, murid saya dapat memperoleh ilmu yang luas terkait bagaimana pengelolaan sosial emosional dan saya mampu menerapkan pembelajaran sosial emosional dengan maksimal di kelas.
Silahkan tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang masih Anda miliki terkait dengan praktik pembelajaran sosial dan emosional pada kolom dibawah ini!
Bagaimana strategi efektif penerapan PSE yang terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi?
1. Facts (Peristiwa)
Pada modul 2.2 ini saya mulai mempelajari materi mengenai Pembelajaran Sosial dan Emosional. Sesuai tahapan MERDEKA yang dilaksanakan, pembelajaran Modul 2.2 ini dimulai dengan mulai dari diri, pada modul ini saya disuguhi materi dan video yang ada di LMS serta diberikan beberapa pertanyaan tentang pengalaman yang pernah saya alami yang berhubungan dengan tugas saya sebagai pendidik yang berkaitan dengan sosial dan emosional. Bagaimana saya menghadapi krisis tersebut, bagaimana saya bisa bangkit dari krisis tersebut, serta apa yang saya pelajari dari krisis tersebut. Kemudian masuk ke bagian eksplorasi konsep yang berisi materi-materi tentang Kompetensi Sosial Emosional, Pembelajarannya serta Implementasinya di sekolah. Selain itu juga diselingi dengan tugas-tugas yang berisi refleksi dari tiap-tiap materi yang telah saya pelajari. Tujuan dari materi Pembelajaran Sosial Emosional adalah memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi (kesadaran diri); menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri); merasakan dan menunjukan empati kepada orang lain (kesadaran sosial); dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.
2. Feelings (Perasaan):
Setelah mempelajari modul 2.2 saya sangat bersyukur mendapat ilmu baru yang sangat luar biasa berpengaruh terhadap eksistensi saya menjalani profesi sebagai guru. Modul ini memberikan saya banyak ilmu mengenai Pembelajaran Sosial dan Emosional. Di modul ini, saya mendapatkan hal yang luar biasa terkait ilmu-ilmu baru yang memacu saya lebih bersemangat dalam mengimplementasikan semua yang saya dapatkan. forum diskusi selama sesi ruang kolaborasi membuat saya semakin paham mengenai penguasaan emosi dari pembelajaran sosial dan emosional ini. Saya harap dengan mempelajari ini, saya akan mampu mengontrol setiap emosi dalam diri saya yang tentunya berdampak kepada orang lain serta memberikan contoh kepada rekan sejawat lainnya.
3. Findings (Pembelajaran):
Pembelajaran bermakna yang saya peroleh setelah mempelajari modul 2.2 adalah bahwa mengenali emosi diri sebelum melakukan setiap tindakan itu harus, agar tindakan tersebut tidak berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain mengenali emosi diri, kita juga dituntut untuk mampu mengelola emosi tersebut agar kita kembali ke keadaan semula yaitu dalam keadaan yang bahagia. Selain itu, banyak lagi ilmu yang saya dapatkan di modul ini seperti kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Semua materi tersebut bertujuan untuk menciptakan hubungan yang baik dan positif dengan sesama rekan kerja, dengan murid maupun dengan masyarakat disekitar kita.
4. Future (Penerapan):
Dari pendalaman materi PSE pada modul 2.2 ini saya berencana untuk menerapkannya terlebih dahulu dalam lingkup kelas saya di sekolah seperti melakukan teknik kesadaran penuh sebelum memulai pembelajaran dengan teknik STOP, kemudian juga mengintegrasikan kompetensi tersebut dalam pembelajaran saya seperti menerapkan kompetensi kesadaran sosial dalam perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan, kemudian menerapkan keterampilan berelasi pada saat melakukan refleksi ataupun memberikan umpan balik terhadap hasil kerja teman maupun penjelasan guru dengan menggunakan kata-kata yang positif dan mudah dimengerti.