Peserta didik mampu memahami bagaimana Tata teknik pergelaran.
Peserta didik mampu menganalis ruang lingkup tata teknik pentas
Peserta didik mampu membuat rancangan sebuah Tata Pentas sebuah pergelaran seni tari sederhana di sekolah
Materi :
Pengertian
Fungsi
Ruang Lingkup Tata Teknik Pentas
Pengertian
Tata : Susunan atau Aturan
Teknik : Cara
Pentas : Sebuah tempat yang digunakan untuk sebuah pertunjukan
Sehingga dapat diartikan bahwa Tata Teknik Pentas adalah : Sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara menyusun atau penataan sebuah tempat, pemain, benda-benda/alat perlengkapan penunjang sebuah pertunjukan karya tari.
Dalam teknik tata pentas, benda-benda yang membentuk latar belakang fisik dan membatasi gerak laku disebut sebagai tata pentas. Tata pentas merupakan unsur pokok yang tidak dapat dipisahkan dari teater.
Tata Teknik Pentas (TTP) merupakan ilmu yang mempelajari berbagai hal terkait pementasan atau pertunjukan, diantaranya yang dipelajari adalah :
Pengenalan pentas atau panggung (staging)
Komposisi pentas (composition)
Tata rias (make up)
Tata busana (costuming)
Tata lampu (lighting)
Dekorasi (scenery)
Tata suara (sound sistem)
Tata teknik pentas, merupakan teknik merancang untuk mementaskan tari dengan baik, sehingga tampak jelas tampilan keindahan geraknya.
Seorang yang melakukan tata teknik pentas atau penataan sebuah panggung disebut sebagai seorang kreator. Sebelum melakukan sebuah penataan alangkah lebih tepatnya bila seorang kreator mempunyai konsep untuk melandasi penataan yang akan dilakukan pada sebuah pertunjukan,dimana konsep merupakan sebuah kompas yang mampu memberikan suatu petunjuk dan gambaran bagi seorang penata panggung.
2. Fungsi Tata Teknik Pentas
Menjadikan pementasan menjadi lebih menarik dan variatif
Memberikan kepuasan pagi penonton
Bermakna bagi penonton dan para penarinya
3. Ruang Lingkup Tata Teknik Pentas
Tempat Pentas
Dekorasi
Tata Cahaya
Tata Suara
Perlengkapan pentas dan cara perlakuanya
Pengenalan pentas atau panggung (staging)
Panggung merupakan ruang yang cukup vital dalam sebuah gedung pertunjukan. Dalam panggung terjadi aktivitas yang menyangkut penampil dan penoton.
Panggung adalah tempat berlangsungnya sebuah pertunjukan dimana interaksi antara penari dengan penonton. Tata panggung disebut juga dengan istilah scenery (tata dekorasi).
Tidak hanya sekedar dekorasi (hiasan) semata, tetapi segala tata letak perabot atau piranti yang akan digunakan oleh aktor disediakan oleh penata panggung. Penataan panggung disesuaikan dengan tuntutan cerita, kehendak artistik sutradara, dan panggung tempat pementasan dilaksanakan. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan penataan panggung seorang penata panggung perlu mempelajari panggung pertunjukan. (Santoso, 2008)
Jenis-jenis tempat pentas/panggung, Panggung adalah tempat berlangsungnya sebuah pertunjukan dimana interaksi antara kerja penulis lakon, sutradara, dan aktor ditampilkan di hadapan penonton.
Proscenium
Arena
Thrust
Panggung proscenium : Panggung proscenium bisa juga disebut sebagai panggung bingkai karena penonton menyaksikan aksi aktor dalam lakon melalui sebuah bingkai atau lengkung proscenium (proscenium arch). Bingkai yang dipasangi layar atau gorden inilah yang memisahkan wilayah acting pemain dengan penonton yang menyaksikan pertunjukan dari satu arah
Dengan pemisahan ini maka pergantian tata panggung dapat dilakukan tanpa sepengetahuan penonton, penari/aktor dapat bermain dengan leluasa seolah-olah tidak ada penonton yang hadir melihatnya. Pemisahan ini dapat membantu efek artistik yang dinginkan terutama dalam gaya realisme yang menghendaki lakon seolah-olah benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.
Tata cahaya yang memproduksi sinar dapat dihadirkan dengan tanpa terlihat oleh penonton dimana posisi lampu berada. Intinya semua yang di atas panggung dapat diciptakan untuk mengelabui pandangan penonton dan mengarahkan mereka pada pemikiran bahwa apa yang terjadi di atas pentas adalah kenyataan. 10 Pesona inilah yang membuat penggunaan panggung proscenium bertahan sampai sekarang. (Santoso, 2008)
Panggung arena : Panggung yang penontonnya melingkar atau duduk mengelilingi panggung, Penonton sangat dekat sekali dengan pemain. Agar semua pemain dapat terlihat dari setiap sisi maka penggunaan set dekor berupa bangunan tertutup vertikal tidak diperbolehkan karena dapat menghalangi pandangan penonton. Biasanya dibuat secara terbuka (tanpa atap) dan tertutup.
Menurut Santoso dalam Seni Teater Jilid II, Panggung arena adalah panggung yang penontonnya melingkar atau duduk mengelilingi panggung. Penonton sangat dekat sekali dengan pemain. Agar semua pemain dapat terlihat dari setiap sisi maka penggunaan set dekor berupa bangunan tertutup vertikal tidak diperbolehkan karena dapat menghalangi pandangan penonton. Karena bentuknya yang dikelilingi oleh penonton, maka penata panggung dituntut kreativitasnya untuk mewujudkan set dekor. Segala perabot yang digunakan dalam panggung arena harus benar-benar dipertimbangkan dan dicermati secara hati-hati baik bentuk, ukuran, dan penempatannya. Semua ditata agar enak dipandang dari berbagai sisi.
Panggung arena biasanya dibuat secara terbuka (tanpa atap) dan tertutup. Inti dari pangung arena baik terbuka atau tertutup adalah mendekatkan penonton dengan pemain. Kedekatan jarak ini membawa konsekuensi artistik tersendiri baik bagi pemain dan (terutama) tata panggung.
Bentuk panggung arena
Bentuk segi empat
Bentuk kipas (melingkar)
Bentuk tapak kuda
Bentuk tak beraturan
Auditorium
Auditorium transverse stage
Panggung terbuka
Ruang arena/panggung arena
Panggung Arena terbagi 2 yaitu
Full Arena : Bentuk Segi Empat, Bentuk Melingkar panggung perunjukkan berada di salah satu sisi dan ruang penonton berada disisi yang lain. Kondisi ini menyebabkan penonton yang berada di arena samping akan merasa kesulitan menikmati pertunjukkan kesenian,
Semi Arena : Later U, Tapal Kuda, Leter L
Panggung Thrust, Panggung thrust seperti panggung proscenium tetapi dua per tiga bagian depannya menjorok ke arah penonton. Pada bagian depan yang menjorok ini penonton dapat duduk di sisi kanan dan kiri panggung, Panggung thrust nampak seperti gabungan antara panggung arena dan proscenium.
Untuk penataan panggung, bagian depan diperlakukan seolah panggung Arena sehingga tidak ada bangunan tertutup vertikal yang dipasang. Sedangkan panggung belakang diperlakukan seolah panggung proscenium yang dapat menampilan kedalaman objek atau pemandangan secara perspektif. Panggung thrust telah digunakan sejak Abad Pertengahan (Medieval) dalam bentuk panggung berjalan (wagon stage) pada suatu karnaval.
Bagian panggung yang dekat dengan penonton memungkinkan gaya acting teater presentasional yang mempersembahkan permainan kepada penonton secara langsung, sementara bagian belakang atau panggung atas dapat digunakan untuk penataan panggung yang memberikan gambaran lokasi kejadian. (Santoso, 2008)
Bagian-Bagian Panggung
Bagian-bagian memiliki bagian-bagian atau ruangruang yang secara mendasar dibagi menjadi tiga, yaitu bagian panggung, auditorium (tempat penonton), dan ruang depan. Bagian yang paling kompleks dan memiliki fungsi artistik pendukung pertunjukan adalah bagian panggung. Masing-masing memiliki fungsinya sendiri. Seorang penata panggung harus mengenal bagian-bagian panggung secara mendetil. (Santoso, 2008)
Keterangan
A. Border
B. Backdrop
C. Batten
D. Penutup/flies
E. Rumah panggung (stage house)
F. Catwalk (jalan sempit)
G. Tirai besi
H. Latar panggung atas
I. Sayap (side wing).
J. Layar panggung
K. Trap jungkit
L. Tangga.
M. Apron
N. Bawah panggung
O. Panggung
P. Orchestra Pit
Q. FOH (Front Of House) Bar
R. Langit-langit akustik
S. Ruang pengendali
T. Bar
U. Foyer
V. Tangga
W. Auditorium (house)
X. Ruang Ganti Pemain
a) Border Pembatas yang terbuat dari kain. Dapat dinaikkan dan diturunkan. Fungsinya untuk memberikan batasan area permaianan yang digunakan.
b) Backdrop Layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau diturun-naikkan dan membentuk latar belakang panggung.
c) Batten Disebut juga kakuan. Perlengkapan panggung yang dapat digunakan untuk meletakkan atau menggantung benda dan dapat dipindahkan secara fleksibel.
d) Penutup/flies Bagian atas rumah panggung yang dapat digunakan untuk menggantung set dekor serta menangani peralatan tata cahaya.
e) Rumah panggung (stage house) Seluruh ruang panggung yang meliputi latar dan area untuk tampil.
f) Catwalk (jalan sempit) Permukaan, papan atau jembatan yang dibuat di atas panggung yang dapat menghubungkan sisi satu ke sisi lain sehingga memudahkan pekerja dalam memasang dan menata peralatan.
g) Tirai besi Satu tirai khsusus yang dibuat dari logam untuk memisahkan bagian panggung dan kursi penonton. Digunakan bila terjadi kebakaran di atas panggung. Tirai ini diturunkan sehingga api tidak menjalar keluar dan penonton bisa segera dievakuasi.
h) Latar panggung atas Bagian latar paling belakang yang biasanya digunakan untuk memperluas area pementasan dengan meletakkan gambar perspektif.
i) Sayap (side wing). Bagian kanan dan kiri panggung yang tersembunyi dari penonton, biasanya digunakan para actor menunggu giliran sesaat sebelum tampil.
j) Layar panggung Tirai kain yang memisahkan panggung dan ruang penonton. Digunakan (dibuka) untuk menandai dimulainya pertunjukan. Ditutup untuk mengakhiri pertunjukan. Digunakan juga dalam waktu jeda penataan set dekor antara babak satu dengan lainnya.
k) Trap jungkit Area permainan atau panggung yang biasanya bisa dibuka dan ditutup untuk keluarmasuk pemain dari bawah panggung.
l) Tangga. Digunakan untuk naik ke bagian atas panggung secara cepat. Tangga lain, biasanya diletakkan di belakang atau samping panggung sebelah luar.
m) Apron Daerah yang terletak di depan layar atau persis di depan bingkai proscenium.
n) Bawah panggung Digunakan untuk menyimpan peralatan set. Terkadang di bagian bawah ini juga terdapat kamar ganti pemain.
o) Panggung Tempat pertunjukan dilangsungkan.
p) Orchestra Pit Tempat para musisi orkestra bermain. Dalam beberapa panggung proscenium, orchestra pit tidak disediakan.
q) FOH (Front Of House) Bar Baris lampu yang dipasang di atas penonton. Digunakan untuk lampu spot. 15
r) Langit-langit akustik Terbuat dari bahan yang dapat memproyeksikan suara dan tidak menghasilkan gema
s) Ruang pengendali Ruang untuk mengendalikan cahaya dan suara (sound system).
t) Bar Tempat menjual makan dan minum untuk penonton selama menunggu pertunjukan dimulai.
u) Foyer Ruang tunggu penonton sebelum pertunjukan dimulai atau saat istirahat.
v) Tangga Digunakan untuk naik dan turun dari ruang lantai satu ke ruang lantai lain.
w) Auditorium (house) Ruang tempat duduk penonton di panggung proscenium. Istilah auditorium sering juga digunakan sebagai pengganti panggung proscenium itu sendiri.
x) Ruang ganti pemain. Ruang ini bisa juga terletak di bagian bawah belakang panggung
Tata Cahaya
Tidak kalah penting dari sebuah pementasan adalah adanya Tata Cahaya, Pencahayaan yang memiliki Artificial (Buatan) melalui lampu dan muatan listrik yang diperlukan untuk keperluan penerangan panggung. dengan tujuan tujuan khusus guna untuk membantu suatu penampilan dalam kebutuhan pertunjukan.
Tata Cahaya dibagi dua :
.Tata Cahaya Lampu Umum (General Illumination), Contoh : Cahaya Lampu Sehari – Hari.
Tata Cahaya Khusus (Spesific Illumination), Contoh : Cahaya yang disalurkan melalui lensa (Lampu-lampu pertunjukan)
Sejak ditemukannya lampu penerangan manusia menciptakan modifikasi dan menemukan hal-hal baru yang dapat digunakan untuk menerangi panggung pementasan. Seorang penata cahaya perlu mempelajari pengetahuan dasar dan penguasaan peralatan tata cahaya. Pengetahuan dasar ini selanjutnya dapat diterapkan dan dikembangkan dalam pelanataan cahaya untuk kepentingan artistik pemanggungan
FUNGSI DASAR TATA CAHAYA
Menerangi panggung
Tata cahaya berfungsi untuk menerangi panggung agar penonton dapat melihatnya secara keseluruhan atau sebagian.
Memfokuskan perhatian penonton
Tata cahaya dapat memfokuskan perhatian penonton pada aspek-aspek penting dalam tarian, seperti aksi yang terjadi di panggung.
Membangun suasana
Tata cahaya dapat membantu membangun suasana adegan dan atmosfer pementasan.
Membantu penonton memahami cerita
Tata cahaya dapat membantu penonton memahami keseluruhan isi cerita, mulai dari penokohan hingga suasana adegannya.
Menunjang kesuksesan pementasan
Tata cahaya merupakan salah satu penentu kesuksesan pementasan.
Karena pentingnya tata cahaya, panitia pertunjukan sering menyerahkannya kepada vendor khusus.
JENIS-JENIS LAMPU
Strip Light : Deretan lampu dalam kotak panjang yang bersekat. Di dalam kesatuannya, deret lampu ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok warna. Lampu ini dipasang di daerah Border sebagai Border Light
Spot Light : Sumber sinar berkekuatan besar, sinar yang dipantulkan oleh reflector dibiaskan oleh lensa dan biasannya sesuai dengan jenis lensanya
Berdasarkan jenis fixture/housing
PAR
PAR / PARcan (singkatan dari Parabolic Aluminized Reflector), adalah fixture yang paling umum kita jumpai dalam stage lighting. Pada umumnya, PAR adalah fixture statik/tidak bergerak, yang menembakkan beam/cahaya yang berpendar tanpa mempunyai batasan yang jelas, dan berperan sebagai ambient/flood light untuk mengisi seluruh ruangan dan menghasilkan suasana tertentu.
Bar
Bar fixture serupa dengan PAR dimana berfungsi untuk mengisi ruangan dengan cahaya, namun mempunyai bentuk linier (batang) yang memanjang, sehingga hasil tembakan cahaya lebih merata dan tidak terpusat atau berbentuk oval seperti pada PAR.
Panel
Fixture panel, sesuai namanya mempunyai bentuk berupa panel, yang keseluruhan permukaannya memancarkan cahaya. Ada panel yang digunakan sebagai wash/flood, untuk menghasilkan cahaya yang sangat merata pada ruangan, dan ada pula panel yang sifatnya modular (dapat disambung-sambungkan menjadi panel yang lebih besar), dan berfungsi sebagai pengganti layar video/lighting raksasa dan dapat diprogram dengan metode pixel mapping.
Pinspot
Pinspot adalah fixture yang mempunyai dimensi kecil, yang umumnya dipasang dalam jumlah yang banyak, dan mudah dipasangkan pada berbagai posisi, serta menembakkan cahaya spot light.
Cannon
Cannon adalah fixture yang kompak, dan biasanya bertugas menghasilkan beam yang terpusat dengan output yang besar untuk memberikan efek aerial pada light show. Biasanya mempunyai beam angle yang kecil tidak seperti PAR, tetapi juga tidak mempunyai batasan jelas seperti spot light.
Centerpiece
Centerpiece merajuk pada semua fixture yang biasanya ditempatkan di tengah- tengah ruangan, sehingga dapat dilihat dari berbagai sisi, dan juga memancarkan cahaya ke segala arah dengan beam angle yang sangat luas. Centerpiece bisa berupa fixture yang menyerupai bola/dome seperti mirror ball yang biasanya memberikan efek moonflower , atau bahkan moving head yang menembakkan berbagai macam efek lighting ke segala arah.
Moving Head
Moving head, salah satu yang paling sering kita jumpai selain PAR, adalah fixture yang mempunyai head/kepala yang dapat bergerak karena terdapat motor di dalamnya yang mengatur posisi, arah, dan kecepatan gerakan.
Scanner
Scanner adalah semua fixture yang mempunyai fungsi serupa dengan moving head, yaitu menembakkan cahaya bergerak ke segala arah. Tetapi berbeda dengan moving head, scanner tidak benar-benar menggerakkan head/kepala lampu, tapi menggerakkan mirror/cermin yang memantulkan cahaya ditembakkan kepadanya. Karena yang digerakkan hanya cermin, scanner pada umumnya dapat memantulkan cahaya dengan jauh lebih cepat, tetapi mempunyai beam angle yang lebih sempit, dan biasanya lebih murah.
Follow Spot
Follow spot adalah fixture yang menembakkan cahaya dengan output besar (biasanya berupa spot light), yang dapat dioperasikan secara manual oleh operator lighting. Biasanya follow spot digunakan untuk menyorot figur/obyek tertentu di panggung agar seluruh penonton fokus pada obyek yang disorot.
Projector
Projector adalah seluruh fixture yang bertugas memproyeksikan suatu gambar/motif/animasi yang dapat diubah-ubah, termasuk di dalamnya adalah proyektor gobo dan laser.
Decorative
Fixture dekoratif biasanya mengacu pada semua fixture yang berperan sebagai dekorasi sehingga lebih menghidupkan suasana. Lighting dekoratif ini bisa berupa apa saja, dan muncul dalam berbagai bentuk
Berdasarkan jenis beam yang dihasilkan
Ada beberapa kategori stage lighting berdasarkan beam/cahaya yang dihasilkan. Diantaranya:
Wash/Flood
Wash atau flood adalah cahaya yang penyebarannya merata dan sifatnya berpendar. Biasanya dihasilkan oleh fixture PAR, Bar, atau panel, dan ada pula beberapa yang berupa moving head. Lighting jenis ini biasanya digunakan untuk mengisi ruangan dan memberikan background suasana tertentu. Blitz/strobe juga termasuk dalam wash tapi hanya menembakkan cahaya dengan durasi waktu yang sangat singkat/berkedip.
Spot Light
Lampu sorot atau dikenal sebagai spot light adalah jenis cahaya dengan intensitas yang cukup tinggi, dan arah pencahayaannya terpusat pada area tertentu dengan batasan yang jelas. Tujuan pencahayaan ini untuk memberikan aksen pada suatu obyek dengan cara menyorotinya. Fungsi lainnya adalah untuk memberikan efek aerial beam jika ditembakkan ke langit-langit dalam kondisi ketika banyak partikel beterbangan di udara.
Gobo
Gobo pada dasarnya adalah lampu sorot yang dipasangkan plat metal yang mempunyai motif tertentu di depan lensanya sehingga menghasilkan motif/gambar yang menarik. Gobo projector dapat juga dipasangkan motif berupa logo dengan tujuan mempromosikan sesuatu.
Moonflower
Moonflower adalah efek cahaya warna warni yang bergerak membentuk pola tertentu, serta penyebarannya ke segala arah sehingga mengisi ruangan dengan efek tersebut. Biasanya digunakan pada ruang gelap seperti ruang karaoke, cafe/restaurant, club, dance floor, atau panggung apa saja.
Laser
Laser seperti yang sering dijumpai pada club dan event/konser besar, adalah cahaya yang dihasilkan menggunakan teknologi laser. Laser merupakan cahaya yang mempunyai intensitas yang sangat tinggi tapi ditembakkan dengan kecepatan sangat tinggi dan dengan sangat terfokus pada satu titik. Pada space yang dilewatinya, laser dapat memberikan efek aerial effect yang sangat memukau, sementara pada obyek yang ditembakkan, laser dapat menghasilkan gambar atau bahkan animasi ketika ditembakkan dengan kecepatan scanning yang tinggi.
Pixel
Pixel lighting adalah cahaya yang dihasilkan pada fixture lighting yang biasanya berupa LED panel atau batang yang terdiri dari deretan lampu di dalamnya. Pixel2 ini kemudian dapat diprogram untuk menghasilkan gambar/animasi tertentu jika dilihat dari jarak jauh. Layar monitor dan televisi juga sebenarnya terdiri dari pixel cahaya yang sangat rapat.
STANDAR GEDUNG PERTUNJUKAN
Untuk menciptakan sebuah gedung pertunjukan yang akomodatif dan nyaman bagi penonton maka diperlukannya standar-standar dalam gedung pertunjukan seni.
TEMPAT DUDUK: Tempat duduk merupakan salah satu bagian penting dari gedung pertunjukan. Penonton yang duduk di kursi akan melihat pertunjukan secara visual. Hal ini berhubungan dengan orientasi dari panggung dan memerlukan kelengkungan baris kursi. Pusat kelengkungan terletak di tengah auditorium. Namun keterbatasan anggaran biaya bisa saja menyebabkan baris kursi lurus untuk menyederhanakan kontruksi.
Tinggi tempat duduk (bertingkat) di ruang penonton, tinggi tempat duduk terletak pada garis pandangan. Konstruksi garis pandangan berlaku untuk semua tempat duduk di ruang penonton (tempat duduk di lantai bawah dan juga balkon). Tiap baris tempat duduk membutuhkan perbedaan ketinggian pandangan secara penuh (12 cm). (Neufert E. , 2002)
STAGGER : Untuk memberikan visibiltas yang baik setiap kursi, maka tidak diperbolehkan adanya penghalang didepan penonton.
BATAS PANDANGAN : Untuk memberi pandangan penuh terhadap pemain, terdapat batas untuk jarak pandangan dan pendengaran yang dapat diproyeksikan penonton. Ini bergantung pada ketajaman dari penglihatan dan pendengaran manusia. Untuk sebagian besar drama biasanya jarak maksimal adalah 20 m dari pusat geometris panggung terbuka atau dari garis luar proscenium. Namun untuk drama musical maupun opera, ekspresi wajah menjadi kurang penting, jarak pandangan bisa mencapai hingga 30 m. (Ham, 1987) Jarak baris terakhir dari garis pintu gerbang (Mulai Panggung - Panggung/pentas maksimal 24 m (jarak maksimal untuk mengenal (melihat perubahan ekspresi wajah) - Opera 32 m (gerakangerakannya masih dapat dikenali). (Neufert E. , 2002)
LAYOUT TEMPAT DUDUK : Dimensi dan gang persyaratan minimum didasarkan dari Greater London Council tetapi harus diingat bahwa otoritas perizinan lainnya memiliki peraturan sendiri yang mungkin jauh berbeda dari ini. (Ham, 1987)
JUMLAH MINIMAL PINTU KELUAR : Pintu kelaur pada bangunan public dengan kapasitas yang dapat menampung banyak orang menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan mengingat kenyamanan aksesbilitas pengunjung dan kelayakan dari keselamatan pengunjung.
LKPD