Sebagai CSR & Community Development Consultant, saya bertanggung jawab dalam perancangan program strategis yang dapat diterapkan oleh perusahaan dan menjadi program unggulan CSR mereka. Peran ini mencakup analisis mendalam terhadap kebutuhan masyarakat di sekitar tambang, penyusunan strategi berbasis data, serta koordinasi dengan tim internal perusahaan dan pemangku kepentingan lokal untuk memastikan keberlanjutan program.
Saya tergabung dalam proyek pembaruan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT Bharito Ekatama (BEK) di Kalimantan Timur serta penyesuaian dokumen RIPPM di Kalimantan Tengah. Proses ini mencakup serangkaian tahapan, mulai dari persiapan dan review dokumen, studi lapangan dan konsultasi publik, analisis data, hingga penyusunan laporan serta korespondensi dengan Kementerian ESDM.
Untuk memastikan perancanagan program CSR sesuai kebutuhan, saya melakukan langkah-langkah strategis berikut ini.
Desk Research. Menganalisis dokumen terkait RIPPM perusahaan, meninjau program CSR sebelumnya, memahami anggaran, serta mengevaluasi lokasi dan aktivitas yang telah dijalankan.
Field Study. Melakukan observasi langsung di enam kampung lingkar tambang (Ring 1) untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, dan peluang. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis lima aset dan delapan pilar RIPPM, social mapping, serta wawancara mendalam atau FGD (forum group discussion) dengan tokoh kunci dan stakeholder yang merepresentasikan masyarakat.
Analisis dan Perancangan Strategi. Mengolah hasil temuan dari studi lapangan dan menyusun program yang tepat, termasuk menentukan nama program, tujuan, target, serta perencanaan anggaran yang realistis.
Penyusunan Laporan dan Koordinasi. Menyusun dokumen laporan akhir dan berkoordinasi dengan tim CSR perusahaan untuk finalisasi strategi dan implementasi program.
Keberagaman Masyarakat – Perbedaan budaya, bahasa, dan tingkat literasi membuat beberapa peserta kurang nyaman dalam menyampaikan pendapat saat wawancara dan FGD. Untuk mengatasinya, saya membangun kedekatan terlebih dahulu melalui percakapan informal sebelum sesi resmi dan menyesuaikan metode pengambilan data dengan menggunakan perumpamaan atau contoh konkret agar lebih mudah dipahami. harus disesuaikan.
Aksesibilitas dan Kondisi Lapangan – Beberapa lokasi tambang berada di daerah terpencil tanpa akses sinyal dan infrastruktur memadai. Merespon hal ini, saya memastikan jadwal perjalanan disusun jauh-jauh hari dan berkoordinasi intensif dengan pihak perusahaan agar dapat dikawal atau ditemani saat mengunjungi lokasi yang sulit dijangkau.
Efektivitas Program – Beberapa program tidak berjalan optimal karena kurangnya keselarasan dengan kebutuhan masyarakat. Saya pun mengatisipasinya dengan menggali perspektif langsung dari manajer CSR dan officer lapangan melalui wawancara mendalam, lalu mengonfirmasi temuan tersebut saat berada di lokasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif sebelum merancang strategi baru.
Mampu merancang lebih dari 50 program berbasis kebutuhan yang diusulkan dalam dokumen RIPPM perusahaan.
Program yang dirancang dapat digunakan untuk lima tahun ke depan dan berfokus pada keberlanjutan serta pengembangan masyarakat secara maksimal.
Dalam perancangan program CSR yang berkelanjutan, riset mendalam menjadi kunci utama. Setiap keputusan harus berbasis fakta dan data, bukan hanya sekadar memenuhi regulasi atau ekspektasi perusahaan. Memahami kebutuhan masyarakat secara langsung memungkinkan kita untuk menggali potensi yang ada secara lebih maksimal dan memastikan bahwa program yang dibuat benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Selain itu, keberlanjutan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang matang, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapannya. Ketika masyarakat merasa memiliki program tersebut, keberlanjutan akan lebih terjamin. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih partisipatif dan kolaboratif sangat diperlukan agar program dapat berkembang seiring waktu dan benar-benar menjadi solusi bagi tantangan sosial di sekitar wilayah tambang.