Tahap Empathize adalah proses memahami kondisi, kebutuhan, dan permasalahan yang menjadi dasar dalam pengembangan suatu produk. Pada tahap ini, kami mengamati potensi bahan pangan yang tersedia di sekitar serta permasalahan yang dapat muncul dalam pemanfaatannya.
Pemahaman Masalah : Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan yang mudah ditemukan dan banyak dibudidayakan di lingkungan sekitar. Ikan nila memiliki kandungan protein yang baik dan dapat diolah menjadi berbagai macam produk pangan. Namun, ikan nila dalam keadaan segar memiliki daya simpan yang relatif terbatas. Apabila tidak segera diolah atau disimpan dengan tepat, kualitas ikan dapat menurun sehingga berpotensi menyebabkan pemborosan bahan pangan. Selain itu, pengolahan ikan nila masih dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih praktis, memiliki cita rasa khas, dan memberikan nilai tambah. Hal tersebut mendorong kami untuk mencari cara agar ikan nila sebagai potensi pangan lokal dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dengan tetap memperhatikan lingkungan.
Kebutuhan : Berdasarkan pengamatan tersebut, kami merasa perlu mengembangkan produk olahan ikan yang dapat meningkatkan nilai guna ikan nila, memiliki daya simpan yang lebih baik, serta menarik untuk dikonsumsi. Produk tersebut juga diharapkan menerapkan prinsip Adiwiyata melalui penggunaan bahan secara bijak, pemanfaatan sumber daya secara optimal, dan upaya mengurangi limbah selama proses pengolahan.
Tahap Define merupakan proses merumuskan masalah utama berdasarkan hasil pengamatan pada tahap Empathize. Informasi yang telah dikumpulkan kemudian digunakan untuk menentukan permasalahan yang perlu diselesaikan melalui proyek.
Berdasarkan hasil pengamatan, kami menyimpulkan bahwa permasalahan yang dihadapi bukan hanya mengenai daya simpan ikan nila yang terbatas, tetapi juga bagaimana potensi ikan nila sebagai bahan pangan lokal dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai. Ikan nila yang hanya dikonsumsi dalam keadaan segar memiliki keterbatasan dalam penyimpanan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pengolahan yang dapat memperpanjang masa simpan sekaligus menghasilkan produk dengan cita rasa yang menarik.
Masalah Utama: Masalah utama yang kami identifikasi adalah belum optimalnya pemanfaatan ikan nila sebagai potensi pangan lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih baik, dan tetap memperhatikan prinsip Adiwiyata. Permasalahan tersebut berkaitan dengan keterbatasan daya simpan ikan segar, kebutuhan akan inovasi produk pangan, serta pentingnya menggunakan bahan dan sumber daya secara bertanggung jawab agar limbah dapat diminimalkan.
Dampak yang Terlihat:
Ikan segar memiliki risiko lebih cepat mengalami penurunan kualitas apabila tidak segera diolah.
Potensi ikan nila sebagai bahan pangan lokal belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi produk inovatif.
Pengolahan yang tidak memperhatikan penggunaan bahan dan pengelolaan sisa dapat meningkatkan potensi limbah.
Diperlukan produk pangan yang tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan.
Tahap Ideate merupakan proses menghasilkan berbagai gagasan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang telah ditentukan. Pada tahap ini, kami mulai mencari inovasi yang dapat mengolah ikan nila menjadi produk yang lebih praktis, menarik, dan memiliki nilai tambah.
Setelah memahami permasalahan mengenai daya simpan ikan nila dan pemanfaatan potensi pangan lokal, kami mencari cara untuk mengolah ikan nila menjadi produk yang berbeda dari olahan ikan pada umumnya. Kami kemudian memilih konsep dendeng ikan nila berbumbu rempah karena proses pengeringan pada pembuatan dendeng dapat membantu mengurangi kadar air pada bahan, sementara penggunaan berbagai rempah dapat memberikan cita rasa dan aroma yang khas.
Ide : mengembangkan NILARA (Inovasi Dendeng Ikan Nila Berbumbu Rempah Berbasis Potensi Lokal) sebagai inovasi pangan yang memanfaatkan ikan nila sebagai bahan utama dan rempah-rempah sebagai pemberi cita rasa.
Konsep : NILARA adalah Ikan nila → diolah → dibumbui dengan rempah → dikeringkan → menjadi dendeng ikan nila. Selain menghasilkan produk pangan, NILARA dirancang dengan memperhatikan prinsip Adiwiyata melalui pemanfaatan bahan secara optimal, penggunaan sumber daya secara bijak, serta upaya meminimalkan sisa dan limbah selama proses produksi.
Solusi : melalui NILARA kami bermaksud ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal yang sederhana dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai. Pengolahan ikan nila menjadi dendeng diharapkan dapat menghasilkan produk yang lezat, praktis, memiliki daya simpan yang lebih baik, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Tahap Prototype adalah proses mengubah ide menjadi bentuk nyata dalam versi awal atau sederhana agar dapat dilihat dan dikembangkan sebelum menghasilkan produk akhir.
Pada tahap ini, kami mulai merancang NILARA sebagai produk dendeng ikan nila berbumbu rempah yang memanfaatkan bahan pangan lokal.
Rancangan Produk:
Nama produk : NILARA
Kepanjangan : Inovasi Dendeng Ikan Nila Berbumbu Rempah Berbasis Potensi Lokal
Bahan utama : Ikan nila
Bahan pendukung : Rempah-rempah dan bahan pelengkap lainnya
Produk akhir : Dendeng ikan nila berbumbu rempah
Rencana Proses :
Ikan nila
Dibersihkan dan dipersiapkan
Dibumbui dengan rempah-rempah
Dikeringkan
Dikemas secara praktis dan meminimalkan limbah
NILARA
Target Produk` :
NILARA dirancang agar menghasilkan dendeng ikan nila yang
Memiliki rasa dan aroma rempah yang khas.
Memiliki tekstur yang sesuai sebagai produk dendeng.
Memanfaatkan ikan nila sebagai potensi pangan lokal.
Memiliki daya simpan yang lebih baik dibandingkan ikan segar.
Menggunakan bahan secara optimal.
Memperhatikan pengurangan limbah dalam proses pengolahan.
Memiliki biaya produksi yang efisien.
Prototype ini nantinya menjadi dasar untuk melakukan pengujian dan perbaikan sebelum NILARA dikembangkan menjadi produk akhir.
Tahap Test merupakan proses menguji prototype yang telah dibuat untuk mengetahui apakah produk yang dikembangkan telah sesuai dengan kebutuhan dan tujuan awal. Hasil pengujian dapat digunakan untuk menemukan kekurangan serta melakukan perbaikan terhadap produk.
Saat ini belum memasuki tahap uji coba namun, setelah prototype NILARA berhasil dibuat kami akan melakukan uji coba secara terbatas kepada warga sekolah untuk memperoleh tanggapan mengenai produk yang dihasilkan.
Proses Pengujian : Pengujian akan dilakukan dengan memberikan sampel NILARA kepada beberapa responden untuk memperoleh penilaian terhadap karakteristik produk.
Beberapa aspek yang akan diuji meliputi :
Rasa: Apakah perpaduan bumbu rempah dan ikan nila menghasilkan rasa yang sesuai?
Aroma: Apakah aroma rempah dan ikan dapat diterima dengan baik?
Tekstur: Apakah tekstur dendeng sudah sesuai dan nyaman untuk dikonsumsi?
Tampilan: Apakah warna dan bentuk produk terlihat menarik?
Kemasan: Apakah kemasan praktis, menarik, dan sesuai dengan konsep pengurangan limbah?
Biaya produksi: Apakah produk dapat dibuat dengan biaya yang efisien tanpa mengurangi kualitas?
Hasil dan Evaluasi : Hasil pengujian akan digunakan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan NILARA. Masukan dari responden dapat menjadi dasar untuk memperbaiki rasa, aroma, tekstur, tampilan, maupun kemasan produk. Apabila terdapat bagian yang belum sesuai, kami akan melakukan perbaikan pada komposisi bumbu, proses pengeringan, bentuk produk, maupun desain kemasan.
Kesimpulan : Melalui tahap Test, kami dapat mengetahui sejauh mana NILARA mampu memenuhi tujuan awal proyek, yaitu menghasilkan inovasi dendeng ikan nila yang memiliki cita rasa menarik, nilai tambah, dan daya simpan yang lebih baik, sekaligus menerapkan prinsip Adiwiyata melalui pemanfaatan potensi lokal, penggunaan sumber daya secara optimal, dan upaya mengurangi limbah.