A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini diharapkan mahasiswa mampu:
Memahami Inventor Drawing.
Menguasai antarmuka drawing panel dengan baik.
Mengatur standar gambar kerja yang digunakan.
Membuat tahapan persiapan dalam pembuatan gambar kerja di Inventor Drawing.
Mengubah style and standard editor, ukuran kertas dan title block.
Membuat gambar pandangan dengan benar
Memberi ukuran dan anotasi pada gambar orthogonal dengan benar.
Mencetak hasil gambar.
Agar pemahaman Anda lebih dalam mengenai inventor drawing, yakni pembuatan etiket dan gambar kerja pada Autodesk Inventor 2024. Silahkan melihat video yang telah disediakan dengan mengklik tombol berikut dan membaca materi pembelajaran.
B. Materi Pembelajaran
Setelah membuat gambar 3 dimensi, pengguna akan membuat gambar kerja berupa 2D sebagai alat komunikasi antara perancang (Designer) dengan pelaksana (Production) dalam pembuatan produk sehingga sesuai baik bentuk dan ukurannya. Oleh karena itu, gambar kerja harus mampu memberi gambaran yang jelas dan lengkap meliputi bentuk dan ukuran benda yang akan dibuat. Autodesk Inventor 2024 menerapkan beberapa standard gambar kerja, seperti ISO, JIS, DIN, dan ANSI. Kemudian, teknik gambar kerja seperti tebal tipis garis, proyeksi, dan satuan, akan diatur secara otomatis setelah kita memilih salah satu jenis standard gambar kerja yang akan dipakai. Pengguna masih dapat mengubah beberapa hasil setting otomatis untuk disesuaikan dengan kebutuhan menggunakan fasilitas inventor drawing.
Tahapan setelah membuka Autodesk Inventor Drawing (template ISO.idw) adalah melakukan setting style and standard editor dengan cara klik Manage | Styles Editor.
Langkah-langkah setting dalam style and standard editor sebagai berikut:
Klik Option Standard | default Standart (ISO) | tab View Preferences.
Pada kotak Projection Type pilihlah proyeksi yang diinginkan.
Klik option layers | 3D Sketch Geometry (ISO)
Pada kotak dialog layers lakukan setting layer name, color, line type, line weight
Klik Option Text | Label Text (ISO)
Lakukan setting font, size dan format.
Klik Dimension | Default (ISO)
Pada tab Units lakukan setting dengan menghilangkan check list pada leading zero dan traling zero agar angka nol di belakang koma tidak ditampilkan.
Pada tab Display, lakukan setting tampilan dari ukuran anak panah, warna, dan tampilan lainnya. Setelah selesai melakukan setting, klik Done.
Sheet adalah lembaran kertas gambar yang digunakan untuk meletakkan gambar pandangan atau gambar assembly pada mode drawing. Format kertas gambar dapat diambil dari Sheet Format pada Drawing Resources. Di sini kita dapat menentukan ukuran kertas yang akan digunakan beserta standar yang dipakai untuk membuat gambar tekniknya.
Drawing Resources merupakan sebuah sumber yang terdiri dari Sheet Format (ukuran kertas), Border (garis tepi) dan Title Block (kepala gambar). Pengguna dapat memasukkan drawing resources tersebut ke dalam Sheet yang aktif dengan double click. Jika ingin mengganti Resource yang sudah ada, resources dari sheet yang aktif harus dihapus terlebih dahulu. Pengguna dapat membuat beberapa lembar kertas gambar dalam satu file dengan memasukkan beberapa sheet sekaligus. Pengguna juga dapat mengedit format suatu sheet dengan klik kanan pada nama sheet di Browser Bar.
Kemudian untuk mengubah ukuran kertas/sheet dapat dilakukan dengan cara berikut:
Pada browser bar, klik sheet: 1 selanjutnya klik kanan | klik Edit Sheet
Pada kotak Edit Sheet tentukan nama, ukuran kertas, Page Layout kemudian | OK.
Langkah untuk mengubah Title Blocks adalah sebagai berikut:
Pada browser bar Expand Drawing Resource | Title Blocks klik kanan | Define New Title Block.
Selanjutnya buatlah etiket gambar yang baru sesuai ukuran yang diinginkan, contoh sebagai berikut.
Kemudian setelah selesai klik toolbar Finish Sketch, selanjutnya berilah nama Title Block | Save
Cara merubah tittle block yang baru, pada sheet :1 lalu klik kanan ISO | Delete, selanjutnya pada title blocks | klik kanan Etiket Baru | Insert.
Merupakan pandangan utama/dasar dari sebuah gambar, pilihlah pandangan yang paling banyak menunjukkan detail bentuk dari benda.
Berfungsi untuk menampilkan pandangan dari sisi lain dengan memproyeksikan gambar dari Pandangan Utama (Base View). Projected view dapat berupa proyeksi ortogonal maupun proyeksi isometrik. Untuk membuat Projected View harus sudah ada Base View terlebih dahulu.
Auxiliary View adalah Pandangan Tambahan atau Pandangan Bantu. Auxiliary View diproyeksikan tegak lurus terhadap suatu garis pada Base View atau Projected View, untuk membantu menunjukkan detail pada bidang yang secara ortogonal diwakili oleh garis tersebut.
Apabila bagian sebuah pandangan terlalu kecil untuk diberikan keterangan, maka perlu ditambahkan detail view untuk memperbesar bagian tertentu yang kelihatan kecil dan rumit agar menjadi lebih besar.
Broken View digunakan untuk menyederhanakan gambar apabila benda terlalu panjang bila dibuat gambarnya. Broken View memotong panjang benda tersebut pada ruas tertentu dan diberikan simbol pemotongan dengan style yang ditentukan. Orientation digunakan untuk memilih arah pemotongan. Gap diberikan untuk menentukan jarak celah pada simbol. Broken View tidak mempengaruhi panjang total apabila diberikan ukuran benda.
Break out View menghilangkan sebagian benda untuk memperlihatkan fitur atau komponen yang terhalang. Pandangan utamanya harus memuat sketch yang dapat digunakan untuk membuat bentuk potongannya. Profile dipilih pada sketch untuk menentukan batas daerah pemotongan. Kedalaman pemotongan ditentukan oleh Depth dan dapat dipilih apakah menggunakan 43 suatu titik pada benda (From Point), sketch pada pandangan lain (To Sketch), menggunakan fitur lubang (To Hole), atau menentukan kedalaman dengan jarak tertentu (Through Part).
Setelah bisa menampilkan bentuk 2D dari berbagai pandangan maka kita membutuhkan beberapa Tool pada Menu Bar Annotate untuk memperlengkap dan memperjelas apa yang akan kita tampilkan. Beberapa Tool pada Annotate yaitu:
General Dimension berfungsi untuk menambahkan dimensi gambar ke tampilan gambar. Pengguna dapat membuat dimensi umum dalam tampilan ortografis atau isometrik. Geometri yang dipilih dan pilihan yang tersedia di menu klik kanan menentukan jenis dimensi seperti Horizontal, Vertical, Radius, Diameter, dan Angle.
Baseline dimension berfungsi untuk membuat satu atau beberapa dimensi garis dasar individual dalam satu proses. dimensi garis dasar menampilkan jarak ortogonal antara garis dasar dan tepi atau titik yang dipilih. Pengguna menentukan garis dasar untuk menghitung dimensi, dan memilih geometri yang akan didimensi.
Berfungsi untuk membuat ukuran dengan sistem koordinat secara berkelompok. Dimensi koordinat secara otomatis menyelaraskan saat pengguna menempatkannya. jika teks dimensi tumpang tindih, pengguna dapat memodifikasi posisi dimensi atau gaya dimensi.
Berfungsi untuk membuat catatan lubang atau ulir. Pengaturan pada tab catatan dalam gaya dimensi terkait dari catatan lubang menentukan format default dan isi catatan.
Berfungsi membuat catatan tekukan padapengerjaan Sheet Metal(Plat).Penempatan default dari catatan tekukan adalah di atas garis tengah tekukan yang dipilih.
Berfungsi membuat catatan chamfer pada tepi model yang dipilih atau garis sketsa. Tepi chamfer dan tepi referensi dari bodi, model, atau sketsa yang berbeda, harus merupakan bagian dari pandangan yang sama.
Berfungsi membuat tanda titik pusat lingkaran untuk busur atau lingkaran yang dipilih. gaya tanda tengah menentukan tampilan tanda tengah pada gambar.
Berfungsi membuat simbol untuk jenis pengerjaan dan hasil pengerjaan pada suatu permukaan. gaya tekstur permukaan aktif dan lapisan yang terkait dengan simbol menentukan tampilan simbol.
Berfungsi untuk membuat simbol pengelasan yang terkait untuk fillet, alur, atau las kosmetik. Ketika pengguna membuat simbol pengelasan, standar penyusunan dan opsi yang ditentukan menentukan posisi dan jenis pola las. Pengguna dapat menautkan simbol pengelasan secara asosiatif untuk pengelasan fillet.
Berfungsi membuat tulisan atau catatan tambahan untuk menambah keterangan dalam gambar kerja. membuat catatan umum pada titik yang ditentukan dalam gambar. Pengguna dapat memasukkan dan mengedit teks, atribut, dan properti di kotak dialog.
Berfungsi membuat catatan dengan garis panah sebagai penunjuk. Tentukan titik untuk garis panah. lalu masukkan teks catatan. Pengguna dapat mengatur dan mengedit konten, atribut, dan properti teks di kotak dialog Format Teks.
Berfungsi untuk membuat penunjukkan Part berupa nomor urut yang akan terhubung dengan nomor di Part List.
Berfungsi membuat daftar Part berdasarkan Balloon yang telah kita buat sebelumnya.
Setelah Anda mempelajari materi ini, silahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan evaluasi dengan mengklik tombol berikut untuk mengukur pemahaman Anda terhadap materi Inventor Drawing.
Gambar kerja biasanya digunakan sebagai alat komunikasi antara perancang (Designer) dengan pelaksana (Production) dalam pembuatan produk sehingga sesuai baik bentuk dan ukurannya. Beberapa standard gambar kerja, seperti ISO, JIS, DIN, dan ANSI.
Langkah awal dalam membuat gambar kerja adalah dengan melakukan setting Style and Standard Editor yang terdiri dari langkah-langkah, antara lain: mengatur jenis proyeksi, mengatur Layer, mengatur Text, dan mengatur Dimension Style.
Sheet adalah lembaran kertas gambar yang digunakan untuk meletakkan gambar pandangan atau gambar assembly pada mode drawing. Format kertas gambar dapat diambil dari Sheet Format pada Drawing Resources. Drawing Resources merupakan sebuah sumber yang terdiri dari Sheet Format (ukuran kertas), Border (garis tepi) dan Title Block (kepala gambar).
Membuat Gambar Orthogonal terdiri dari beberapa pandangan, antara lain: Base View, Projected View, Auxiliary View, Section View, Detail View, Break View, dan Break Out View.
Tools pada Annotate Gambar Orthogonal terdiri dari General Dimension, Baseline Dimension, Ordinate Dimension, Hole/Thread Notes, Bend Notes, Chamfer Notes, Center Mark, Surface Texture Symbol, Welding Symbol, Text, Leader Text, Ballon, dan Part List.