Perjalanan Menuju Penyengat
Untuk mencapai Pulau Penyengat, dari mana pun kamu berangkat, tujuan pertamamu adalah Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Kota ini dapat dicapai melalui jalur laut pelabuhan.
Dari pusat kota Tanjungpinang, arahkan langkahmu menuju Dermaga Sri Bintan Pura, yang menjadi titik keberangkatan menuju Pulau Penyengat. Dari dermaga inilah kamu akan memulai perjalanan singkat melintasi laut biru menuju pulau yang sarat sejarah ini.
Transportasi yang digunakan adalah perahu pompong, sejenis perahu kayu tradisional khas nelayan Melayu. Pompong ini biasanya berkapasitas sekitar 10–15 orang penumpang. Walaupun sederhana, perjalanan ini terasa sangat khas — deru mesin perahu, tiupan angin laut, dan pemandangan ombak kecil yang berkilau di bawah sinar matahari menciptakan suasana tenang sekaligus menakjubkan.
Perjalanan dari dermaga menuju Pulau Penyengat hanya memakan waktu sekitar 10–15 menit saja.
Namun jangan khawatir, waktu singkat itu tak akan terasa membosankan. Di sepanjang perjalanan kamu bisa menikmati panorama laut Tanjungpinang, melihat kapal nelayan melintas, serta siluet megah Masjid Sultan Riau yang mulai tampak dari kejauhan — bangunan ikonik berwarna kuning cerah yang seolah menyambut kedatanganmu.
Untuk tarifnya, kamu cukup membayar Rp 9.000 per orang untuk satu kali jalan.
Kalau datang bersama rombongan dan tidak ingin menunggu pompong umum, kamu juga bisa menyewa satu perahu penuh, dengan tarif yang sedikit lebih tinggi namun lebih fleksibel waktunya.
Sesampainya di Dermaga Pulau Penyengat, kamu akan disambut suasana khas kampung Melayu yang tenang dan ramah. Dari dermaga, terdapat lorong kecil yang akan membawamu menuju pintu utama pulau — bisa kamu nikmati dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana sekitar.
Namun, jika kamu tidak terbiasa berjalan jauh, tenang saja. Di Pulau Penyengat tersedia bentor (becak bermotor) yang siap mengantar ke berbagai tempat menarik di pulau ini, seperti Masjid Sultan Riau, Istana Kantor Raja, dan makam-makam bersejarah. Tarifnya cukup bersahabat, berkisar antara Rp 30.000 – Rp 50.000 tergantung jarak dan tujuan.
Selain keindahan dan nilai sejarahnya, Pulau Penyengat juga menyimpan mitos yang cukup terkenal di kalangan warga lokal.
Konon katanya, siapa pun yang datang ke Pulau Penyengat bersama pasangan yang belum halal, hubungannya bisa kandas setelah pulang dari sini.
Tapi jangan khawatir — ini hanya mitos turun-temurun masyarakat setempat yang menambah warna cerita pulau ini. Tak ada larangan resmi atau aturan tertulis tentang hal tersebut.
Percaya atau tidak, semua kembali pada diri masing-masing.
Jadi, nikmatilah sensasi menyusuri laut biru Tanjungpinang dengan perahu pompong menuju Pulau Penyengat — sebuah perjalanan singkat, namun penuh pesona, yang akan mengantarkan kamu ke pulau yang menjadi saksi kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga.
Begitu tiba, kamu bukan hanya menginjakkan kaki di tanah sejarah, tapi juga melangkah ke masa lalu yang hidup hingga kini.