Ploso dikenal juga dengan sebutan Plasa atau Pelasa. Bunga pohon ploso yang berwarna jingga kemerahan membuatnya mendapat julukan “flame of forest.” Pohon ini tersebar di wilayah Asia Tenggara, India, dan Indonesia. Saat ini pohon ploso berstatus Near Threatened atau tanaman yang mulai langka.
🧬 Taksonomi
Nama Ilmiah : Butea monosperma
Famili : Fabaceae
Asal : Asia Selatan dan Tenggara
🌿 Deskripsi Botani
🌳Pohon
Kulit batang berwarna putih kotor, dengan kayu lunak. Dapat tumbuh hingga ketinggian 20 meter.
🍃Daun
Daun menyirip, relatif kecil, berbentuk bulat telur dengan tangkai daun sepanjang 8-16 cm.
🌸Bunga
Berwarna jingga kemerahan terang, dan bergerombol. Bentuk bunga menyerupai paruh burung.
🍂Buah
Buah berbentuk polong, panjang 15-20 cm, berwarna kecoklatan dengan biji pipih di dalamnya.
🌱Akar
Memiliki akar tunjang yang kuat.
🔹Iklim
Tumbuh baik di iklim tropis dan subtropic.
🔹Ketinggian
Tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.000 mdpl.
🔹Tanah
Tumbuh subur di tanah dengan kandungan organik yang cukup, tapi mampu bertahan hidup di tanah yang kurang subur terutama di musim kemarau.
🌿Pengobatan Tradisional
Biji buahnya memiliki efek antelmintika, bakterisida, dan fungisida, bermanfaat untuk mengatasi cacingan.
Bunganya dipercaya bermanfaat bagi kesehatan hati jika diolah menjadi teh.
🌍Ekologi
Dimanfaatkan oleh petani untuk mengurangi erosi tanah.
👢Penyamakan Kulit
Kulit kayu mengandung tanin yang digunakan dalam proses penyamakan kulit.
🔥Bahan Bakar
Batang pohon ploso cocok dijadikan kayu bakar.
🎨Perwarna Kain
Bunga pohon ploso digunakan sebagai pewarna untuk sutra atau kapas di India.
🌱Perbanyakan
Melalui biji dan cangkok. Petani biasanya memilih teknik cangkok untuk mendapatkan ukuran tanaman yang diinginkan, meskipun persemaian biji memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.
🌞Penanaman
Tanam di area yang mendapatkan cahaya matahari cukup dan tanah gembur (kompos dapat ditambahkan sebelum penanaman).
Teknik penyemaian biji: Rendam biji selama 24 jam, tanam di lubang kedalaman 2-3 cm, beri jarak 3-5 meter antar tanaman.
Teknik stek: Potong cabang yang sehat dan tanam di tanah yang telah disiapkan.
🌾Pemeliharaan
Pangkas cabang yang kering atau rusak.
Berikan pupuk secara berkala (3-4 bulan sekali).
Sirami secara teratur, terutama pada masa awal pertumbuhan.
🌵 Dapat tumbuh di tanah yang kering.
🌱 Cocok untuk kegiatan reboisasi.
🌸 Bunganya yang cantik menambah nilai estetika.
🐢 Pertumbuhan lambat.
🦠 Rentan terhadap hama dan penyakit.
🌳 Memerlukan ruang tumbuh yang luas.
🛠️ Kayu tidak cukup kuat untuk bahan konstruksi berat.