Implementasi Program PJAS Aman di SMA Negeri 1 Slawi:
Menguatkan Sistem, Menjaga Kesehatan, dan Menumbuhkan Kesadaran
Sebagai sekolah berbranding PJAS (Pangan Jajanan Anak Sekolah) Aman, SMA Negeri 1 Slawi tidak hanya membangun komitmen, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam implementasi nyata yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini menjadi bukti keseriusan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Berikut merupakan bentuk implementasi Program PJAS Aman di SMA Negeri 1 Slawi:
1. Penguatan Sistem Pengelolaan Kantin Sehat
Implementasi dimulai dari penguatan tata kelola kantin dengan standar keamanan pangan:
Penerapan Higiene Sanitasi Kantin sesuai ketentuan BPOM dan Kemenkes RI.
Pemeriksaan kebersihan alat, meja, ruang penyajian, serta tempat penyimpanan makanan.
Penggunaan bahan pangan yang aman, bergizi, dan terjamin mutunya.
Penjamah makanan wajib memperhatikan personal hygiene seperti penggunaan celemek, penutup kepala, sarung tangan, serta pemeriksaan kesehatan berkala.
2. Pendampingan dan Supervisi Berkelanjutan
Program PJAS Aman dilaksanakan dengan pendampingan intensif dari berbagai lembaga:
Sanitarian/Nutrisionis Puskesmas Slawi dalam pembinaan higiene sanitasi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dalam penguatan kebijakan dan pengawasan kesehatan lingkungan sekolah.
Balai Besar POM Semarang melalui bimbingan teknis, evaluasi program, serta pembinaan berstandar nasional.
Kolaborasi ini memastikan implementasi tidak sekadar berjalan, tetapi memenuhi standar yang berlaku.
3. Edukasi dan Literasi Keamanan Pangan bagi Warga Sekolah
Implementasi program juga menyasar pada pembentukan pemahaman warga sekolah:
Sosialisasi rutin mengenai jajanan aman, bergizi, dan sehat.
Penyuluhan tentang bahaya bahan pangan berbahaya seperti boraks, formalin, pewarna tekstil, serta makanan kadaluarsa.
Integrasi materi dalam kegiatan pembelajaran, projek sekolah, serta kegiatan kesiswaan.
Dengan demikian, semua warga sekolah tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pengambil keputusan cerdas dalam memilih pangan.
4. Pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Program PJAS Aman diimplementasikan berdampingan dengan Gerakan PHBS:
Pembiasaan cuci tangan sebelum makan.
Penyediaan sarana kebersihan seperti wastafel dan sabun.
Membiasakan murid membawa bekal sehat dan air minum aman.
Langkah ini memperkuat perilaku sehat yang terinternalisasi dalam keseharian murid.
5. Monitoring, Evaluasi, dan Tindak Lanjut Rutin
Untuk menjaga kualitas program, sekolah menerapkan:
Monitoring berkala terhadap kantin dan jajanan yang dijual.
Penilaian kepatuhan standar keamanan pangan.
Perbaikan dan tindak lanjut terhadap temuan lapangan.
Evaluasi rutin ini memastikan program berjalan secara berkesinambungan dan tidak mengalami penurunan kualitas.
6. Menciptakan Iklim Sekolah Sehat dan Aman
Implementasi PJAS Aman berdampak luas pada terciptanya:
Lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Budaya sekolah yang peduli pada kesehatan peserta didik.
Teladan bagi sekolah lain dalam penerapan kantin sehat dan keamanan pangan.
Dengan implementasi yang komprehensif ini, SMA Negeri 1 Slawi berhasil membuktikan bahwa PJAS Aman bukan sekadar program formalitas, tetapi sistem yang nyata, terkelola, dan membangun kebiasaan hidup sehat bagi seluruh warga sekolah. Program ini menjadi pondasi penting dalam mewujudkan sekolah sehat, peserta didik yang kuat, dan generasi cerdas yang siap menyongsong masa depan.