MUSABAQAH SENI BACA AL-QUR’AN

 

Musabaqah Seni Baca Al-Qur’an adalah suatu jenis lomba membaca Al-Qur’an dengan bacaan mujawwad dan murattal, yaitu bacaan Al-Qur’an yang mengandung nilai ilmu membaca, seni baca dan adab membaca menurut pedoman yang telah ditentukan. Cabang Seni Baca Al-Qur’an terdiri atas 5 (lima) golongan, yang bisa diikuti oleh peserta pria (qari) dan peserta wanita (qariah), yaitu:

a.   Golongan Tartil Al-Qur’an.

b.   Golongan Anak-anak.

c.   Golongan Remaja.

d.   Golongan Tunanetra.

e.   Golongan Dewasa.

 

Peserta Musabaqah

Peserta musabaqah cabang Seni Baca Al-Qur’an adalah qari/qariah yang memenuhi ketentuan peserta dengan persyaratan umur sebagaimana tertera pada pedoman umum musabaqah.

 

Qira’at

Qira’at cabang tilawah yang digunakan adalah Qira’at Imam ‘Ashim riwayat Hafsh Thariq as-Syatibiyyah dengan martabat mujawwad, kecuali tartil yang menggunakan martabat murattal.

 

Maqra

Maqra adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang harus dibaca oleh peserta dalam pelaksanaan musabaqah yang ditetapkan oleh LPTQ untuk semua peserta, baik pada babak penyisihan maupun babak final. Maqra untuk setiap golongan, baik dalam babak penyisihan maupun dalam babak final ditentukan sebagai berikut:

a.   Golongan Tartil Al-Qur’an, Juz 1 s.d. Juz 10.

b.   Golongan Anak-anak, Juz 1 s.d. Juz 10.

c.   Golongan Remaja, Juz 1 s.d. Juz 20.

d.   Golongan Tunanetra, Juz 1 s.d. Juz 30.

e.   Golongan Dewasa, Juz 1 s.d. Juz 30.

 

Pelaksanaan Babak Penyisihan

a.   Penentuan Maqra

Penentuan maqra peserta yang akan tampil dilakukan sebagai berikut:

b.   Penampilan

Penampilan peserta musabaqah dilaksanakan sebagai berikut,

1)    Cara Tampil:

2)    Lama Penampilan:

Lama penampilan/membaca bagi setiap peserta adalah sebagai berikut:

3)    Tanda Isyarat

Dalam pelaksanaan perhakiman cabang tilawah Al-Qur’an dipergunakan tanda isyarat lampu atau bel, sebagai tanda mulai membaca, persiapan untuk berhenti membaca dan berhenti/ selesai membaca, disesuaikan dengan waktu yang disediakan baik pada babak penyisihan maupun babak final. Tanda isyarat lampu digunakan untuk golongan dewasa, remaja, anak-anak, tartil Al-Qur’an dan Qira’at sedangkan bel untuk golongan tuna netra.

Dalam keadaan darurat, seperti tanda isyarat lampu yang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dapat diganti dengan tanda isyarat ketukan atau lainnya yang disesuaikan dengan ketukan/bunyi bel yang berlaku.

Tanda isyarat lampu diatur sebagai berikut:

Tanda isyarat bel, diatur sebagai berikut:

 

Pelaksanaan Babak Final

a.   Penentuan Maqra

Penentuan maqra bagi semua golongan yang akan tampil, sebagai berikut:

1)    Maqra golongan tartil, anak-anak dan remaja diberikan 1 (satu) jam sebelum naik mimbar.

2)    Maqra golongan tunanetra, yaitu:

3)    Maqra golongan dewasa diberikan 1 (satu) jam sebelum peserta naik mimbar dan ditentukan komposisi lagu yang harus dibawakan pada waktu tersebut. 

b.   Penampilan

1)    Cara penampilan (giliran dan lama tampil) peserta pada babak final sama dengan cara penampilan pada babak penyisihan.

2)    Penampilan peserta dewasa diselingi dengan pembacaan saritilawah.

3)    Penentuan qari/qariah terbaik ditetapkan oleh sidang pleno dewan hakim.