Aktualisasi Program PJAS Aman di SMA Negeri 1 Slawi: Dari Komitmen Menjadi Budaya Sekolah Sehat
Keberhasilan SMA Negeri 1 Slawi dalam meraih berbagai penghargaan terkait PJAS Aman bukanlah hasil yang datang begitu saja. Prestasi tersebut merupakan buah dari serangkaian langkah nyata yang terus diwujudkan secara konsisten dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Aktualisasi program PJAS Aman tidak hanya berhenti pada label dan sertifikat, tetapi benar-benar menjadi budaya, sistem, dan kebiasaan sehat yang tertanam kuat pada seluruh warga sekolah.
1. Penerapan Standar Higiene dan Sanitasi Kantin
Aktualisasi pertama terlihat jelas pada pengelolaan kantin sekolah. Setiap pengelola kantin wajib menerapkan standar kebersihan yang ketat, mulai dari kebersihan tempat, peralatan, hingga personal hygiene penjamah makanan. Bahan pangan yang digunakan dipastikan aman, bebas dari bahan berbahaya, serta dikelola dengan penyimpanan dan pengolahan yang sesuai standar keamanan pangan. Proses ini tidak hanya diawasi oleh pihak sekolah, tetapi juga mendapatkan pendampingan dari Sanitarian/Nutrisionis Puskesmas Slawi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dan Balai Besar POM Semarang.
Link Kantin Sehat : https://drive.google.com/drive/folders/10M2Bca6HvofGADtTgZNvzN5opa9Pc0gq?usp=sharing
2. Edukasi Berkelanjutan bagi Peserta Didik dan Warga Sekolah
Program PJAS Aman juga diaktualisasikan melalui edukasi yang diberikan secara berkelanjutan. Murid dibekali pengetahuan tentang makanan sehat, cara memilih jajanan yang aman, serta bahaya bahan pangan yang tidak memenuhi standar. Edukasi ini dilakukan melalui sosialisasi, poster edukatif, pembelajaran tematik, hingga integrasi dalam kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler, serta Ekstrakurikuler. Dengan demikian, murid dan seluruh warga sekolah tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi agen perubahan yang peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
Lik Lomba PJAS Tingkat Nasional :
https://drive.google.com/drive/folders/1nEOet0RFeC-apOGw_zjUZGOgG7A9B5L6?usp=sharing
3. Monitoring, Evaluasi, dan Pembiasaan
Aktualisasi program terlihat kuat pada sistem monitoring dan evaluasi yang rutin dilakukan. Sekolah secara berkala melakukan pengecekan kualitas kantin, kebersihan lingkungan makanan, serta kepatuhan terhadap standar PJAS Aman. Hasil monitoring ( Rapor Kantin ) dijadikan dasar perbaikan berkelanjutan, sehingga standar yang telah dicapai tidak menurun, bahkan terus meningkat. Pembiasaan hidup sehat pun ditanamkan melalui gerakan memilih jajanan sehat, membudayakan air minum aman, dan mengurangi konsumsi makanan yang tidak bergizi.
4. Kolaborasi dan Sinergi dengan Lembaga Kesehatan
SMA Negeri 1 Slawi terus mempertahankan kemitraan strategis dengan lembaga kesehatan. Pendampingan dari Balai Besar POM Semarang, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas bukan hanya pada tahap awal intervensi, tetapi berlanjut pada pendampingan, peningkatan kapasitas, dan penguatan regulasi sekolah. Sinergi ini menjadikan program PJAS Aman tidak hanya proyek sementara, tetapi sebuah sistem yang kuat dan berkesinambungan.
5. Dampak Nyata bagi Kesehatan dan Karakter Peserta Didik
Aktualisasi program PJAS Aman memberikan dampak positif yang nyata. Lingkungan sekolah menjadi lebih sehat, semua warga sekolah terbiasa memilih makanan yang aman dan bergizi, serta semakin tumbuh kesadaran hidup bersih dan sehat. Lebih dari itu, program ini turut membentuk karakter warga sekolah agar bertanggung jawab terhadap kesehatan diri, disiplin, peduli lingkungan, dan cerdas dalam mengambil keputusan.
Dengan segala bentuk aktualisasi ini, SMA Negeri 1 Slawi telah membuktikan bahwa program PJAS Aman bukan hanya simbol prestasi, melainkan wujud nyata komitmen sekolah dalam menjamin kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh warga sekolah. Ke depan, sekolah akan terus menguatkan program ini sebagai bagian dari budaya sekolah sehat yang berkelanjutan serta inspirasi bagi sekolah lain di Indonesia.Â