Malewa gala sako di Tanah Sirah sama dengan Batagak Panghulu, yang biasa diadakan di Minangkabau. Uniknya Malewakan gala ini dilaksanakan di pusaro/ pekuburan kaum. Upacara ini dilakukan seandainya ada pemuka adat/ penghulu meninggal dunia dan dilakukanlah pengangkatan penghulu ditanah sirah.
Diawali dengan musyawarah kaum dalam penunjukan penghulu baru diatas rumah gadang, yang dihadiri oleh semua warga kaum. Setelah mendapat kesepakatan siapa yang akan menggantikan penghulu yang meninggal, disiriah / diundang secara adat seluruh penghulu yang ada di Nagari untuk menghadiri Malewa Gala di Tanah Sirah.
Dalam prosesi Malewakan Gala di Tanah Sirah tersebut, dilakukan acara Pidato Tagak/ membaca Tambo Minangkabau. Yang menceritakan kisah asal muasal Minangkabau. Dilanjutkan pembacaan Sumpah Kewi/ sumpah Penghulu. Dan diakhiri do'a selamat serta ucapan selamat kepada Penghulu baru.
Acara ini bukan hanya seremonial, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam dalam sistem matrilineal Minangkabau.