Kedatangan Jepang ke Indonesia membawa berbagai perubahan. Setelah adanya penandatanganan Perjanjian Kalijati antara Belanda dengan Jepang, berbagai kebijakan sudah dibuat dan dirubah oleh Jepang guna mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia. Begitu pula dalam kegiatan-kegiatan di masyarakatan. Selama masa pendudukan Jepang muncul berbagai organisasi, baik yang muncul karena dibentuk oleh Jepang sendiri maupun organisasi yang muncul sendiri yang dibuat oleh masyarakat Indonesia.
Terbentuknya organisasi tersebut tidak lepas dari posisi Jepang yang sedang berperang dengan pihak sekutu. Jepang membuat kebijakan dan organisasi yang bermanfaat bagi Jepang dalam menghadapi perang melawan sekutu. Oleh karena itu, pada masa pemerintahan Jepang banyak bermunculan organisasi yang bersifat semi-militer maupun militer. Hal ini bertujuan supaya Jepang mendapatkan tambahan dukungan pasukan dari masyarakat Indonesia. Namun di sisi lain, masyarakat yang memiliki simpati dan kesamaan visi dengan Jepang (tidak suka orang barat) secara sukarela membuat organisasi yang bersifat sosial kemasyarakat untuk mendukung/mendapatkan dukungan masyarakat Indonesia terhadap Jepang. Secara umum, organisasi-organisasi tersebut diklasifikasikan kedalam 3 jenis, yaitu organisasi yang bersifat sosial kemasyarakatan, organisasi yang bersifat semi-militer, dan organisasi yang bersifat militer. Lalu apa saja organisasi-organisasi yang muncul pada masa pemerintahan Jepang?
Gerakan 3A
Putera (Pusat Tenaga Rakyat)
MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia)
Jawa Hokokai