Seri ORI I (Oeang Repoeblik Indonesia Seri Pertama) 1945
Seri ORI II (Oeang Repoeblik Indonesia Seri Kedua) 1947
Bagian depan didominasi warna hijau tua dengan wajah Soekarno berpeci di sisi kiri dalam bingkai garis sederhana. Di tengah tercetak tebal SERATUS RUPIAH dengan tulisan Tanda Pembajaran Jang Sah di atasnya. Sisi kanan menampilkan ornamen keris dan tanduk yang mengapit angka 100 dalam lingkaran. Nomor seri 49941 ZX tertera di sudut kiri bawah, tanggal dan tanda tangan Menteri Keuangan di kanan bawah.
Tampil lebih lembut dengan dominasi warna hijau abu. Sisi kiri memperlihatkan ilustrasi pemandangan danau dengan perahu kecil dan latar pegunungan gambaran alam Indonesia yang sedang diperjuangkan. Soekarno hadir dalam bingkai oval di sisi kanan dengan ekspresi tenang dan berwibawa. Nomor seri 575038 BX tercetak merah di bagian tengah atas, sementara Dua Puluh Lima Rupiah tertulis besar di bagian bawah. Diterbitkan dari Djokjakarta, ibu kota republik saat itu.
Seri ORI III (Oeang Repoeblik Indonesia Seri Ketiga) 1947
Paling kaya ornamen di antara ketiganya. Warna coklat keemasan mendominasi dengan tekstur yang lebih kompleks. Soekarno dalam bingkai lingkaran di sisi kiri, mengenakan pakaian dinas. Sisi kanan dipenuhi ilustrasi dua figur berpakaian adat di antara tanaman dan ukiran Nusantara yang rapat. Nomor seri 748069 DI tercetak merah di bagian bawah. Diterbitkan Juli 1947 tepat seminggu setelah Agresi Militer Belanda I meletus.
600 rupiah, angka yang jarang ditemukan dalam sejarah mata uang manapun. Bagian depan berwarna hijau kekuningan dengan Soekarno dalam bingkai di sisi kiri, mengenakan pakaian dinas resmi. Di tengah terdapat roset besar berwarna oranye keemasan dengan angka 600 tercetak di dalamnya, diapit ornamen bunga di sudut kanan. Tulisan Enam Ratus Rupiah tercetak tebal di bagian bawah. Diterbitkan dari Jogjakarta, ditandatangani Menteri Keuangan A.I., di tengah situasi republik yang makin terjepit agresi Belanda.
Seri ORI Baru (Oeang Repoeblik Indonesia Baru) 1949
Diterbitkan pada hari ulang tahun kemerdekaan ke-4, pecahan ini tampil dalam warna merah muda yang mencolok dengan ornamen sulur-sulur mengalir memenuhi seluruh permukaan. Tulisan Setengah Rupiah dan Baru tercetak di bagian depan, menegaskan identitasnya sebagai bagian dari seri pembaruan. Bagian belakang hadir dalam warna biru kehijauan pucat dengan desain yang lebih sederhana namun tetap mempertahankan ornamen sulur khas ORI. Kedua sisi memuat tanda tangan Menteri Keuangan dan keterangan Djokjakarta di bagian tengah kanan.