AGAMA DI INDONESIA
Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti yang kita ketahui memiliki beragam suku, kebudayaan, dan kepercayaan. Setiap kepercayaan sendiri memiliki perbedaan antara satu sama lain yang membuat seringkali memunculkan perbedaan pendapat antara satu kepercayaan dengan kepercayaan lainnya.
Di Indonesia sendiri, terdapat enam agama yang sudah diakui dan hidup berdampingan dalam lingkungan masyarakat dengan menghargai nilai yang dianut satu sama lain. Enam agama yang sudah diakui di Indonesia adalah Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Berikut penjelasan mengenai setiap agama tersebut.
ISLAM
Agama Islam merupakan agama yang menjadi mayoritas masyarakat di Negara Indonesia dan diperkirakan awal muncul agama Islam terjadi sekitar 1400 tahun yang lalu yaitu tahun 610 M yang ditandai dengan penerimaan wahyu Al-Qur’an yang pertama di Makkah oleh Muhammad Saw.
Di Indonesia sendiri, Agama Islam pertama kali masuk diperkirakan pada sekitar abad ke 7 atau 8 melalui para pedagang Arab dan Persia yang datang ke Indonesia pada zaman itu.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, memperkirakan bahwa masyarakat yang memeluk Agama Islam di Indonesia berjumlah 207.2 juta jiwa, dengan persentase 87,2 persen dari keseluruhan masyarakat Indonesia dan menjadi agama terbesar di Indonesia.
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai sejarah Islam serta penjelasannya dari sudut pandang Islam seperti pada masa Nabi Muhammad, Khalifah Empat, Dinasti Umayah, DInasti Abbasiyah, hingga masa kini. Buku Pintar Sejarah Islam hadir untuk menjelaskan itu semua dan meringkasnya ke dalam satu buku.
Bagaimana cara kerja emosi?
Cara kerja emosi adalah hal yang tidak kalah penting untuk dipahami.
Di dalam otak, terdapat sistem limbik yang memproses pengalaman emosional. Otak juga memiliki filter emosional tertentu yang disebut amigdala.
Amigdala dirancang untuk menyimpan memori sensorik dari pengalaman kita sebelumnya, dan menggunakan informasi tersebut untuk menentukan bagaimana perasaan kita tentang pengalaman saat ini.
Amigdala kemudian mengirimkan informasi yang sesuai ke bagian otak lainnya, yang menghasilkan pelepasan neurotransmitter dan hormon tertentu berdasarkan interpretasi peristiwa tersebut.
Misalnya, jika amigdala memproses suatu peristiwa sebagai hal yang menarik atau menyenangkan, akan terjadi pelepasan dopamin, serotonin, endorfin, dan lainnya yang mempengaruhi reaksi tubuh terhadap peristiwa ini.
Sementara itu, apabila amigdala merasakan sesuatu yang menakutkan, menjengkelkan, atau mengkhawatirkan, akan terjadi pelepasan epinefrin, norepinefrin, adrenalin, dan kortisol yang bertanggung jawab atas respons fight-or-flight (lawan atau lari) yang menjaga kita tetap aman.
Dengan begitu, emosi adalah hasil dari bagaimana otak memproses suatu peristiwa, serta neurotransmitter dan hormon apa yang dilepaskan ke dalam tubuh sebagai respons terhadap interpretasi ini.
Baik jenis emosi positif maupun emosi negatif, keduanya dapat mempengaruhi tubuh dalam beberapa cara yang berbeda, seperti gelisah, tegang otot, sakit kepala, atau sakit perut.
Emosi juga bisa menyebabkan Anda bereaksi dengan menangis atau perlu melepaskan energi untuk mengurangi stres.
Macam-macam emosi
Salah seorang ahli psikolog ternama Amerika Serikat, Paul Ekman, menyebutkan ada enam macam emosi dasar manusia sebagai berikut.
1. Emosi bahagia
Bahagia bisa diartikan sebagai kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan senang, ceria, gembira, kepuasan, dan sejahtera. Ini adalah hasil dari neurotransmitter, termasuk serotonin dan dopamin.
Serotonin bertanggung jawab atas perasaan puas dan kenikmatan dalam tubuh, sedangkan dopamin menghasilkan ataupun meningkatkan perasaan senang.
Endorfin dan oksitosin juga merupakan hormon kebahagiaan yang menghasilkan perasaan tenang, puas, dan gembira dalam tubuh.
Emosi bahagia pada manusia bisa ditunjukkan dengan cara-cara berikut ini.
Ekspresi wajah yang tersenyum
Bahasa tubuh dengan sikap yang santai
Nada suara yang ceria dan menyenangkan.
Kebahagiaan dapat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental.
Sebaliknya, orang yang sulit menemukan emosi bahagia dinilai mudah untuk stres dan depresi, yang bisa berujung pada imunitas yang rendah.
2. Emosi sedih
Kesedihan dapat didefinisikan sebagai kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan tidak bersemangat, tidak tertarik dalam mengerjakan hal apa pun, mood yang murung, kekecewaan, hingga perasaan berduka.
Emosi ini bisa terjadi akibat rendahnya kadar neurotransmitter dopamin dan serotonin.
Dalam waktu yang lama, hal tersebut bisa menyebabkan depresi, kelelahan, kurang berenergi, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan pada nafsu makan dan tidur.
Emosi sedih dapat diekspresikan dalam beberapa cara berikut ini.
Suasana hati yang murung
Diri yang cenderung diam
Lesu
Usaha untuk menarik diri dari orang lain
Menangis.
Kesedihan termasuk macam-macam emosi yang wajar dirasakan manusia. Hanya saja, sebagian orang bisa merasakan kesedihan secara berkepanjangan.
3. Emosi takut
Saat merasakan adanya indikasi bahaya, emosi takut umumnya muncul dan terjadilah respons yang disebut melawan atau lari.
Takut merupakan emosi yang kuat dan berperan penting untuk bertahan hidup. Respons melawan atau lari ini juga membantu kita mempersiapkan diri untuk melawan ancaman yang terjadi.
Emosi takut dapat ditunjukkan dengan cara-cara berikut ini.
Ekspresi wajah yang khas, seperti melebarkan mata dan menarik dagu ke bawah
Mencoba bersembunyi dari ancaman
Reaksi fisik, seperti pernapasan dan detak jantung menjadi cepat.
Emosi ini juga dapat menyebabkan dampak lain pada tubuh, seperti ketegangan otot, mulut kering, energi berlebih pada tubuh, dan lainnya.
Rasa takut bisa berkaitan erat dengan kecemasan. Misalnya, orang yang mengidap gangguan kecemasan sosial merasakan takut dalam menghadapi situasi sosial.
4. Emosi jijik
Macam-macam emosi lain yang diutarakan Paul Ekman adalah emosi jijik.
Perasaan ini dapat bersumber dari banyak hal, termasuk rasa, pemandangan, atau bau yang tidak menyenangkan.
Seseorang juga dapat mengalami kejijikan moral saat melihat individu lain berperilaku yang mereka anggap tidak menyenangkan, tidak bermoral, atau jahat.
Jijik dapat ditunjukkan dalam beberapa cara berikut ini.
Berpaling dari objek jijik
Reaksi fisik, seperti mual atau muntah
Ekspresi wajah, seperti kerutan hidung dan bibir atas.
5. Emosi marah
Marah juga termasuk emosi yang sering kita tunjukkan. Seperti emosi takut, marah juga menjadi emosi yang bisa berkaitan dengan respons fight or flight.
Emosi marah bisa ditunjukkan dengan cara-cara berikut ini.
Ekspresi wajah, termasuk mengerutkan kening atau melotot
Bahasa tubuh, seperti mengambil sikap yang kuat atau berpaling dari seseorang
Nada suara, seperti berbicara kasar atau berteriak
Respons fisiologis, seperti berkeringat atau memerah
Perilaku agresif, seperti memukul, menendang, atau melempar benda
Marah bisa memberikan efek positif dan negatif. Sisi positifnya, misalnya, menjadi langkah untuk memperbaiki hubungan karena Anda mampu mengekspresikan kebutuhan terhadap pasangan, keluarga, dan teman dekat.
Namun, jika marah diekspresikan berlebihan, emosi negatif ini bisa berubah menjadi kekerasan terhadap orang lain.
Marah yang tidak dikendalikan juga dapat memicu masalah psikologis dan berbahaya untuk tubuh. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk bisa mengontrol jenis emosi ini.
6. Emosi terkejut
Terakhir, ada emosi terkejut. Seseorang menunjukkan emosi ini saat menghadapi momen atau hal yang tidak disangka.
Contoh emosi terkejut sering ditandai dengan karakteristik berikut ini.
Ekspresi wajah, seperti mengangkat alis, melebarkan mata, dan membuka mulut
Respons fisik, seperti melompat
Reaksi verbal, seperti berteriak, menjerit, atau megap-megap
Emosi terkejut bisa bersifat positif atau negatif, bergantung pada apa yang menyebabkan kejutan tersebut.
Kejutann yang menyenangkan bisa menimbulkan kebahagiaan. Jika yang terjadi sebaliknya, hal tersebut dapat menyebabkan respons trauma, seperti kecemasan, depresi, ketakutan, dan ketegangan otot.
Orang yang terkejut juga mungkin bisa mengalami kenaikan hormon adrenalin untuk memutuskan apakah ia perlu melawan atau melarikan diri.
Fungsi emosi
Emosi memainkan peran penting dalam cara manusia mengarungi kehidupannya. Berikut adalah beberapa fungsi emosi.
Memotivasi untuk bertindak
Membantu menghindari bahaya
Membantu dalam membuat keputusan
Membuat orang lain memahami Anda dengan lebih baik
Memungkinkan Anda memahami orang lain.
Itulah macam-macam emosi yang dapat Anda kenali. Pastikan Anda dapat mengendalikan emosi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.