100 Rupiah Emisi 1992
Uang pecahan Rp100 tahun 1992 menampilkan gambar perahu pinisi pada bagian depan sebagai simbol budaya maritim Indonesia. Bagian belakang memperlihatkan Anak Gunung Krakatau yang merepresentasikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Uang ini ditandatangani oleh Prof. Dr. A. Mooy dan Drs. Sujitno Siswowidagdo serta dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia pada periode 1992–1996. Unsur pengamannya menggunakan tanda air Ki Hajar Dewantara dengan nomor seri tiga huruf dan enam angka.
50.000 Rupiah Polymer Emisi 1993
Pecahan Rp50.000 polymer tahun 1993 merupakan penerbitan khusus yang menggunakan bahan plastik sebagai inovasi teknologi pengamanan uang. Desain visualnya menampilkan gambar Soeharto dan sektor pembangunan pada bagian depan, sedangkan bagian belakang memperlihatkan pesawat Garuda Indonesia lepas landas. Uang ini ditandatangani oleh Prof. Dr. A. Mooy dan Hasudungan Tampubolon serta dicetak oleh North Printing Australia. Sistem pengamannya menggunakan hologram Soeharto dengan nomor seri berupa kombinasi tiga huruf dan enam angka.
20.000 Rupiah Emisi 1995
Uang pecahan Rp20.000 tahun 1995 menampilkan gambar burung cendrawasih merah pada bagian depan serta ilustrasi bunga cengkeh dan peta Indonesia pada sisi belakang. Desain tersebut sama seperti emisi tahun 1992, namun dilengkapi pembaruan pada unsur pengamanan. Uang ini ditandatangani oleh Dr. Djiwandono dan Dr. Boediono serta dicetak oleh Perum Peruri pada periode 1995–1996. Fitur pengamannya menggunakan tanda air Ki Hajar Dewantara dan tambahan benang pengaman berwarna perak dengan nomor seri tiga huruf dan enam angka.
10.000 Rupiah Emisi Tahun 1998
Uang kertas pecahan 10.000 rupiah emisi tahun 1998 diterbitkan oleh Bank Indonesia dengan menampilkan Tjut Njak Dhien pada bagian depan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangannya melawan penjajahan Belanda. Pada bagian belakang terdapat gambar Danau Segara Anak di kawasan Gunung Rinjani yang menggambarkan kekayaan alam Indonesia. Uang ini dicetak oleh Perum Peruri dan dilengkapi unsur pengaman berupa tanda air W.R. Soepratman serta benang pengaman untuk mencegah pemalsuan. Selain itu, uang ini memiliki nomor seri tiga huruf dan enam angka serta ditandatangani oleh Drs. J. Soedradjad Djiwandono dan Muchlis Rasjid pada periode 1998–2003.
Uang pecahan 100.000 rupiah emisi tahun 1999 dikenal sebagai uang plastik karena dibuat dari bahan polimer. Pada bagian depan uang terdapat gambar Soekarno dan Mohammad Hatta beserta teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, pada bagian belakang ditampilkan gambar Gedung MPR-DPR RI sebagai simbol lembaga negara Indonesia. Uang ini memiliki unsur pengaman berupa logo Bank Indonesia, angka fosforis, dan benang pengaman, serta nomor seri yang terdiri dari tiga huruf dan enam angka.