1.000 Rupiah Emisi Tahun 2000
Uang pecahan 1.000 rupiah emisi tahun 2000 menampilkan gambar Kapitan Pattimura pada bagian depan sebagai simbol perjuangan rakyat Maluku melawan penjajahan. Sementara itu, pada bagian belakang terdapat gambar Pulau Maitara dan Tidore yang menggambarkan keindahan alam Indonesia. Uang ini dicetak oleh Perum Peruri dan memiliki pengaman berupa tanda air Tjut Njak Dhien serta benang pengaman untuk mencegah pemalsuan. Nomor seri pada uang ini terdiri atas tiga huruf dan enam angka yang berfungsi sebagai tanda identitas khusus pada setiap lembar uang.
5.000 Rupiah Emisi Tahun 2001
Uang kertas pecahan 5.000 rupiah emisi tahun 2001 menampilkan gambar Tuanku Imam Bonjol pada bagian depan sebagai penghormatan atas perjuangannya melawan penjajahan. Pada bagian belakang terdapat gambar pengrajin tenun Pandai Sikek dari Sumatera Barat yang menggambarkan budaya dan kerajinan tradisional Indonesia. Uang ini dicetak oleh Perum Peruri serta dilengkapi tanda air Tjut Njak Dhien dan benang pengaman sebagai unsur keamanan. Nomor seri pada uang ini terdiri atas tiga huruf dan enam angka.
20.000 Rupiah Emisi Tahun 2004
Uang kertas pecahan 20.000 rupiah emisi tahun 2004 menampilkan gambar Oto Iskandar di Nata pada bagian depan sebagai bentuk penghormatan atas jasa perjuangannya bagi bangsa Indonesia. Pada bagian belakang terdapat gambar pemetik teh di Jawa Barat yang menggambarkan aktivitas perkebunan dan mata pencaharian masyarakat Indonesia. Uang ini dicetak oleh Perum Peruri dan dilengkapi unsur pengaman berupa tanda air Oto Iskandar di Nata, tinta logo BI yang dapat berubah warna, serta benang pengaman. Nomor seri pada uang ini terdiri atas tiga huruf dan enam angka.
10.000 Rupiah Emisi Tahun 2005
Uang kertas pecahan 10.000 rupiah emisi tahun 2005 menampilkan gambar Sultan Mahmud Badaruddin II pada bagian depan sebagai penghormatan atas perjuangannya melawan penjajahan. Pada bagian belakang terdapat gambar Rumah Limas, rumah adat khas Sumatera Selatan yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Uang ini dicetak oleh Perum Peruri dan dilengkapi unsur pengaman berupa tanda air Sultan Mahmud Badaruddin II, tinta logo BI yang dapat berubah warna, serta benang pengaman. Nomor seri pada uang ini terdiri atas tiga huruf dan enam angka.
2.000 Rupiah Emisi Tahun 2009
Uang kertas pecahan 2.000 rupiah emisi tahun 2009 menampilkan gambar Pangeran Antasari pada bagian depan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya melawan penjajahan. Pada bagian belakang terdapat gambar tarian adat Dayak yang menggambarkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Kalimantan. Uang ini dicetak oleh Perum Peruri serta dilengkapi unsur pengaman berupa tanda air Pangeran Antasari, tinta logo BI yang dapat berubah warna, dan benang pengaman. Nomor seri pada uang ini terdiri atas tiga huruf dan enam angka.