Mata Kuliah (MK) di Program Sarjana Ilmu Politik UI dibagi jadi dua: MK wajib dan MK pilihan. MK wajib harus kamu ambil dan sudah ditentukan semester pengambilannya sesuai dengan silabus perkuliahan seperti MK Sistem Politik Indonesia yang diambil di semester dua. Tapi, ini ga nutup kemungkinan buat kamu ambil di semester-semester selanjutnya. Ini berbeda dengan MK pilihan, seperti contohnya MK Politik di Australia, yang bisa kamu ambil di semester mana pun (asal ada di SIAK-NG) mulai dari semester dua. Perlu diingat juga bahwa ada MK pilihan yang direkomendasikan oleh dosen untuk diambil setelah mengambil MK tertentu, contohnya adalah MK Pemilu, Perilaku Pemilih & Lembaga Perwakilan yang direkomendasikan untuk diambil setelah kamu mengambil MK Sistem Politik Indonesia. Nah, buat ngehindarin hal ini, pastiin kamu tanya dulu dosen terkait atau orang yang pernah ngambil MK tersebut ya!
Ada 22 MK wajib yang tersebar mulai dari semester satu sampai semester enam. Pembagiannya adalah sebagai berikut:
Pengantar Ilmu Politik (PIP)
MK ini MK wajib fakultas alias semua anak FISIP harus ambil ini di semester satu loh! Nah, mata kuliah ini berkiblat kepada bukunya Prof. Miriam Budiardjo yang berjudul “Dasar-Dasar Ilmu Politik”. MK ini berisi pengetahuan dasar tentang konsep kekuasaan, pemisahan kekuasaan, pemikiran politik, dll.
Pemikiran Politik Indonesia (PPIndo)
Pengetahuan sejarah Indonesia kamu bakal diuji di sini karena MK ini bakal bahas pemikiran atau ideologi tokoh, pergerakan, dan organisasi di Indonesia mulai dari zaman pra-kolonial sampai pasca-reformasi. Kalo kamu penasaran sama MK ini, kamu bisa baca buku acuan utama MK ini, yaitu “Pemikiran Politik Indonesia” karya Herbert Feith dan Lance Castle.
Sistem Politik Indonesia (SPI)
MK ini ngebahas teori sistem politik dan sistem politik di Indonesia sebelum dan pasca Reformasi. Teori sistemnya David Easton bakal jadi landasan utama kamu buat menganalisis cara kerja dan pengaruh sistem politik di banyak sektor seperti ekonomi, militer, dll.
Nasionalisme dan Resolusi Konflik Etnis (Narsis)
MK ini membahas mulai dari teori nasionalisme, teori etnis, sampai ke konflik etnis dan teori resolusi konflik serta perdamaian. Sebelum UTS, kamu akan disuguhkan materi mengenai asal-usul nasionalisme beserta teori-teorinya. Setelah UTS kamu akan banyak presentasi mengenai resolusi konflik.
Konsensus dan Konflik Politik (Konkon)
MK ini secara umum ngebahas tentang konsep konflik dan konsensus serta teori-teorinya. Di MK ini, kamu akan dikenalkan dengan konsep seminar, yaitu mempresentasikan makalah yang dibuat secara individu yang membahas mengenai teori konsensus dan konflik politik.
Pemikiran Politik Barat (Polbar)
MK ini bakal ngebahas filsafat politik yang berasal dan tumbuh di Barat. Mulai dari pemikiran politik Plato, Aristoteles, sampai ke Hegel dan Fasisme.
Pemikiran Politik Islam (PPIS)
Berisi pemikiran politik Islam dari zaman klasik sampai kontemporer, ciri khasnya, masalah utamanya, tokoh-tokohnya, dan signifikansi ke dinamika politik Islam kontemporer.
Politik Kebijakan Publik (PKP)
Di MK ini kamu bakal kenalan dengan proses pembuatan kebijakan publik, baik dari segi teknokratis maupun segi politisnya. Kamu juga bakal kenalan dengan landasan filosofis dan dinamika pengambilan kebijakan publik.
Politik di Asia Timur (Astim)
Kawasan Asia Timur yang mencakup Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Tiongkok, dan Taiwan, merupakan kawasan yang menarik serta penting untuk dipelajari. Variasi tatanan politik, keajaiban ekonomi, dan industrialisasi membuatnya dijadikan model untuk dipelajari dunia. Di MK ini, kamu akan mempelajari sistem, praktik, juga kecenderungan perubahan politik di kawasan Asia Timur beserta implikasinya.
Metodologi Ilmu Politik (MIP)
Di dalam ilmu politik, para ilmuwan politik mengembangkan cara-cara dan pendekatan dalam mempelajari politik. Cara dan pendekatan ini disebut sebagai metodologi. Di MK ini kamu bakal diajarin mulai dari filsafat ilmu, ilmu politik sebagai sains, sampai berbagai macam pendekatan dalam ilmu politik.
Teori-teori dan Metode Ekonomi Politik (Ekopol)
MK Ekopol bahas gimana kaitan antara ekonomi dengan politik dan ekonomi-politik sebagai disiplin ilmu tersendiri. Kamu bakal belajar sejarah perkembangannya dan belajar variabel-variabel ekonomi seperti modal, tenaga kerja dan teknologi, lewat sudut pandang ekonomi politik. Mekanisme pasar, relasinya dengan negara, dan kaitan antara demokrasi dan pembangunan merupakan sedikit dari banyaknya konsep dan teori yang bakal kamu pelajari di sini.
Perbandingan Politik (Banpol)
Di MK ini kamu akan menjawab pertanyaan besar yaitu “kenapa politik di suatu negara beda dengan negara lain? Pertanyaan itu jadi landasan cabang ilmu politik yang bernama perbandingan politik. Di sini kamu akan menganalisis lalu membandingkan suatu variabel yang sama dalam negara-negara yang berbeda. Kamu juga akan belajar metode dan isu yang bakal diperbandingkan seperti pemerintahan, parlemen, birokrasi, budaya, gender, dll.
Sistem Perwakilan Politik (SPP)
Sistem masyarakat yang makin rumit dan populasi yang makin membludak membuat partisipasi langsung dalam kegiatan pembuatan kebijakan, seperti pada zaman Yunani Kuno, menjadi tidak praktis. Karena itu, dibuatlah sebuah sistem perwakilan politik. Kamu akan belajar definisi, teori-teori, varian, dan dinamika dari sistem perwakilan politik.
Pembangunan Politik dan Studi Demokratisasi (PPSD)
Saat ini demokrasi jadi sistem pemerintahan yang paling populer di dunia. Semuanya berlomba-lomba melabeli diri sebagai negara demokratis. Tapi, kenapa bisa seperti ini? Di sini kamu akan mempelajari kenapa demokrasi yang awalnya hanya ada di beberapa wilayah di Eropa kini menyebar ke seluruh dunia. Kamu juga bakal belajar mekanisme, dinamika, dan tantangan dalam transisi suatu negara yang awalnya non-demokrasi menjadi demokrasi.
Pemikiran Politik Kontemporer (PPK)
Abad ke-20 jadi salah satu abad yang paling berpengaruh dalam sejarah. Peristiwa-peristiwa penting seperti Perang Dunia, Perang Dingin, dll. menantang pemikiran politik yang sudah ada. Sebagai reaksinya, kaum intelektual menciptakan perdebatan baru di dunia pemikiran politik. Kamu akan belajar sejarah tradisi pemikiran liberalisme, konservatisme, sosialisme, lalu bergerak ke arah modern seperti post-marxisme, multikulturalisme, konsep keadilan, dsb.
Pengantar Penelitian Politik (PPP)
Di sini, kamu akan belajar untuk menjadi seorang peneliti ilmu politik. Kamu akan belajar konsep dasar dalam penelitian sosial, jenis-jenis penelitian, sampai ke belajar untuk membuat sebuah rancangan penelitian yang akan jadi output utama PPP. MK ini punya tiga MK prasyarat yaitu Pengantar Metode Penelitian Sosial (PMPS), Pengantar Statistik Sosial (Statsos), dan Pengantar Pengolahan Data Kualitatif (PPDK). PMPS bakal kamu ambil di semester dua, sedangkan Statsos dan PPDK di semester tiga, pastiin kamu lulus ketiganya ya! Selain itu, MK ini juga jadi prasyarat untuk MK wajib lanjutan MK ini yaitu Latihan Penelitian Politik (LPP) yang akan kamu ambil di semester lima.
Perempuan dan Politik (Perpol)
Posisi serta signifikansi perempuan dalam politik dan ilmu politik saat ini masih sangat dipinggirkan. Alhasil, perkembangannya didasari oleh sudut pandang yang lebih mengutamakan laki-laki daripada perempuan. Di MK ini, kamu akan mengenali perspektif perempuan dalam ilmu politik kontemporer. Kamu juga akan belajar isu yang relevan dan krusial dalam perkembangan politik terbaru serta implikasinya terhadap masyarakat.
Latihan Penelitian Politik (LPP)
Seperti yang udah dijelasin sebelumnya, MK LPP ini jadi kelanjutan dari MK PPP. Output MK PPP yang berupa rancangan penelitian bakal dipraktikkan di sini. Kamu akan belajar etika penelitian, teknik pengambilan dan pengolahan data untuk penelitian yang sudah kamu rancang sebelumnya. Sama seperti PPP, LPP juga punya MK prasyarat yaitu PMPS, Statsos, PPDK, plus PPP.
Kekuatan-kekuatan Politik di Indonesia (KKPI)
MK ini bahas gimana proses politik (proses pengambilan keputusan) di Indonesia dipengaruhi sama kelompok-kelompok kekuatan strategis. Kamu bakal belajar proses distribusi kekuasaan politik dan peta kekuatan politik serta peran yang dijalankan dalam dinamika kekuasaan di Indonesia.
Lembaga Eksekutif dan Birokrasi di Indonesia (Lembek)
Secara umum, MK Lembek membahas lembaga eksekutif dan birokrasi di Indonesia lewat perspektif politik. Kuliah-kuliahnya akan difokuskan ke institusi, aktor, proses, praktik yang jadi karakteristik lembaga eksekutif dan birokrasi di Indonesia.
Seminar Pilihan Masalah (SPM)
Seminar Pilihan Masalah adalah MK yang khusus ditujukan untuk mahasiswa yang akan membuat proposal karya akhir. Mahasiswa akan mengetahui proses pembuatan outline dan/atau proposal karya akhir.
Magang Politik
Nah, ini mata kuliah yang membedakan prodi Ilmu Politik dengan yang lainnya. Mata kuliah ini mewajibkan kamu untuk praktik langsung ke dunia politik lho! Prodi mengharuskan kamu untuk magang di instansi pemerintah. Tetapi, umumnya kating-kating di Politik magang di DPR. Penugasan pada mata kuliah ini berupa logbook berisi kegiatan kamu selama magang atau bahkan membuat video “a day in my life.”
Nah, selain MK wajib, di Departemen Ilmu Politik ada juga MK pilihan atau peminatan. MK pilihan bisa kamu ambil buat kamu yang tertarik di suatu bidang tertentu sekaligus buat nambah-nambah SKS kamu. MK pilihan terdiri dari beragam topik, mulai dari studi kawasan, kajian pemikiran atau konsep, analisis politik di bidang tertentu, dll. Ada 22 MK pilihan yang bisa kamu ambil mulai dari semester dua. Selain itu MK pilihan juga tersedia di semester genap maupun ganjil.
Globalisasi dan Politik di Indonesia
HAM dan Perubahan Politik
Masyarakat dan Politik Asia Tenggara
Pemerintahan dan Politik Desa
Perubahan Sosial Ekonomi dan Dinamika Politik
Politik di Asia Selatan
Politik di Australia
Politik di Eropa Barat
Politik di Timur Tengah dan Afrika
Politik di Rusia dan Eropa Timur
Politik Perkotaan
Bisnis dan Politik
Geopolitik dan Strategi Keamanan
Pemilu, Perilaku Pemilih, & Lembaga Perwakilan
Politik di Amerika Latin
Politik di Amerika Serikat dan Kanada
Politik di Filipina, Thailand, dan Myanmar
Politik di Indocina
Politik di Malaysia, Singapura, dan Brunei
Politik Identitas dan Kewarganegaraan
Politik Lingkungan dan Sumber Daya Alam
Politik Lokal dan Otonomi Daerah
Politik Perburuhan dan Hubungan Industrial
SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang kamu dapatkan sebagai mahasiswa selama satu semester. SKS terjadwal sebagai kegiatan per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum atau 4 jam kerja lapangan. Masing-masing diiringi oleh 1—2 jam kegiatan terstruktur dan 1—2 jam kegiatan mandiri. Masa studi kamu ditempuh dengan minimal 7 semester dan maksimal 12 semester. Tetapi, biasanya kakak-kakak di Ilmu Politik sendiri menyelesaikan masa studi di semester 8. Minimum SKS yang harus dipenuhi untuk mendapat gelar S.I.P. adalah 144 SKS (termasuk skripsi atau tugas akhir) dan maksimum 160 SKS.
Ketika kamu memasuki awal perkuliahan, kamu akan dihadapkan oleh mata kuliah wajib fakultas (MKWF). MKWF merupakan mata kuliah yang memuat pengetahuan-pengetahuan dasar untuk kamu sebagai seorang mahasiswa FISIP, mulai dari mata kuliah pengantar ilmu dasar seperti Pengantar Antropologi sampai mata kuliah yang berhubungan dengan keterampilan seperti penulisan ilmiah dan statistik. Kamu akan menghadapi MKWF ini dari semester satu hingga semester tiga. Semakin kamu naik tingkat, porsi MKWF akan semakin kecil. Di MKWF ini, kamu tidak hanya sekelas dengan teman sesama Ilmu Politik melainkan bersama teman-teman dari semua jurusan di FISIP UI.
Pengantar Antropologi
Pengantar Sosiologi
Pengantar Ilmu Politik
Penulisan dan Presentasi Ilmiah
MPK Bahasa Inggris
Agama (sesuaikan dengan agama masing-masing)
Pengantar Metode Penelitian Sosial
Manusia dan masyarakat Indonesia
Mata Kuliah Pengembangan Karakter Terintegrasi (MPKT)
Pengantar Statistika Sosial
Pengantar Pengolahan Data Kualitatif
Kelas untuk setiap MKWF ini sudah ditetapkan oleh PPAA FISIP UI. Jadi, kamu tinggal mengisi IRS sesuai yang tertulis di https://ppaa.fisip.ui.ac.id/kelas/cekkelas.php . Ketik nama lengkap atau NPM kamu untuk mengetahui kelas mana yang akan diambil.
Khusus untuk mata kuliah MPK Bahasa Inggris tidak ada perkuliahan. Sebagai gantinya, lewat LBI FIB UI, UI menyediakan tes untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris kamu yaitu English Proficiency Test (EPT). Tes dilaksanakan secara online melalui perangkat masing-masing. Sebelumnya kamu harus mendaftar dulu, lalu kamu akan mendapatkan jadwal pelaksanaan tes. Kamu bisa mengambil tes ini dua kali di semester satu dengan gratis. Jadi, jika kamu belum puas dengan hasil tes pertama, kamu bisa mengambil tes lagi. Kamu membutuhkan nilai minimum “C” untuk bisa lulus mata kuliah ini. Jika kamu belum lulus setelah dua kali mencoba, kamu bisa mengambil tes lagi. Tes ulang bisa diambil di semester tiga dengan catatan tidak gratis alias bayar senilai Rp175.000.
Penilaian didapatkan melalui tugas atau ujian yang diberikan oleh dosen sesuai SAP (Satuan Acara Perkuliahan). SAP memuat indikator penilaian yang akan dipakai oleh dosen untuk menentukan nilai kamu. Ujian biasanya dilaksanakan dua kali yaitu pertengahan semester (UTS) dan akhir semester (UAS), atau ujian lain yang telah ditentukan masing-masing dosen. Nilai minimal untuk lulus sebuah mata kuliah adalah C.
Dalam perjalanan perkuliahan juga tidak selalu mulus. Tidak menutup kemungkinan kamu akan mengulang di suatu mata kuliah (semoga tidak terjadi yah ☹️). Dalam kasus seperti ini, kamu bisa mengambil mata kuliah tersebut di semester selanjutnya (semester ganjil atau genap, sesuaikan dengan mata kuliah tersebut) karena tidak ada semester pendek di prodi Ilmu Politik.
Ada juga nilai I dan nilai T. Nilai I (Incomplete) artinya dosen belum memberikan nilai karena masih ada tugas atau ujian mahasiswa yang belum lengkap dan diberikan kesempatan untuk melengkapi selambatnya satu bulan setelah nilai diumumkan. Sementara itu, nilai T (Tidak ada nilai) akan diberikan oleh dosen jika kamu tidak pernah menghadiri kelas padahal mata kuliah tersebut terdaftar dalam IRS-mu.
Evaluasi hasil belajar kamu di perkuliahan bernama Indeks Prestasi (IP) yang keluar tiap akhir semester. IP terbagi menjadi IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dan IPS (Indeks Prestasi Semester). IPK didapatkan melalui rata-rata indeks prestasi semester kamu selama berkuliah. Sementara itu, IPS didapatkan melalui rata-rata hasil penilaian di setiap mata kuliah selama satu semester.
IPS kamu menentukan jumlah maksimal SKS yang kamu ambil di semester selanjutnya. Misalnya, IP semestermu lebih dari atau sama dengan 3,50 maka kamu bisa mengambil maksimal 24 SKS di semester selanjutnya. Jika IPS-mu berkisar 3,00–3,49 maka kamu hanya bisa mengambil maksimal 21 SKS. Penuhi SKS-mu untuk mata kuliah wajib terlebih dahulu. Jika masih ada SKS tersisa untuk memenuhi IRS, baru lah kamu bisa mengambil mata kuliah pilihan. Dalam beberapa kasus, ada mata kuliah wajib yang tidak bisa diambil karena SKS maksimum kamu tidak cukup kalau mengambil mata kuliah itu. Kalau hal itu terjadi padamu, kamu bisa ambil mata kuliah wajib tersebut di semester selanjutnya (pada semester ganjil atau genap, sesuai saat kamu ketinggalan mata kuliah wajib itu). Selengkapnya, bisa kamu cek di sini ya!
Sebenarnya, keputusan untuk mengambil SKS hingga batas maksimum ada padamu. Misalnya, batas maksimal SKS-mu untuk semester selanjutnya adalah 24 SKS. Tetapi, kamu diperbolehkan jika hanya mengambil 21 SKS. Namun, disarankan kamu mengambil SKS hingga batas maksimal SKS-mu. Kecuali, kamu memang ada kegiatan penting lain di luar perkuliahan sehingga mengharuskan kamu meluangkan waktu lebih.
Setiap semester genap, hasil studimu akan dievaluasi oleh prodi. Evaluasi ini dilakukan empat kali selama masa studi. Setiap satu tahun ajaran, kamu memiliki jumlah minimum SKS dan IPK yang harus dipenuhi. Kalau tidak terpenuhi, kamu akan terpaksa dikeluarkan (drop out). Pada tahun pertama, kamu wajib memenuhi minimal 24 SKS dan IPK 2.00. Pada tahun kedua, kamu wajib memenuhi minimal 48 SKS dan IPK 2.00. Begitu seterusnya hingga empat kali evaluasi. Selengkapnya bisa kamu lihat di sini ya!
Gelar cumlaude akan disematkan jika kamu berhasil memiliki IPK minimal 3,61 dengan masa studi maksimal ditempuh selama 8 semester dan tidak ada mata kuliah yang mengulang. Semangat ya, Politik! Selengkapnya mengenai ketentuan ini dapat dibaca pada Pasal 48 Peraturan Rektor UI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Program Sarjana.