K O M P A S
Kompas berasal dari bahasa Latin yaitu Compassus yang berarti jangka. Kompas merupakan alat penentu arah mata angin. Kompas terdiri atas magnet jarum, yang dapat berputar bebas. Kutub-kutub magnet ini selalu menunjuk arah Utara-Selatan walaupun tidak tepat benar (karena sudut deklinasi).
Kompas memberitakan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjukkan adalah utara, selatan, timur dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.
Kompas yang baik mempunyai cairan yang terdapat di dalamnya, cairan tersebut mengatur gerakan dari jarum, sehingga anda dapat menggunakan kompas dengan baik walaupun memegangnya dengan sempurna. Jangan membeli kompas yang murah tetapi tanpa cairan yang terdapat didalamnya. Jarum kompas diwarnai dalam dua warna. Jika kompas diganggam secara benar (mendatar), ujung warna merah mengarah ke utara, dan putih mengarah ke selatan. An interesting detail is that there are northern- and southern-hemisphere compasses.
Ada dua Tipe Kompas Orienteering :
Baseplite atau Kompas Protractor
Kompas tipe ini ditemuka oleh Kjellstrom bersaudara semasa perang II dan terdiri atas sebuah rectangular baseplite, yang dengan panah warna merah sepanjang axis, dan lingkaran di tandai derajat (hamper di seluruh dunia untuk penuh adalahy 360 derajat, tetapi sebagian belahan eropa menggunakan 400 derajat). Tanda dibagian dasar rumah kompas adalah sebuah panah dan sebuah garis pararel didalam panah tersebut. Tampilan tambahan mungkin termasuk landyard untuk memasang kompas di pinggang, garis skala untuk membaca peta secara detail, dan lubang berbentuk lingkaran dan segitiga untuk menandai jalur orentateering daiatas peta.
Kompas Jempol/Ibu Jari
Di pertengahan tahun 1980an, sebuah organisasi orienteering top dari Swedia membuat terobosan untuk mengganti kompas baseplite dengan mempertajam baseplate dan membuat lubang untuk memasang kompas tersebut di jempol. Kompas ini lalu dipasang di jempol tangan kiri, diletakkan di atas kompas yang juga dipegang dengan tangan kiri pula. Keuntungan dari system ini adalah peta dan kompas selalu di baca dalam satu unit, peta menjadi lebih mudah di baca cepat, ditambah satu tangan bebas bergerak.
Bagian-bagian kompas yang penting antara lain :
Dial, yaitu permukaan di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.
Visir, yaitu pembidik sasaran
Kaca Pembesar, untuk pembacaan pada angka
Jarum penunjuk, menunjukkan lokasi magnet Bumi
Tutup dial dengan dua garis bersudut 45
Alat Penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas pada saat membidik.
Angka-angka yang ada di kompas dan istilahnya
North = Utara = 0°
North East = Timur Laut = 45°
East = Timur = 90°
South East = Tenggara = 135°
South = Selatan = 180°
South West = Barat Daya = 225°
West = Barat = 270°
North West = Barat Laut = 325°
Jenis-Jenis Kompas
Kompas dibedakan menjadi dua jenis yaitu kompas digital dan kompas Analog.
Kompas Digital
Kompas Analog
Kompas analog adalah kompas yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh para anggota pramuka. Penggunaan kompas analog secara manual, yaitu dengan menyelaraskan jarus kompas yang terdapat di dalamnya.
Kompas analog terdiri atas beberapa jenis, seperti :
a. Kompas Lensa.
Kompas lensa merupakan kompas yang dilengkapi dengan lensa biconcave yang berfungsi untuk mempermudah dalam pembacaannya. Umumnya kompas lensa berbentuk sederhana, ringan, dan harganya lebih murah. Namun validitas pengukuran besarnya sudut kompas kurang akurat.
b. Kompas Bidik (Kompas Prisma)
Kompas bidik atau disebut juga sebagai kompas prisma adalah kompas yang berfungsi sebagai pembidik besar derajat pada sebuah medan (bentang alam sebenarnya) untuk diproyeksikan dalam peta. Jenis kompas ini yang sering digunakan dalam kegiatan-kegiatan alam termasuk dalam kepramukaan.
c. Kompas Orientering (Kompas Silva)
Kompas Orientaring atau kompas silva adalah kompas yang digunakan dalam orientasi (penghitungan dan pembacaan peta secara langsung), Kompas ini umumnya memiliki badan (wadah) transparan memudahkan pembacaan terhadap peta yang ditaruh di bawahnya.
Cara Menggunakan Kompas
Letakkan kompas anda di atas permukaan yang datar. setelah jarum kompas tidak bergerak lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet.
Bidik sasaran melalui visir dengan kaca pembesar. Miringkan sedikit letak kaca pembesar, kira-kira 50 di mana berfungsi untuk membidik ke arah visir dan mengintai angka pada dial.
Apabila visir diragukan karena kurang jelas dilihat dari kaca pembesar, luruskan saja garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah dilihat melalui kaca pembesar.
Titik sasaran Bidik disebut juga Check Point
Sasaran Balik (Back Reading/Azimuth) dipergunakan apabila kita akan kembali ke titik asal/sebelumnya.
Rumus Sasaran Balik (Back Azimuth) adalah :
Tambah dengan 180° apabila sasaran bidiknya kurang dari 180°
Kurangi dengan 180° apabila sasaran bidik lebih dari 180°
Contoh :
Sasaran Bidik 30° maka sasaran baliknya adalah : 30° + 180° = 210° . Jika sasaran bidiknya 200° maka sasaran Baliknya adalah 200° - 180° = 20° .